
Ya Tuhan, apa yang sebenarnya terjadi?
Lilia mempertahankan posisinya agar tidak terjatuh dari anak tangga.
"Lilia, kau dengar aku? Cepat Lilia!!!"
Jake yang sedang menuju ke gedung Sky Grup pun mengeluarkan keringat dinginnya. Ia khawatir tidak sempat lagi untuk menolong Lilia. Sedang bom waktu itu terus saja berkurang waktunya.
Lilia, cepatlah. Waktu tinggal dua menit lagi.
Jake akhirnya tiba di atas gedung Sky Grup. Ia pun meminta tangga untuk diturunkan ke bawah. Jake ingin menjemput wanitanya. Tapi saat ingin menginjakkan kaki ke lantai atap, saat itu juga terdengar suara dentuman yang keras dari gedung. Sontak anak buahnya melarang.
"Tuan, lebih baik tunggu di sini! Tetap berada di tangga!" Anak buahnya pun khawatir Jake kenapa-kenapa.
Jake menggelengkan kepalanya. Ia pun melihat stopwatch yang ada di jam tangannya. "Tidak. Aku harus menyelamatkan Lilia." Jake pun berniat turun ke atap gedung.
"Jake!!!"
Tapi tiba-tiba saja ia melihat Lilia sudah berlari cepat ke arahnya. Lilia berhasil sampai ke atap gedung ini dengan tanpa menggunakan alas kaki.
__ADS_1
"Dekatkan helikopternya!" Jake pun meminta ke anak buahnya. "Lilia, pegang tanganku!"
Dengan sudut kerendahan maksimal, Jake pun mengulurkan tangannya agar Lilia dapat meraihnya. Lilia pun menyambut uluran tangan dari prianya itu. Tapi, saat ingin meraihnya, tiba-tiba saja gedung Sky Grup berguncang kembali. Lilia pun jatuh terduduk di lantai atapnya.
"Akh!!!"
"Lilia!!!"
Sontak Jake histeris melihat Lilia yang tidak bisa menggapai tangannya. Sedang bom waktu itu terus saja berjalan menuju ke detik 60.
"Lilia, kau harus berlari lalu melompat ke arahku. Aku akan menangkapmu. Gedung ini sebentar lagi akan runtuh!" teriak Jake kepada Lilia.
"Cepat, Lilia! Waktu kita tidak banyak!!!" Jake pun berteriak kembali.
Suara baling-baling helikopter menjadi saksi ketakutan yang ada pada diri Jake dan Lilia. Setelah jatuh karena tidak bisa menahan keseimbangan tubuhnya akibat guncangan gedung, Lilia pun berusaha berdiri kembali lalu memundurkan langkah kakinya ke belakang. Ia berniat berlari ke arah Jake lalu melompat ke tangga yang diturunkan helikopter.
Jake, aku percaya padamu.
Lantas Lilia pun berlari cepat ke arah Jake. Ia melompat untuk meraih prianya. Lilia percaya Jake akan menangkapnya.
__ADS_1
Lilia, tiga puluh detik lagi.
Jake pun menunggunya. Dengan harap-harap cemas ia menunggu Lilia meraih uluran tangannya. Hingga akhirnya...
Sepuluh, sembilan, delapan...
Detik bom waktu itu sudah mendekati detik-detik akhir. Lilia pun melompat sekuat tenaga ke arah Jake. Ia berusaha meraih Jake agar dapat pergi dari tempat ini secepatnya. Dan akhirnya...
Tiga, dua, satu...
BOOOMMMM!!!
Gedung berlantai lima itu pun runtuh. Bom waktu itu ternyata memang benar telah dipasang di sana. Sementara itu terlihat Lilia yang berusaha sekuat tenaga berpegangan pada Jake.
"Jake, aku takut!"
Lilia memejamkan matanya. Ia tidak berani melihat ke bawah. Satu tangannya dipegang kuat oleh Jake, sedang satu tangannya memegang anak tangga helikopter.
"Tenang, Beb. Naikkan pelan-pelan kakimu ke anak tangga ini. Aku akan memegangmu dengan kuat." Jake meminta Lilia mengikuti intruksinya.
__ADS_1
Lilia ternyata berhasil melompat ke arah Jake. Namun, ia menggantung di sana. Kakinya belum berpijak di anak tangga yang sama seperti Jake. Hingga akhirnya anak buah Jake membantu menarikkan tangganya. Mereka kemudian segera pergi dari tempat itu. Jake dan Lilia berhasil selamat dari bom waktu.