
Setelah mengetuk pintu Rama berkata “ tadi malam aku tidah inga tapa-apa, seharusnya aku tidak melakukan itu” ucapnya sambil berjalan masuk ke dalam kamar.
Anita sama sekali tidak ingin melihat Rama saat ini, akhirnya Rama sadar bagaimana orang akan bersikap keterlaluan saat mabuk ‘ bagaimana dia tahu jika aku berada di RMclub semalam?, bagaiman caraku pulang?’ pertanyaan yang mengganjal di otak Rama.
Mendengar ucapan Rama membaut Anita marah dia melempar bantal le arah pria brengsek itu“apa kau pikir aku sengaja melakukannya? Rama, kamu benar-benar pria bajing*n, berengs*k kedepannya jangan muncul di hadapanku aku muak melihat wajahmu”.
Orang sombong seperti Rama sangat sensitive saat di marahi, lagi pula memangnya ada orang yang akan menerima saat disalahkan ‘apa yang dia inginkan dariku, padahal aku sudah membuang harga diriku untuk datang dan minta maaf padanya, bukankah dia sudah sangat tinggi dalam menilai diri sendiri’ pikir Rama kesal.
“baiklah seperti yang kau inginkan aku tidak akan pernah pulang” ucap Rama.
“syukurlah jika itu benar aku akan sangat berterima kasih” sahut Anita dengan tatapan tak suka.
Rama berbalik pergi “Wanita terkutuk ini” umpatnya lirih, dia segera memasang wajah dingin seperti biasanya.
Begitu Rama pergi Anita berbaring dia berniat untuk melanjutkan tidurnya yang tertunda, saat bersamaan bibi Siti masuk bersama dengan seorang pelayan yang membawakan makanan untuknya.
“nyonya muda, kenapa kau berdebat lagi dengan tuan muda, bukannya ini kesempatan yang baik untuk menjalin hubungan dengan tuan muda, kenapa anda malah menyianyiakan kesempatan itu”bibi siti mersa sangat marah, dia mengharapkan Anita akan melakukan yang terbaik, dia memberi isyarat pada pelayan untuk menyiapkan makanan di meja dan kopi.
Anita berjalan ke meja dengan menyeret kakinya, dia mengambil bubur seafood untuk mengisi perutnya, anita melirik bibi siti dengan tatapan dingin “saya tahu apa yang harus saya lakukan, kamu tidak perlu khawatir” ucap Anita, dia masih saja mempertahankan emosinya.
Bibi Siti masih tidak sadar posisinya segera menepis ucapan Anita “ nyonya muda bagaimana mungkin saya tidak khawatir, hubungan anda dan tuan muda …”.
“cukup, kami akan mengurusnya sendiri kau tidak perlu khawatir” ucap Anita, dia tidak ingin bibi siti bicara lebih banyak lagi “biar tuhan yang menentukannya” imbuhnya.
Setelah mendengarkan keputusan nyonya mudanya dia tidak ada pilihan selain mengangguk dan diam ‘sepertinya saya sudah terlalu tua untuk memahami generasi muda, mereka sudah menikah selama 3 tahun, dia bisa mempunyai anak lebih awal jika memang menginginkannya’ pikir bibi siti.
Setelah selesai makan Anita menghabiskan waktunya untuk tidur sampai sore, malam ini dia berniat untuk pergi pesta yang di adakan di private RMclub oleh salah satu temannya yang baru saja Kembali dari luar negeri.
Waktu makan malam Anita pergi dengan mengendarai mobil support miliknya, butuh waktu 25 menit untuknya sampai di Private RMclub, setelah memasuki club itu seorang manager mengantarkannya ruangan presidensial.
__ADS_1
Elsa, Zara sudah menunggu kedatangannya “ kau sangat lama Anita, apa kau mengendari mobil kodok, bisa-bisanya kau menghabiskan waktu 25 menit untuk sampai disini, seharusnya kau datang 15 menit lebih Awal” cerocos Zara dengan wajah cemberut.
“ aku hanya punya satu nyawa, aku tidak akan menyia-nyiakannya” sahut Anita. Di Ruangan itu hanya ada Zara dan Elsa, tapi dia masih tidak melihat ujung hidung Raffai, anita duduk di sofa “ kemana orang yang menyelenggarakan pesta” tanya Anita.
“ dia sedang melakukan pertemuan diruang sebelah” sahut Elsa sambil menuangkan beer ke dalam gelas, lalu memberikannya pada Anita.
Anita mengangguk paham “ bukankah dia orang yang sangat sibuk” celetu Anita kemudian meminum beer yang di berikan Elsa.
“ kau satu- satunya orang yang tidak memiliki kesibukan nona muda” ejek Zara , Elsa mengangguk setuju.
