PERMAINAN SANG CEO

PERMAINAN SANG CEO
Memuji Tim


__ADS_3

Di pengadilan tinggi...


Jaksa penuntut umum menuntut Biden untuk dihukum seumur hidup atas tindak kejahatan yang dilakukan selama ini. Ia ditetapkan sebagai terdakwa atas kasus pembunuhan berencana. Semua anak buahnya yang tertangkap pun telah diperiksa. Dan Biden dinyatakan bersalah. Jake bersama timnya mengawasi persidangan sampai didapatkan hasil akhir. Ia tidak akan diam saja jika terjadi penyelewengan di akhir putusan sidang.


"Jadi kau sudah merencanakan hal ini sebelumnya?" tanya Paul ke Jake. Keduanya duduk di pelataran ruang pengadilan sebelum melanjutkan sidang.


"Ya. Tim Rajawali sungguh luar biasa sekali. Mereka memiliki dedikasi yang tinggi dalam menjalankan tugas yang kuberi. Mereka mampu bertahan di posisi berjam-jam lamanya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika berada di posisi mereka. Diam bak patung berjam-jam lamanya." Jake ternyata telah mengerahkan anak buahnya untuk berjaga dengan maksimal.


"Lalu bagaimana bentuk apresiasimu terhadap mereka?" tanya Paul yang menyempatkan datang ke persidangan untuk menemui Jake hari ini.

__ADS_1


"Aku rasa dua atau tiga triliun tidak masalah untuk dibagi-bagikan kepada mereka. Dan juga karyawan GOC. Mereka akan mendapatkan bonus sesuai proxy." Jake menuturkan.


"Itu bagus. Lalu apa kau berniat untuk mengakuisisi perusahan Biden nanti?" tanya Paul lagi. Ia tampak ingin tahu rencana Jake selanjutnya.


"Aku ada niat ke sana. Tapi aku ingin liburan terlebih dahulu, tentunya setelah putusan sidang dibacakan. Aku ingin membawa Lilia ke Swiss," tutur Jake lagi.


"Tentu saja. Dia telah banyak berkorban untukku. Selama ini dia juga telah banyak menanggung rasa sakit karenaku. Maka dari itu aku ingin menebus kesalahanku dengan membawanya menemui ayah di sana. Aku sudah sangat serius dengannya." Jake menuturkan.


Paul tersenyum. Ia merasa senang temannya itu mendapatkan apa yang diinginkan. "Aku turut berbahagia, Jake. Tapi aku minta jangan lengah setelah putusan sidang dibacakan. Biden bukanlah seorang introvert yang tidak mempunyai teman. Aku khawatir kaki tangannya masih gentayangan. Tetaplah berjaga karena peperangan sepenuhnya belum usai." Paul memberi masukan.

__ADS_1


Jake mengangguk. "Aku tahu. Maka dari itu aku ingin meminta bantuanmu," kata Jake lagi.


"Apa?" Paul pun segera menanyakannya.


Paul menyempatkan diri untuk datang ke sidang Biden hari ini. Ia ingin menemui temannya sekaligus mengucapkan selamat atas peperangan yang berhasil dimenangkan. Tapi, Paul juga meminta Jake untuk terus berjaga karena ia tahu Biden masih mempunyai banyak kaki tangan di mana-mana. Paul khawatir Jake lengah dan keadaan bisa berbalik padanya. Sebagai seorang teman seperjuangan, tentunya Paul menginginkan yang terbaik untuk Jake. Maka dari itu ia mengingatkannya.


Jake sendiri mengerti akan maksud perkataan temannya. Ia juga tahu jika Biden masih mempunyai kaki tangan yang tetap harus diwaspadai. Ia malah harus bekerja lebih ekstra lagi untuk menangkap semua kaki tangan Biden yang tersebar. Tak lain tak bukan agar ketenangan itu segera ia dapatkan. Namun, mampukah Jake menyelesaikan ini dengan cepat? Sedang ia ingin meliburkan diri ke Swiss.


Ya, Jake berniat mengajak Lilia liburan ke Swiss setelah putusan sidang. Bertemu dengan ayah kandungnya di sana. Dan tentu saja Jake belum memberitahukan hal ini kepada Lilia. Ia masih menyimpannya. Jake ingin putusan sidang dibacakan terlebih dahulu agar hatinya tenang. Dan selama menunggu, ia akan tetap terus mengejar kaki tangan Biden untuk ditangkap. Jake akan membersihkan area agar aman. Lantas apakah Lea dan Andrian juga akan diam?

__ADS_1


__ADS_2