PERMAINAN SANG CEO

PERMAINAN SANG CEO
Bahagia


__ADS_3

Jake telah berhasil menyelesaikan operasinya. Harapan akan masa depan yang lebih cerah itu pun ia dapatkan. Lilia bahagia bersama kekasihnya. Siapal lagi kalau bukan si muram wajah, Jake Thompson.


Beberapa hari kemudian...


Kondisi Lilia kini telah pulih sempurna. Ia pun sudah mulai beraktivitas kembali. Ia mendatangi kantor GOC pagi ini. Tapi ia sendiri, tidak bersama Jake Thompson lagi. Jake harus menghadiri beberapa tahap persidangan sebagai saksi. Ia pun harus mendatangi pengadilan beberapa kali.


Di kantor, tampak para karyawan yang memberikan ucapan selamat kepada Lilia. Lilia pun tak mengerti ucapan selamat atas apa. Tapi setelah ia mencari tahunya kepada Lara, Lilia pun jadi mengerti ucapan selamat apa yang dimaksud. Ternyata Jake akan membagi-bagikan bonus kepada seluruh karyawan atas hari jadinya bersama Lilia. Dan tentu saja hal ini membuat Lilia tersipu malu seketika.


"Jadi dia telah memberitahukannya kepada kalian?" tanya Lilia yang tak enak hati sendiri.

__ADS_1


Lara mengangguk. "Tuan meresmikan hubungan kalian mulai kemarin. Dan ya, tuan juga segera meminta Aurelia untuk mengatur semua pembagian bonus untuk kami. Selamat ya, Lilia." Lara pun mengucapkan selamat kepada Lilia.


Ternyata oh ternyata, si bos bermuram wajah itu begitu romantis kepada kekasihnya. Diam-diam ia mendeklarasikan hari jadinya bersama Lilia tanpa sepengetahuan Lilia sendiri. Lilia pun jadi tersipu malu seketika. Ia tidak tahu harus berkata apa tentang tindakan kekasihnya. Karena yang ada di hati Lilia hanyalah bahagia dan bahagia. Lilia amat bahagia diperlakukan Jake. Ia bak ratu yang bertahta dan dituruti semua keinginannya.


Lilia merasa diistimewakan oleh prianya. Si pria berwajah muram yang dulunya itu dingin kini sudah berubah. Ia mampu membuat Lilia bahagia dan selalu menggelora.


"Ini tidak masuk akal sama sekali. Kenapa dia bisa gagal mengeksekusi pria tua itu?" Lea tak menyangka sendiri. Ia seperti orang yang frustarasi.


"Mungkin Jake datang sebelum eksekusi dimulai. Mungkin Jake juga berhasil memutarbalikkan keadaan." Andrian mengungkapkan pemikirannya.

__ADS_1


"Tidak. Tidak mungkin dalam waktu dekat hal itu bisa terjadi. Pastinya Jake sudah merencanakan jauh sebelumnya. Dia telah berjaga-jaga sebelum orang-orang Biden itu datang," tutur Lea.


"Ya. Itu bisa juga. Tapi masalahnya apakah Biden akan diam saja? Kudengar dia sudah menjalani dua kali persidangan. Namun, hakim belum juga memutuskan hukuman apa yang akan diterimanya." Andrian mengabarkan.


"Benar, kah? Jadi masih ada kesempatan untuk Biden memutarbalikkan keadaan?" tanya Lea segera.


"Aku tidak tahu. Tapi kurasa dia akan mendekam di penjara. Jake juga tidak mungkin diam saja."


Lea dan Andrian bertemu setelah Biden menjalani dua kali persidangan atas kasusnya. Mereka pun membicarakan bagaimana Biden yang bisa gagal dalam penyerangan. Mereka tidak habis pikir jika Biden sampai salah perhitungan. Apalagi mereka tahu rekam jejak Biden yang sebenarnya. Biden bukanlah orang sembarangan yang melakukan sesuatu tanpa perhitungan matang. Tapi sayang, Biden harus kembali kalah dalam peperangan. Jake ternyata lawan yang amat tangguh untuk dikalahkan. Biden pun menanggung kerugian yang besar.

__ADS_1


__ADS_2