PERMAINAN SANG CEO

PERMAINAN SANG CEO
Pesan


__ADS_3

Makan malam...


Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Kini tiba bagi Lilia dan Jake untuk menyantap makan malam terakhir di Swiss. Mereka akan segera kembali pulang ke tanah air. Yang mana membuat ayah Jake banyak berpesan kepada keduanya. Ayah Jake juga memberikan bingkisan untuk Lilia.


"Itu adalah perhiasan yang tadinya ingin kuberikan pada ibu Jake. Tapi niatan itu kubatalkan dan akhirnya kuberikan saja padamu. Lilia, aku titip putraku." Sang ayah berkata seperti itu.


Lilia mengangguk. Ia tampak terharu dengan perkataan calon ayah mertuanya. Begitu juga dengan Jake yang diam saja dan mendengarkan segala apa yang ayahnya katakan. Saat-saat seperti ini tentunya sangat menyedihkan karena Jake harus berpisah kembali dengan ayahnya. Tapi sang ayah tampak bahagia karena sudah ada Lilia di sisinya. Ayah Jake pun memercayakan putranya kepada Lilia.


"Nanti akan kukabari mengenai rencana selanjutnya, Yah. Tentang resepsi pernikahan kami. Aku harap Ayah bisa datang menjadi saksi." Jake menuturkan.


"Kau itu lelaki. Tidak ada ayah pun jadi. Jangan tunda lagi pernikahan kalian. Ayah sudah ingin menimang cucu. Ayah sudah enam puluh tahun tapi juga masih merasa kesepian. Sungguh sangat disayangkan usaha selama ini. Hanya mengalir ke dirimu saja." Sang ayah tampak menyayangkan dirinya sendiri.

__ADS_1


"Tentu. Secepatnya kami akan segera menikah. Aku mohon Ayah menunggu beberapa bulan ini saja. Aku harus menyiapkan semuanya dengan matang sebelum menggelar pesta pernikahan. Karena pekerjaanku juga bukan cuma satu. Aku masih harus ke sana kemari dalam waktu dekat ini." Jake menuturkan.


"Ayah percaya padamu jika kau bisa menyelesaikan semua tugas dengan baik. Jadi teruslah bersemangat dalam berkomitmen dengan pasangan hidupmu. Ayah mendoakan yang terbaik untuk kalian." Sebuah restu secara langsung pun Jake dapatkan.


Ayah Jake ternyata sudah ingin menimang cucu di usianya yang genap enam puluh tahun. Ia merasa kesepian karena tidak adanya suara anak kecil di rumah. Ayah Jake ingin sekali bermain dengan cucu-cucunya sebelum menutup usia. Karena hanya itulah keinginannya yang belum terwujudkan. Karena nyatanya kebahagiaan itu bukanlah hanya tentang uang. Melainkan keharmonisan dalam suatu hubungan.


Lantas apakah Jake akan benar-benar mempersunting Lilia dalam satu bulan ini? Lalu bagaimana dengan Andrian dan juga Lea? Akankah mereka diam saja melihat Jake bahagia?


Keberangkatan menuju tanah air...


"Jadi belum ada info terkini tentang mereka?" tanya Jake kepada kedua bodyguard-nya.

__ADS_1


"Benar, Tuan. Kondisi masih aman. Tim Rajawali juga masih berjaga. Sepertinya tidak ada perlawanan balik dari pihak Elang." Salah satu bodyguard menuturkan.


"Aku harap bisa terus seperti ini. Aku ingin pesta pernikahan segera dilangsungkan dan tidak menunggu lebih lama lagi." Jake mengungkapkan keinginannya yang ingin segera mempersunting Lilia.


"Kami juga berharap yang sama, Tuan. Tapi pembangunan di pulau F ternyata masih dihentikan. Sepertinya mereka membutuhkan instruksi selanjutnya dari Tuan," timpal yang lain.


"Ya." Jake mengangguk. "Setelah sampai di ibu kota aku akan segera membicarakan hal ini dengan mandor proyek itu. Kita selesaikan secepatnya kontrak kerja sama yang sudah disepakati. Aku berharap besar pada kalian bisa membantu GOC." Jake akhirnya menutup pembicaraan malam ini.


"Baik, Tuan." Kedua bodyguard Jake itu pun menyanggupinya.


Jake masih memantau keadaan pasca dipenjarakannya Biden selama dua puluh tahun ke depan. Jake tidak akan tinggal diam saja bilamana terjadi perlawanan dari kubu Biden. Ia masih terus berjaga dan berantisipasi terhadap segala pergerakan yang Biden dan anak buahnya lakukan.

__ADS_1


Jake tidak lengah terhadap kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Ia terus memantaunya baik dari jauh maupun dekat. Tapi sepertinya Jake harus segera memberi instruksi selanjutnya agar proyek tetap berjalan sebagaimana mestinya. Lantas apakah semuanya akan berjalan tanpa kendala?


Sesampainya di tanah air...


__ADS_2