“ apa sekarang kalian sedang mengejekkui ku ” ucap Anita, dengan anggun dia membuka botol Anggur, setelah mereka mengobrol cukup lama Raffai datang.
“maaf membuat kalian menunggu lama” sapa Raffai.
“karena kau telah mengakui kesalahanmu, lain kali kau harus mengundang kami ketempat ini lagi” ucap Anita dengan wajah cerah.
“ aku setuju” sahut Raffai , dia membuka sebotol beer kemudian meminumnya secara langsung sebagai bentuk hukuman.
Elsa mulai memutar botol, botol yang diputar mengarah pada Anita sedangkan sisi lain mengarah pada Zara, dengan wajah penuh penasaran Zara bertanya “Apa kau memiliki cinta pertama” tanyanya.
“pertanyaan apa itu, kurang menantang” celetu Elsa.
Anita mulai mengebrak meja dia sudah sedikit mabuk “apa kau meremehkan ku” sahut Anita, ketiga orang itu menunggu jawaban Anita, Raffai diam dan melihat Anita “tentu saja Ayahku” imbuhnya.
“ benar-benar jawaban yang tidak relevan” sahut Elsa dengan wajah cemberut.
Anita bersorak “ sekarang giliranku” dia memutar botol. Botol yang dia putar mengarah ke Raffai, dan Elsa yang memberikan pertanyaan padanya “apa kau memiliki perasaan kepada salah satu dari kita” ucapnya setengah mabuk.
“ pertanyaan yang berkelas” sahut Anita, Zara setuju dengan ucapan Anita dia mengangguk pelan.
__ADS_1
Raffai tidak menunjukkan emosi apapun dia masih tenang “ aku memilih hukuman” ucapnya kemudian meminum 2 botol beer sebagai hukuman.
“kau benar-benar tidak seru” celetu Zara. Setelah terasa canggung mereka bermain sampai dua putaran, setelahnya mereka asik bernyanyi, setelah tengah malam mereka memutuskan untuk pulang.
…. Pagi hari
Anita baru saja menunggangi kuda selama beberapa putaran, dia membawa kuda yang dia tunggangi ke kandang sambil memberi makan Wortel yang di bawakan oleh pelayan, sambil mengelus kepala kuda berwarna putih itu, kuda itu sangat paut pada Anita .
Seorang pelayan berlari kearahnya membawa ponselnya “ nyonya seseorang menghubungi anda” ucapnya sambil memberikan ponselnya.
Anita melihat nomor yang tertera di layar ponselnya moodnya yang semula ceria berubah menjadi kesal, dia memberi isyarat terima kasih pada pelayan, kemudian pergi ke luar kandang kuda “ ada apa?” tanya Anita tanpa menunggu Kusuma berbicara.
“apa kau yang telah mengganggu adikmu?” ucap Yusman marah.
“apakah kau meneleponku hanya untuk menuduhku” sahut Anita dengan nada kesal.
“aku ini paman mu, kenapa kau begitu tidak menghormati ku” tanya Yusman.
“ kenapa kau selalu mengaitkan masalah yang dibuat oleh putrimu kepadaku, apa aku kurang kerjaan sampai-sampai membuang waktuku yang berharga” ucap Anita dengan Nada sombong.
“Anita kau benar-benar keterlaluan, mentang mentang kau menjadi bagian keluarga Wijaya kau berperilaku seenaknya, apa kau lupa jika bukan karena Aku yang menyokong mu apa kau pikir keluarga Wijaya akan melirik keberadaan mu?”.
“Yusman Efendi! Apa kau sudah selesai” Anita sudah tidak bisa menahan emosinya, dia tidak mau mendengar celaan dari mulut pamannya.
“ Anita, apa ini cara bicaramu pada orang yang telah membesarkan mu” ucap Yusman marah.
“apa yang ingin kau dengar dariku? Kau ingin aku menyanjung mu sampai ke langit” sindir Anita, dia sudah tidak bisa lagi berbuat baik pada orang yang merebut warisan yang ditinggalkan oleh orang tua nya saat dia masih muda, mereka sungguh orang yang tidak tahu malu, seperti anjing yang menggigit tangan orang yang memberinya makan.
Marah dan kesal mendengar penghinaan itu, dengan kesal dia berucap “ malam ini pulanglah, aku tidak mau mendengar alasan apapun darimu, jika kau tidak datang Aku akan memindahkan tulang- tulang orang tuamu dari kuburan keluarga”.
__ADS_1
“ brengs*k” Anita langsung membanting ponselnya ke tanah dan hancur berkeping- keping, bisa-bisanya orang itu benar-benar tidak punya hati setelah merebut warisannya kini ingin mengusik makam orang tuanya, benar-benar orang terkutuk.