PERMAINAN SANG CEO

PERMAINAN SANG CEO
Melepaskan


__ADS_3

"Kepada siapa aku berpihak itu bukan urusanmu. Tapi kau sudah memasuki wilayah tuan Jake. Jadi sepertinya kau tahu aku berpihak kepada siapa."


Lara, sekretaris Jake itu tampak dingin. Ia terlihat tidak mengenal belas kasihan sampai membuat Andrian gemetaran. Andrian takut Lara benar-benar menarik pelatuk pistolnya lalu menembakkan ke arah kepalanya. Andrian masih ingin hidup panjang tanpa terluka parah karena senjata tajam. Ia pun tak percaya melihat Lara bersikap seperti ini. Belasan tahun bekerja, baru kali ini ia melihat Lara mempunyai kepribadian ganda.


Andrian mengerti. "Baiklah. Kalau begitu aku akan menunggumu di ruang lingkup tuan Biden. Aku harap kita bisa lebih baik dari sore ini. Kau akan melepaskanku, bukan? Karena jika tidak, tuan Biden tidak akan lagi memercayaimu. Aku sudah bilang padanya akan datang ke sini. Dan bukankah kau juga diminta melakukan hal yang sama?" Andrian menyinggung pembicaraan Lara dan Biden, yang meminta Lara untuk mencuri data perusahaan milik Jake.


Lara memainkan perannya. Ia harus bermuka dua sampai peperangan ini benar-benar usai. "Baiklah. Aku akan melepaskanmu. Kau bisa pergi sekarang. Tapi lain kali aku tidak bisa menjamin keselamatanmu." Lara melepaskan Andrian.

__ADS_1


Andrian tersenyum menyeringai. Ia tahu jika Lara juga berminat untuk bekerja sama dengan Biden. Tapi itu hanya asumsinya semata. Sampai detik ini Andrian tidak tahu kepada siapa sebenarnya Lara bekerja. Apakah kepada Biden atau kepada Jake semata. Ia hanya bisa mengira-ngira.


Sementara itu Lara sendiri harus tetap memainkan perannya sampai Jake memintanya berhenti. Lara adalah mata-mata bagi Jake. Apapun yang ia lihat atau temukan, harus dilaporkan kepada Jake. Seperti kejadian ini, ia juga akan melaporkannya kepada Jake. Tapi tidak sekarang, melainkan menunggu waktu yang tepat. Lara tahu jika Jake sedang sibuk sekarang.


Peperangan ini sudah berada di titik akhir. Lara pun akan menunggu instruksi selanjutnya tentang apa yang harus ia lakukan. Karena bagi Lara hanya ada satu kata dalam hidupnya. Kepatuhan.


Pria berjas abu-abu bernama Andrian itu tampak bertemu dengan seorang pria bermantel hitam di sebuah restoran cepat saji yang ada di ibu kota. Keduanya duduk di teras atap restoran sambil menikmati matahari yang tenggelam. Tampak ibu kota saat ini begitu ramai dipenuhi oleh kendaraan. Lalu lintas pun padat merayap saat jam pulang.

__ADS_1


"Jadi Lara menggagalkan rencanamu?" tanya pria bermantel hitam itu kepada Andrian.


Pria itu adalah adik tiri dari pemilik GOC yang asli. Siapa lagi kalau bukan Biden yang sangat berambisi untuk memenangkan peperangan ini. Andrian meneleponnya segera, sesaat setelah rencananya harus gagal di tangan Lara. Dan kini keduanya tampak bercakap-cakap tentang apa yang terjadi di kantor Jake tadi. Dan tentu saja Biden harus lebih berhati-hati.


"Aku belum mengenal Lara sepenuhnya. Tapi kudengar dia adalah seorang karyawan yang sangat penurut. Kemungkinan dia bersikap seperti itu sebagai bentuk perlindungan otomatis kepada bosnya. Karena kita memang memasuki wilayah orang yang mempekerjakannya." Biden mengambil kesimpulan atas kegagalan Andrian sore ini.


"Lalu apa harus memancingnya datang ke wilayah kita agar dia mau diajak bekerja sama?" tanya Andrian kepada Biden.

__ADS_1


Biden menghidupkan pematik apinya. "Aku sudah memikirkan hal ini. Tapi belum sepenuhnya. Aku masih menjalankan beberapa rencana dan tugas perusahaan secara bersamaan. Aku tidak bisa mengerahkan seluruh waktuku hanya untuk memikirkan Lara," terang Biden kepada Andrian.


__ADS_2