PERMAINAN SANG CEO

PERMAINAN SANG CEO
Keberangkatan


__ADS_3

Pria berjaket cokelat itu tampak memegang punggung Lilia agar segera menuju ke pesawat. Setelah proses pemeriksaaan, Lilia dan Jake pun dipersilakan masuk ke dalam pesawat melalui tangga khusus. Tampak dua orang bodyguard yang juga ikut menemani mereka. Lilia pun menoleh ke belakang dan melihat pria-pria berbadan besar itu. Saat itu juga ia menelan ludahnya.


Sepertinya semalam aku minta liburan yang biasa saja. Tapi kenapa harus bawa pengawal segala?


Lilia pun masuk ke dalam pesawat lalu duduk di nomor kursinya. Ia duduk di dekat jendela. Sedang Jake duduk di sampingnya. Kedua bodyguard yang ikut serta pun duduk di belakang dan depan mereka. Lilia jadi mulai risih sendiri karena ruang geraknya tidak leluasa.


"Jake, bisakah buat mereka menjauh?" pinta Lilia kepada Jake.


Jake tampak sibuk dengan ponselnya. Tapi saat Lilia mengajaknya bicara, ia hentikan aktivitasnya. Ia pun memasukkan ponselnya ke dalam jaket. Jake segera beralih ke wanitanya.


"Kenapa? Kurang nyaman?" tanya Jake.


Lilia pun mengangguk dengan imutnya.

__ADS_1


"Hah." Saat itu juga Jake tertawa. Ia kemudian mencubit pipi Lilia. "Kau ini, Beb. Biarkan saja mereka duduk di depan dan belakang kita. Mereka juga tidak akan mengintip apa yang kita lakukan di sini. Sudah, jangan khawatir. Ada aku."


Tak lama berselang penumpang kelas VIP pun mulai berdatangan, memasuki pesawat dan duduk di nomor kursinya masing-masing.


Lilia jadi tidak bisa berkata apa-apa setelah Jake berkata seperti itu. Ia lalu melepas jaketnya. Sedang Jake tampak duduk diam di sampingnya, menunggu keberangkatan dimulai. Selang lima menit kemudian pemberitahuan pesawat akan lepas landas pun diperdengarkan. Lilia dan Jake akan berangkat ke Swiss hari ini. Menempuh perjalanan jauh tanpa perlu transit sana sini. Jake telah membayar mahal untuk itu semua.


Satu jam kemudian, di perjalanan...


Penerbangan kali ini tampak berbeda. Pramugari maskapai penerbangan tampak mempersilakan para penumpang untuk menikmati menu pembuka makan siang yang mahal. Lilia pun mencicipinya berupa dessert mewah dengan satu buah ceri di atasnya. Kue pie keju susu itu menjadi peneman perjalanannya. Sedang Jake tampak memerhatikan wanitanya yang sedang makan. Hingga akhirnya ada sepercik susu yang menempel di bibir Lilia. Jake pun segera mengambilkan tisu lalu mengusapnya.


"Kenapa?"Lilia pun bertanya padanya.


Jake menoleh ke Lilia sambil menutup mulutnya. Ia tidak berkata apa-apa. Saat itu juga Lilia segera meneguk botol air mineralnya.

__ADS_1


"Kenapa, Jake?" tanya Lilia lagi.


Jake memerhatikan wanitanya. Ia perhatikan dari wajah sampai ke ujung kaki wanitanya. Lilia pun jadi melihat dirinya sendiri. Saat itu juga Jake berkata dalam hati.


Wanita ini ... dia telah berhasil membuatku jatuh hati dan juga gila yang bersamaan. Dari ujung rambut sampai ujung kakinya membuatku mabuk kepayang dan tak sadar-sadar. Apakah ini yang dinamakan jatuh cinta sesungguhnya? Dia terlihat indah sekali di mataku. Padahal sebelumnya tidak terlalu seperti ini. Apakah aku memang sudah benar-benar gila?


"Jake!"


Lilia pun menarik jaket yang Jake pakai. Saat itu juga Jake tersadarkan. Ia tersadar dari kata hatinya sendiri.


"Em." Jake segera menegok ke arah kanan dan kiri. "Beb, bisa tolong aku?" tanya Jake kemudian.


"Tolong apa?" tanya Lilia segera.

__ADS_1


"Bisa angkat sedikit kausmu? Aku ingin menyusu," kata Jake yang membuat Lilia terbelalak seketika.


__ADS_2