
"Aku mendapat kabar dari Andrian atas apa yang terjadi di ruangan Jake. Mengapa tidak mencoba bekerja sama dengannya untuk mendapatkan upah yang lebih tinggi?" tanya Biden dengan pandangan mata ke depan, tidak menatap Lara.
"Aku tidak bisa mengkhianati wilayah bosku, Tuan. Aku sedang berada di GOC." Lara menjawabnya.
Biden mengangguk, ia tampak mengerti. "Aku sebenarnya rancu dengan sikapmu, Lara. Di hadapanku kau seolah berpihak padaku. Tapi di hadapan Jake, kau seolah berpihak padanya. Sebenarnya apa tujuan kau sebenarnya?" Biden menjebak Lara untuk mengatakannya.
Biden sudah terbiasa dengan dunia yang penuh kepalsuan. Ia pun merasa jika Lara plin-plan dalam menentukan siapa orang yang harus dipatuhinya. Jauh di dalam hatinya kurang percaya terhadap Lara. Tapi selama ini Lara selalu melaporkan Jake di mana berada. Biden bingung sendiri, tapi ia menutupi.
Lara sendiri terdiam mendengar perkataan Biden. Ia tidak boleh membuka jati dirinya di hadapan musuh sang bos besar. Lara tahu jika ia adalah seorang agen ganda. Risiko besar akan ditanggungnya jika sampai berterus terang. Maka dari itu ia masih menyembunyikannya. Dan sebisa mungkin memainkan perannya.
__ADS_1
"Aku hanya melihat lokasi. Selain itu tidak ada, " terang Lara.
Biden mengerutkan bibirnya. Ia merasa kurang puas dengan jawaban Lara. "Aku hanya ingin memberi tahu jika kau akan mendapat pengamanan penuh jika mau bekerja sama denganku. Kita bisa memulai kerja sama ini dengan menandatangani surat yang kubawa. Kau bisa membacanya terlebih dahulu, Lara."
Biden pun menyerahkan selembar surat kepada Lara. Lara pun segera menerimanya. Ia membacanya. Saat itu juga ia jadi tahu bagaimana akhir ceritanya. Lara tampak diam tanpa berkata apa-apa.
Lantas apa yang akan terjadi jika Lara pindah berpihak kepada Biden? Akankah Jake kalah dalam peperangan atau malah akan menang? Lalu bagaimana dengan Lilia sendiri, apakah ia mampu menyelamatkan diri dari peperangan?
"Bagaimana jika sepuluh milyar tunai kuberikan padamu malam ini?" tanya Biden ke Lara.
__ADS_1
Lara menggelengkan kepalanya seraya tersenyum. "Satu triliun. Maka aku akan menandatanganinya," terang Lara kepada Biden. Saat itu juga Biden jadi tahu berapa tarif Lara yang sesungguhnya.
Wanita ini ternyata mempunyai tarif yang amat mahal untuk berkhianat.
Sebagai seorang pengusaha tentunya akan berpikir ulang untuk memberikan nilai sebesar itu kepada wanita. Dan sebagai pebisnis tentunya akan memikirkan untung ruginya dalam setiap tindakan. Biden tampaknya masih belum bisa percaya sepenuhnya kepada Lara. Karena ia belum tahu banyak tentang wanita itu. Tapi semenjak Lara menyatakan jumlah nominalnya, Biden harus berpikir ulang untuk mengajak bekerja sama. Satu triliun cukup untuk mengakuisisi sebuah perusahaan. Sayang jika hanya diberikan kepada Lara seorang.
"Bagaimana, Tuan? Apakah Anda berminat dengan harga yang kuajukan?"
Lara mulai memegang kendali atas tawaran Biden. Biden pun tampak berpikir kembali untuk bekerja sama dengan Lara. Tentunya nominal itu terlalu besar baginya. Satu triliun atau seribu milyar hanya untuk seorang wanita. Tidak mungkin Biden mengambilnya.
__ADS_1
Dia ciut rupanya.
Lara sendiri tampak memenangkan perbincangan. Ia tetap memainkan peran agar bisa selamat dari jebakan. Lara tahu jika Biden berniat menjebaknya. Tapi ia pura-pura tidak tahu saja. Bak orang bodoh yang mudah dimanfaatkan. Tapi itu hanya sebatas sandiwara. Tidak yang sebenarnya.