PERMAINAN SANG CEO

PERMAINAN SANG CEO
Canda Tawa


__ADS_3

"Rasanya tawar, Jake. Dan juga sedikit amis." Lilia berbisik kepada Jake.


"Begitulah yang kurasakan kala menyusu saat kau belum mandi." Jake menimpali.


"Apa?!" Lilia pun membuka lebar-lebar mulutnya. Ia tak percaya jika Jake akan berkata demikian.


"Jadi ini calon menantu keluarga tuan Thompson?" Namun, sepertinya percakapan dua insan itu harus terhenti sejenak karena Rich datang.


"Ya. Kali ini yang benar." Jake memegang tangan Lilia yang duduk di sampingnya.


"Nona Lilia, ini adalah peternakan milik keluarga tuan Thompson. Kami hanya bekerja di sini. Jika ada yang ingin Nona tanyakan atau membutuhkan bantuan, Nona bisa langsung bertanya kepada kami." Rich menuturkan.


Lilia mengangguk. "Terima kasih." Ia pun merasa belum ada yang harus ditanyakan.

__ADS_1


Peternakan milik ayah Jake ini adalah peternakan di bawah kaki gunung dengan rerumputan yang segar di sepanjang mata memandang. Kandang-kandang besar juga terlihat nan jauh di sana. Lilia dapat melihat betapa indah peternakan yang ada di Swiss. Langit biru, awan putih berarak menghiasi sekeliling area peternakan. Lilia pun jadi betah memandang.


Anak-anakku pasti tidak akan kelaparan karena kakek dan ayahnya orang berada. Area peternakan ini juga begitu luas sejauh mata memandang. Aku sangat beruntung bisa bersama Jake sampai detik ini. Semeoga saja pernikahan kami bisa segera terselenggarakan. Aku menantikannya.


Lilia tersenyum. Ia kemudian mendengarkan Jake dan Rich bicara. Tak lama kemudian Mark juga datang dengan membawa kue pie yang terbuat dari susu sapi segar. Sontak Lilia jadi ragu untuk mencicipinya. Ia khawatir rasa pienya juga tawar.


Makan tidak, ya? Tapi aku lapar.


"Ini, Beb. Manis seperti dirimu," kata Jake yang memberikan kue bekas gigitannya kepada Lilia. Sontak Rich dan Mark pun tertawa.


"Tuan Jake bisa saja. Saya jadi ingin cepat pulang ke rumah," tutur Mark.


"Hahahaha. Saya juga. Saya tidak mau kalah. Hahaha."

__ADS_1


Pada akhirnya mereka pun tertawa bersama melihat kemesraan yang Jake berikan kepada Lilia. Sedang Lilia tersipu malu sendiri karena ulah prianya. Ia tak menyangka jika Jake akan memperlakukannya bak ABG yang sedang jatuh cinta.


Dia ini, suka sekali memberiku kejutan.


Lantas Lilia pun merasa senang karena sikap Jake yang seperti ini. Ia merasa tidak salah dalam memilih pendamping hidup dan juga ayah untuk anak-anaknya kelak. Keduanya sudah bertekad bulat untuk membawa kisah ini ke samudera cinta yang lebih luas dan lebih bertanggung jawab. Jake dan Lilia akan segera menikah. Mereka akan menghamparkan altar pernikahan bersama.


Sepulangnya dari peternakan...


Jake membahas banyak hal mengenai peternakan ayahnya bersama Mark dan juga Rich. Sedang Lilia bermain-main dengan alpaca yang ada di sana. Istri dari Mark dan juga kedua anaknya ada di sana. Lilia jadi mempunyai teman untuk mengobrol. Ia pun kini kelelahan di dalam mobil setelah menghabiskan beberapa waktu di peternakan. Tampak Lilia yang tertidur di dalam mobil Jake.


Kasihan sekali wanitaku.


Jake sendiri membebaskan Lilia untuk melakukan apa saja di peternakan. Lilia ikut memeras susu sapi dan juga memberi makan rumput kepada sapi-sapi yang ada di sana. Jake merasa senang melihat Lilia bahagia. Ia pun sesekali memerhatikan Lilia sambil berbicara kepada Mark dan Rich. Jake ingin memastikan Lilia baik-baik saja di peternakan ayahnya.

__ADS_1


__ADS_2