PERMAINAN SANG CEO

PERMAINAN SANG CEO
Mengerti


__ADS_3

Lilia menelan ludahnya. Ia jadi mulai mengerti mengapa Jake bisa bersikap kasar padanya.


"Jake, maafkan aku." Lilia pun memeluk prianya.


Jake tersenyum lalu mencium kening Lilia. "Kau tidak perlu meminta maaf kepadaku, Beb. Karena yang salah adalah aku. Aku yang kurang mengerti bagaimana seharusnya memperlakukan seorang wanita. Karena yang kutahu mereka itu jahat semua. Seperti yang terjadi padaku. Ibu meninggalkanku saat ayah dalam posisi jatuh. Ibu tidak setia mendampingi ayahku."


Terdengar suara Jake yang berat untuk menceritakannya. Ia seperti ingin melampiaskan perasaan yang tertanam di dalam hatinya. Tentang amarah, tentang kekecewaannya terhadap seorang wanita.


Pantas saja dia memperlakukan wanita secara kasar. Dia sudah dua kali sakit hati.


Lilia pun menyadari apa yang terjadi pada Jake. Bagaimana sikap dingin Jake terhadap seorang wanita, yang mana memang disebabkan oleh trauma masa lalunya. Ibunya yang meninggalkannya saat sang ayah jatuh. Dan Lea yang berselingkuh di belakangnya. Jake menuai dua kali kekecewaan. Sehingga ia tidak ingin Lilia sama seperti itu, apalagi sampai mengulanginya. Cukup dua kali saja Jake menanggung kekecewaan.

__ADS_1


Pada akhirnya Lilia mengetahui rahasia yang selama ini Jake simpan. Tentang sebab-musabab mengapa seorang Jake bisa bersikap dingin kepada perempuan. Semua itu dikarenakan trauma masa lalu yang belum bisa dilupakan. Lilia pun berjanji untuk menjadi wanita yang membahagiakan. Karena Lilia mencintai prianya.


"Aku akan menemanimu, Jake. Aku berjanji." Lilia pun mulai memejamkan matanya di dada bidang Jake.


"Aku percaya padamu, Beb."


Jake pun mengusap lengan Lilia lalu memberatkan kepalanya di kepala Lilia. Mereka akhirnya tidur bersama di kasur yang sama. Jake pun memegang erat tangan wanitanya. Ia tidak ingin melepaskannya.


Hari ke tiga di Swiss...


"Masak apa, Beb?"

__ADS_1


Ialah Jake dan Lilia yang tengah berduaan di dapur pagi ini. Tampak Lilia yang masih sibuk membuat toping nasi goreng buatannya. Ia sudah bangun sejak tadi dan membuat nasi goreng skala besar. Lilia ingin semua yang ada di rumah mencicipi masakannya. Jake pun dengan nakal mencicipi nasi goreng buatan Lilia tanpa membasuh wajah terlebih dahulu.


"Jorok!"


Satu cubitan cinta pun Lilia berikan kepada Jake. Tapi Jake bersikap biasa saja, seolah tidak melakukan apa-apa. Pada akhirnya kemesraan itu dilihat oleh sang ayah yang baru keluar dari kamarnya. Sang ayah pun tampak menggelengkan kepalanya. Dan tentu saja Jake juga terkena marah olehnya.


"Mandi, Jake! Dan cepat turun ke meja makan!" seru ayahnya.


Jake kaget melihat ayahnya sudah keluar dari kamar. Begitu juga dengan Lililia. Lilia pun segera menghidangkan nasi goreng yang ia buat ke atas meja. Sedang Jake cepat-cepat ke kamar mandi. Mereka akan segera bersantap pagi bersama. Tentunya sebelum melanjutkan aktivitas selanjutnya.


Setengah jam kemudian, di depan meja makan...

__ADS_1


Pria berwajah muram itu tampak mengambil nasi goreng yang telah Lilia sajikan. Ia pun menyantap dengan lahapnya. Tanpa peduli lagi kepada sang ayah yang memerhatikannya. Jake begitu menyukai masakan Lilia.


"Putraku memang seperti itu. Dia tidak pernah merasakan masakan ibunya. Jadi jika ada yang memasak makanan untuknya, dia sangat berselera." Calon mertua Lilia tampak membuka percakapannya di meja makan.


__ADS_2