
Jake diam. Ia menelan ludahnya. "Babe, Petrus kecelakaan. Mobilnya ditabrak oleh seseorang. Aku harus ke sana sekarang," jawab Jake. Saat itu juga Lilia tahu hal apa yang membuat raut wajah Jake berubah cepat.
Satu jam kemudian...
Jake mendatangi rumah sakit tempat Petrus dan supirnya dirawat. Ia kemudian segera menemui Jinny di depan ruangan. Jinny pun tampak bercucuran air mata kala menunggu Petrus keluar dari ruang unit gawat darurat. Petrus mengalami kecelakaan yang cukup parah pada tubuhnya.
"Jinny, bagaimana hal ini bisa terjadi?!" Jake pun segera menanyakannya. Ia tampak sangat marah.
"Tuan, maaf. Aku dikabari oleh salah satu anak buah Anda. Aku juga tidak tahu bagaimana kejadian yang sebenarnya." Jinny tampak ketakutan. Ia merasa disalahkan.
"Kenapa kau tidak tahu?! Kau di mana saat itu?!" tanya Jake lagi yang marah kepada Jinny.
__ADS_1
Jinny semakin menangis menjadi-jadi. "Aku ... di rumah, Tuan. Tuan Petrus bilang ingin pergi ke GOC. Dia ingin melihat perusahaan. Aku tidak diizinkan ikut olehnya." Jinny pun menjelaskannya.
"Hah!!!"
Jake pun mengusap kepalanya. Ia benar-benar marah saat ini. Ia pun mencoba mengatur laju napasnya agar bisa mengendalikan emosi. Apa yang terjadi hari ini hampir saja membuatnya gila.
"Tim Rajawali, cepat laporkan apa yang terjadi padaku. Kutunggu sepuluh menit dari sekarang!"
Lima belas menit kemudian, di salah satu ruangan rumah sakit...
Ruangan kosong menjadi saksi perbincangan yang terjadi antara Jake dan salah satu anak buahnya. Tampak sangat bos besar menghisap puntung rokoknya berulang kali. Ia seperti orang yang frustrasi dan tidak mempunyai jalan keluar lagi. Sang anak buah pun terus melaporkan apa yang didapatkannya.
__ADS_1
"Kejadiannya sama persis dengan apa yang terjadi pada tuan Alexander waktu itu. Mobil tak bersupir menabrak mobil tuan Petrus. Hanya saja kecepatannya lebih tinggi." Anak buahnya mengabarkan.
Jake diam. Ia tidak dapat berkata apa-apa. Ada perasaan sesal pada hatinya saat mengetahui duduk perkara yang terjadi. Tapi ia juga tidak bisa menuduh Alexander dalang dari semua ini. Karena Alexander tidak ada sangkut pautnya dengan Petrus. Tentu saja Jake lebih menuduh Biden yang sejak dulu memang tidak menyukai kehadirannya. Semenjak Jake berada di garda terdepan Petrus, Biden selalu saja mencari-cari masalah dengannya.
Mungkin Tuhan ingin menghukumku.
Jake pun menyadari jika ada asap pasti ada api. Dan Jake kini tersadar dengan ulahnya sendiri. Di mana Tuhan ingin mengingatkan kesalahannya. Karena yang membuat Alexander kecelakaan waktu itu adalah Jake sendiri.
Ya. Jake yang menyusun rencana untuk memberi pelajaran kepada Alexander agar tidak dekat-dekat dengan Lilia. Dan apa yang ia rencanakan dulu sama persis dengan kejadian yang menimpa Petrus sekarang. Dimana Jake juga menggunakan mobil tak berpenghuni untuk menabrak mobil Alexander.
Semua itu ia gunakan untuk menghilangkan jejak. Tapi rupanya hal yang ia lakukan dulu berbalik kepadanya. Walaupun tidak secara langsung mengarah kepadanya, tetapi tetap saja membuat Jake dirundung frustrasi. Jake pun hanya bisa diam kala mendengar semua laporan dari anak buahnya. Ia tersadarkan dari kesalahannya.
__ADS_1
"Tim sudah memeriksa nomor kendaraan itu, Tuan. Dan ternyata menggunakan nomor kendaraan palsu. Untuk saat ini belum bisa dibuktikan jika tuan Biden lah yang melakukannya. Tim masih memeriksa CCTV di sekeliling rumah keluarga besar dalam tiga hari terakhir." Anak buahnya melanjuti.