PERMAINAN SANG CEO

PERMAINAN SANG CEO
Serius Lagi


__ADS_3

Esok harinya...


Pagi hari yang cerah telah datang untuk menyambut semua insan yang beraktivitas di hari ini. Deru kendaraan juga menemani di setiap sudut kota yang dilalui jalan raya. Tampak Lilia dan Jake yang baru saja sampai di sebuah gedung akuisisi GOC. Ialah Sky Grup yang kini menjadi anak perusahaan GOC. Yang mana sang bos besarnya kini telah menemui tambatan hatinya.


Lilia adalah salah satu wanita beruntung yang ada di ibu kota. Bagaimana tidak, setelah kesakitan yang dilaluinya, akhirnya apa yang diidam-idamkannya itu terwujudkan. Si bos bermuram wajah sebentar lagi akan menikahinya. Ia juga tak lama lagi akan menjadi pemilik 25% saham dari GOC. Lilia bulan-bulanan mendapat kebahagiaan yang tidak pernah dipikirkan sebelumnya. Sang penggoda itu kini telah menemui kebahagiaannya.


"Pagi ini ada perusahaan asing yang ingin bekerja sama dengan Sky Grup. Tapi aku tidak mau mengambil Alexander dan timnya sebagai arsitek. Dan kau pasti sudah tahu apa alasannya, Beb." Jake bersama Lilia memasuki gedung Sky Grup.


Tampak beberapa karyawan dan penjaga gedung yang menyapa mereka. Lilia pun menebarkan senyumannya di pagi hari yang cerah. Berbeda dengan Jake yang sudah mulai serius dengan rutinitasnya.


"Apakah kita punya arsitek lain untuk menangani hal ini?" tanya Lilia segera.

__ADS_1


"Selamat pagi, Tuan."


"Selamat pagi, Nona."


Kedatangan keduanya ke lantai perkantoran pun disambut hangat oleh karyawan Sky Grup. Lilia pun mengangguk seraya tersenyum menanggapinya.


Jake masuk ke ruangan Lilia. Ia kemudian duduk di sofa. Mengambil sepuntung rokok untuk bersantai sejenak sebelum berangkat ke GOC.


Lilia jadi tahu tugas pertamanya saat kembali bekerja di Sky Grup.


"Lalu bagaimana denganmu, Jake? Apakah nanti akan datang lagi ke sini?" tanya Lilia yang duduk di sebelah Jake.

__ADS_1


Jake mengembuskan asap rokoknya. "Aku tidak tahu nanti sore bisa menjemputmu atau tidak. Karena tugasku menumpuk hari ini. Aku harus ke pulau F untuk rapat dan melanjutkan pembangunannya. Aku juga harus memeriksa laporan mingguan di GOC. Belum lagi harus ke pengadilan tinggi untuk mengecek Biden di sana. Aku masih harus berjaga-jaga terhadap segala kemungkinan yang bisa saja terjadi. Dan aku juga harus memeriksa langsung Petrus di tempat persembunyiannya. Semua itu kulakukan sendiri. Kau tidak apa-apa kan ditinggal sendiri hari ini?" tanya Jake kepada Lilia.


Lilia mengangguk.


"Nanti Lara akan datang menemuimu sebelum makan siang. Dia akan menemanimu di sini. Sedang Aurelia kutugaskan berada di GOC terlebih dahulu. Dia yang lebih mengerti arus administrasi perusahaan. Jadi kita bisa membagi tugas dengan baik," terang Jake kepada Lilia.


Lilia mengerti. Jake kemudian mendekatkan wajahnya ke Lilia.


"Beb, jangan macam-macam. Sekalipun dia datang ke sini, tolong jangan hiraukan dia. Aku tidak akan segan untuk memberi perhitungan dengannya."


Jake mengatakan. Saat itu juga Lilia menelan ludahnya. Ia mengerti siapa yang dimaksud dia oleh Jake. Jake berbicara serius sekali. Seolah-olah tidak akan melepaskan jika sampai ketahuan. Lilia pun mengangguk, mengerti perkataan Jake.

__ADS_1


"Wanita pintar." Jake pun mengusap pipi Lilia lalu mencium bibirnya.


__ADS_2