
Lilia khawatir kehadirannya tidak disukai oleh ayah Jake. Tapi saat keluar dari mobil menuju rumah besar itu, Jake menggenggam erat tangan Lilia. Seolah meyakinkan jika semua akan baik-baik saja. Lilia pun tersenyum karenanya. Ia merasa telah mendapatkan kepercayaan dirinya dari Jake. Lilia pun yakin kehadirannya akan diterima oleh Sang calon mertua, ayah dari kekasihnya.
Ini seperti mimpi saja.
Pada akhirnya Jake pun mengajak Lilia berjalan bersama memasuki rumahnya. Tentu saja hal itu membuat jantungnya berdebar seketika. Tak berapa lama mereka pun sudah sampai di depan pintunya. Jake kemudian mengetuk pintunya. Dan saat pintu terbuka, saat itulah Lilia melihat bagaimana isi rumah Jake yang tidak sesuai dengan ekspektasinya. Ternyata di dalam rumah ayah Jake tidak terdapat banyak perabotan mewah. Hanya sekedar dan seperlunya saja.
"Em." Lilia pun menoleh ke arah prianya.
"Kaget? Kau akan lebih kaget melihat ayahku." Jake pun semakin membuat jantung Lilia berdebar kencang.
Putra dari Thompson itu kemudian mencari ayahnya. Ia meminta kepada pelayan untuk memanggilkan sang ayah. Tapi ternyata sang ayah sudah tidur di kamarnya. Jake pun jadi kecewa. Ia tidak bisa mengenalkan sang ayah kepada wanita pilihannya. Jake kemudian mengajak Lilia ke kamarnya.
"Ayah sudah tidur. Besok saja ya. Ayo!" Jake pun meminta Lilia untuk menggandeng tangannya.
__ADS_1
Lilia menurut. Ia kemudian menggandeng tangan Jake. Ia mengikuti ke mana langkah Jake pergi. Hingga akhirnya Lilia tiba di sebuah kamar yang berada di lantai dua. Jake pun membukakan pintunya. Dan ternyata di dalam kamar itu juga tidak banyak isinya. Hanya perabotan seperlunya saja. Seperti satu kasur besar, satu lemari, meja dan sofa TV. Lilia pun jadi terheran sendiri.
"Kau ingin segera beristirahat?" tanya Lilia kepada Jake.
"Iya, tapi nanti. Aku ingin bicara terlebih dahulu kepada semua orang di sini." Jake menjawabnya.
"Baiklah. Kalau begitu aku tutup pintunya." Lilia ingin menutup pintu kamar Jake.
"Err .... " Lilia pun jadi takut melihat wajah muram itu kembali pada prianya.
"Jangan kunci pintunya. Kita tidur bersama di sini." Jake meminta.
"Tap-tapi, nanti ayahmu--"
__ADS_1
"Ayah tidak akan mempermasalahkannya. Ikuti saja perintahku." Jake dengan tegas mengatakannya.
Saat mendengarnya, saat itu juga Lilia jadi tahu jika Jake sewaktu-waktu bisa berubah menjadi singa kembali. Ia begitu memiliki Lilia dan tidak ingin jauh sedikitpun dari wanitanya. Lilia pun mau tak mau menuruti kemauan Jake karena ia sudah terikat sekarang. Mereka akan segera meminta restu untuk melangsungkan pernikahan. Tapi, apakah ayah Jake akan merestuinya nanti?
Pukul satu dini hari...
Jake masuk ke kamarnya setelah selesai berbincang-bincang dengan penjaga dan juga pelayan yang ada di kediaman ayahnya. Jake pun segera melepas jaketnya lalu duduk di sofa kamar. Ia duduk sebentar sebelum terlelap dalam mimpi. Ia pun melihat Lilia yang sudah berselimut tebal di atas kasurnya.
Babe, kau tidak menungguku dulu.
Jake kemudian mendekati wanitanya yang sudah tampak tertidur pulas itu. Ia perhatikan apa yang ada di wajah wanitanya. Jake pun menemukan tahi lalat di ujung hidung Lilia. Sontak Jake jadi gemas melihatnya. Ia ingin mencubit tahi lalat itu.
Menggemaskan sekali dia ini.
__ADS_1