
Malam harinya, pukul sembilan waktu pulau dan sekitarnya...
Jake masih berada di lokasi kejadian. Ia menunggu kabar dari pihak detektif mengenai hal ini. Yang mana untuk sementara proses pembangunan dihentikan. Ia pun sampai tidak bekerja hari ini. Ia hanya bisa menerima laporan via ponsel pintarnya. Jake harus menyelesaikan masalahnya.
"Aku baik-baik saja, Babe. Jangan telat minum obat. Secepatnya aku kembali ke sana," tutur Jake saat berteleponan dengan Lilia.
"Ya. Kau jangan khawatir. Tetaplah bersama Angelina dan jangan ke mana-mana sampai aku datang. Di sekitarmu telah aku tempatkan beberapa orang untuk berjaga. Jika ada orang tak dikenal yang masuk begitu saja, maka berteriaklah sekencangnya." Jake berpesan.
"Baik, sampai nanti. Nanti kukabari lagi." Jake pun memutuskan sambungan teleponnya.
__ADS_1
Jake menelepon Lilia karena tidak ingin membuat wanitanya khawatir. Tampak dirinya yang duduk di bebatuan pinggir pantai sambil menunggu kabar selanjutnya. Jake pun memandangi ombak pulau yang menjadi saksi kerja kerasnya hari ini. Dan tak lama sebuah kabar pun didapatkannya.
"Tuan." Salah seorang anak buahnya menghampiri.
"Bagaimana?" Jake pun segera menanyakannya sambil tetap duduk di bebatuan.
"Tuan, salah satu pekerja yang terdaftar di proyek ini ditemukan tewas mengambang di lautan. Dia mati dengan badan yang mengembang besar. Sepertinya kematiannya berlangsung cepat karena diracun seseorang," terang anak buahnya.
"Kami sudah mengidentifikasinya. Saat ini almarhum masih berada dalam proses otopsi. Kami menunggu kabar selanjutnya dari pihak dokter yang menangani," tutur anak buah Jake lagi.
__ADS_1
Bak halilintar yang menggelegar di siang hari. Tanpa hujan, tanpa awan mendung sebelumnya. Jake harus menerima kabar mengejutkan ini. Salah satu pekerja proyeknya ditemukan tewas mengambang di lautan dengan tubuh mengembang. Jake pun semakin mencurigai adanya keterkaitan dengan runtuhnya bangunan. Ia menganalisis kejadian ini.
Apa mungkin pekerja proyek itu adalah saksi kunci atas apa yang terjadi? Dia dibunuh setelah kejadian itu. Atau dia yang melakukannya lalu dibunuh untuk meninggalkan jejak?
Jake bertanya-tanya sendiri. Ia kemudian memerintahkan anak buahnya untuk segera berkumpul. Jake juga meminta penerangan ditambah di segala sudut pulau. Jake ingin masalah ini cepat selesai.
Masalah demi masalah harus Jake hadapi. Tapi ia belum mengibarkan bendera putih. Jake terlalu tangguh untuk dikalahkan. Ia terus bekerja dan bekerja untuk kemajuan perusahaan. Jake pun siap menanggung segala risiko yang ditimbulkan. Ia tidak hanya seorang bos besar yang disegani. Tapi juga seorang pemimpin yang dihormati. Dan Jake akan menindaklanjuti masalah ini. Ia pastikan tidak ada pihak yang dirugikan walaupun dia sendiri harus menanggung kerugian. Jake melaksanakan tugasnya dengan baik sebagai seorang pimpinan.
Pukul satu dini hari di markas besar Jake Thompson...
__ADS_1
Sebuah lokasi tersembunyi menjadi tempat berkumpul Jake dan anak buahnya. Dan kini Jake sedang memimpin rapat yang berlangsung. Ia duduk di tengah-tengah ketujuh anak buah kepercayaannya. Jake segera mengutarakan tujuannya memanggil anak-anak buahnya itu. Tak lain tak bukan untuk menyusun rencana.
"Detektif mengabarkan jika terjadi peledakan secara sengaja di beberapa titik proyek pembangunan. Mereka menemukan serpihan bahan peledak yang tidak terlarut udara. Tidak salah lagi jika ini ulah yang disengaja. Dan kalian pasti tahu siapa dalangnya." Jake mengajak anak buahnya berpikir.