PERMAINAN SANG CEO

PERMAINAN SANG CEO
Laporan


__ADS_3

Sementara itu...


Tim penyelamat datang ke tempat kejadian. Namun sayang, mereka datang setelah gedung itu runtuh. Mereka pun segera mengamankan area sekitaran gedung. Pihak keamanan setempat juga datang untuk mengecek korban ledakkan. Tampak area gedung Sky Grup yang dipenuhi banyak orang.


"Ada helikopter yang berhasil pergi dari gedung itu, Tuan," tukas seseorang dari dalam mobil yang ada di seberang gedung. Ia berpakaian serba hitam dengan kaca mata hitam. Ia memerhatikan keadaan gedung yang runtuh.


"Apakah helikopter itu berhasil membawa orang yang ada di dalam gedung?" tanya seseorang dari seberang telepon.


"Saya kurang tahu, Tuan. Debu akibat runtuhnya bangunan menutupi jarak pandang saya. Saya tidak bisa memastikannya. Tapi yang jelas Sky Grup sudah porak-poranda sekarang. Dia menderita kerugian yang sangat besar," terang seseorang berpakaian serba hitam.


"Baiklah. Segera pergi dari tempat itu lalu ambil upahmu," kata seseorang dari seberang telepon, berniat menutup sambungan teleponnya.


"Baik, Tuan."

__ADS_1


Telepon pun terputus. Pria berpakaian serba hitam itu pun segera melaju dari tempatnya. Ia tampak telah berhasil menyelesaikan misinya.


Dua jam kemudian...


Kabar akan runtuhnya Sky Grup viral di media. Banyak awak media berdatangan ke lokasi kejadian untuk melihat apa yang terjadi. Tapi, pemilik dari Sky Grup sendiri tidak bisa dihubungi untuk dimintai konfirmasi. Jake sengaja menutup sambungan teleponnya, sehingga hanya orang-orang tertentu saja yang bisa menghubunginya.


Kini Jake sedang menemani Lilia melakukan rontgen di tubuhnya. Jake khawatir Lilia mengalami luka dalam akibat guncangan gedung yang kuat. Tak berapa lama dokter pun datang untuk memberikan kabar kepada Jake. Tampak Jake yang begitu antusias menyambut kedatangan sang dokter.


"Tuan Jake Thompson?"


Jake segera berdiri. Ia kemudian dipersilakan masuk ke dalam ruang pemeriksaan. Tampak Lilia yang dibantu seorang perawat untuk bangun dari kasur pemeriksaan. Lilia harus mengenakan kursi roda untuk sementara waktu. Ia masih melakukan observasi keadaan tubuhnya selama beberapa jam ke depan.


"Keadaan nona sepertinya baik-baik saja. Tapi dari pemeriksaan yang kami lakukan menyeluruh, ada sedikit gangguan di bagian rahim nona." Dokter menjelaskan.

__ADS_1


"Maksud Dokter?" Jake segera bertanya.


"Pembuahan yang sedang terjadi mengalami kegagalan. Kantung rahim pecah dan mengeluarkan sel telur yang sedang dibuahi. Sehingga rahim nona kosong saat ini," tutur sang dokter.


"Apa?!" Jake pun tak percaya.


"Saya akan memberikan resep penguat rahim untuk nona. Saya sarankan untuk tidak melakukan hubungan selama satu bulan ke depan agar didapat hasil yang maksimal. Karena sepertinya rahim nona sangat rentan terhadap guncangan." Dokter menjelaskan.


Saat mendengarnya, saat itu juga raut wajah Jake berubah kecewa. Ternyata apa yang diharapkannya belum bisa menjadi nyata. Lilia harus mengalami kegagalan pembuahan di dalam rahimnya. Jake pun merasa bersalah kepada wanitanya.


Seandainya saja tidak terjadi hal seperti ini, mungkin dia bisa berkembang di dalam sana.


Jake mengusap wajahnya. Ia sudah terlalu lelah untuk menerima kabar yang tidak-tidak. Urusannya begitu banyak ditambah harus melindungi wanitanya. Jake merasa kecolongan saat tidak berada di dekat Lilia. Sedang ia tidak bisa selalu bersama wanitanya.

__ADS_1


"Baik, Dok."


Pada akhirnya Jake menerima hasil pemeriksaan kondisi wanitanya. Jake pun menerima resep obat dari dokter yang menangani Lilia. Jake akan berjaga sampai waktu observasi usai. Sekitar tiga jam lagi ia akan berada di rumah sakit untuk mendampingi wanitanya.


__ADS_2