
Seseorang masuk dan menyalakan lampu, Anita merasa sepeti disambar petir ‘apa yang dilakukan Rama tengah malam ke kamarnya bukannya tidur?’.
“apa yang kau lakukan dikamarku?” Anita bertanya, sambil menarik selimutnya untuk menutupi dadanya sambil memelototi pria yang telah melanggar wilayahnya.
Rambut Rama acak-acakan dan jubah tidurnya terlepas, memperlihatkan dadanya yang terpahat dan juga seksi. Yang konyol adalah Rama membawa bantal ditangannya.
Terlihat jika Rama merasa tidak bersalah masuk kedalam kamar Anita di tengah malam, dia tampak agak kesal dan mengabaikan pertanyaannya. Tanpa disadari dia sudah sampai pada tempat tidurnya, melepas sendalnya dan berbaring di sampingnya.
Bantal ekstra Anita terlempar keluar tempat tidur saat dia meletakkan bantalnya sendiri di bawah kepalanya, menutup matanya dan terus tidur.
Anita tercengang denga napa yang terjadi, sebuah ide muncul di benak Anita dia menutup mata Rama dengan tangannya, dia bertanya dengan suara ragu “ Tuan muda, kamu tidak tidur sambil berjalan kan?”
Berjalan saat tidur adalah sesuatu yang sangat mengerikan, dia pernah membaca kasus tentang seseorang yang memenggal kepala orang lain saat berjalan dalam tidur dan bermimpi memotong melon.
‘apa mungkin Rama seorang sleep walker!?’
Rama mengabaikannya seolah dia tidak mendengar ocehan Anita sama sekali, Anita memutuskan untuk mendorongnya sekuat tenaga, Rama tidak berpindah atau bergeser sedikitpun, dia mendorongnya sekali lagi, Rama membuka mata secara tiba-tiba, menatapnya dengan mata suram dan gelap kemudian bertanya.
“Anita apakah kamu sudah selesai?”
“seharusnya saya yang menanyakan pertanyaan itu padamu. Kenapa kau masuk kedalam kamarku di tengah malam dan kenapa kau tisur di ranjangku?” Anita yang marah memelototinya dengan bola matanya yang indah dan menawan.
Setelah memandang satu sama lain dalam waktu yang lama, Rama menariknya dan menekannya kedalam pelukannya, dan jelas Anita memberontak tidak mau membiarkannya memeluk dirinya, dia terus berjuang kemudian membentak “ Rama apa yang kamu lakukan? Kau pikir aku apa? Apa menurutu aku berada di posisi untuk menerima keegoisanmu?!”.
“anita apa kamu masih perlu diingatkan jika kamu adalah istriku? Bahkan jika aku berhubungan intim denganmu, aku pantas mendapatkannya karena aku suami mu?” ucap Rama dingin.
“kau” Anita memukuli dadanya dan berusaha menendangnya jatuh dari tempat tidur.
Rama memutuskan untuk menghadapi apa yang menghalaginya, segera setelah dia berhasil menahlukannya dia menyeringai sinis “apa kamu akan terus memberontak?” tanyanya dengan tatapan tajam.
__ADS_1
“menyingkir”
“berhenti dan tidur” seru Rama sambil memeluk pinggangnya dan menutup matanya, dia tidak punya tenaga untuk berperang melawannya, dia tidak sabar untuk terus berdepat dengannya, namun masalahnya Anita tidak mau berbagi ranjang yang sama dengan dirinya.
“tuan muda lepaskan aku dan kembalilah kekamarmu untuk tidur” Anita menunjuk wajahnya yang tampan mencoba untuk bernegosiasi dengannya.
“TIDAK”
“kalau begitu lepaskan aku, aku akan tidur di kamar lain” Anita akhirnya menemukan ide untuk lepas dari pria menyebalkan itu.
Rama membuka matanya lagi dan menatapnya cukup lama kemudian menutupnya lagi dengan cauhh tak acuh berkata “ aku membutuhkan bantal”
‘lantas? Apa hubungannya kau memnahanku?’ pertanyaan itu hanya terlintas di benak Anita ‘apa dia berubah menjadi lebih mengerikan?’.
Anita sangat jengkel, dia belum pernah bertemu orang yang tidak tahu melu yang bertindak dengan cara bermartabat dan merasa benar sendiri.
“Anita ebrhenti mengumpatiku di kepalamu. Jika tidak aku akan memebrimu pelajaran” Rama mematikan lamu begitu dia seselai bicara, ruangan menjadi gelap gulita.
Entah kenapa dia merasa ada sesuatu yang aneh setelah mencium aroma tubuhnya usai mandi, dia memintanya untuk membantunya menggosok punggungnya karena dia ingin mencium lebih aroma lembut yang membuatnya terpikat.
Yang tidak terduga adalah setelah Anita pergi dia bolak-balik di atas tidur tapi tidak bisa memejamkan mata sama sekali, Aroma memikatnya seolah telah melekat di depan hidungnya.
Karena tidak punya pilihan lain dia pergi ke kamar tidur Anita, tebakannya benar Anita menjadi sangat menyebalkan, Terlepas dia mau mengakui atau tidak dia menyukai Aroma samar yang keluar dari tubuhnya.
Setelah sekian lama Anita memilih pasrah menerima keadaan, saat dia mau tidur dalam keadaan setengah sadar dia merasakan sebuah tangan yang meraba-raba dirinya, dia memukul tangannya “ hentikan”.
Rama tidak berhenti hanya karena penolakannya, dia terus melakukan apa yang dia lakukan, merasakan kulit lembutnya serta menghirup aroma samar yang membuatnya semakin bergairah.
Tiba- tiba dia merasakan dingin di tubuhnya dan dia mulai merasa tercekik seperti ada sesuatu yang menekannya, Anita tersentak bangun dari mimpi, dia menetapnya dengan kesal “ Rama apa yang kau lakukan?”.
__ADS_1
“anita aku menginginkanmu” ucap Ram dengan percaya diri.
“tidak kamu tidak boleh menyentuhku” sanggah Anita mendorong sekuat tenaga dan kantuknya mulai hilang.
“kamu adalah istriku? Kenapa aku tidak bisa menyentuhmu?”tanya Rama dengan suara rendah dengan nada kesal , sungguh lelucon dia adalah istri sah ku, jika dia bahkan dia tidak bisa menyentuhnya lalu siapa yang harus disentuh.
“ Rama biarkan aku bicara dulu, diantara kita tidak ada yang saling mencintai, tidak bisakah kau membiarkan hubungan ini seperti sebelumnya pernikahan di atas kertas?” tanya Anita mencoba untuk bernegosiasi.
“apa yang akan kau lakukan jika aku menolah?” Rama menghapus jarak antara keduanya dan menyentuh bibirnya dengan jemarinya dengan acuh tak acuh.
“aku tahu, kamu menikah karena terpaksa dan aku tahu kamu berpura-pura mencintaiku dihadapan kakek karena kakek menginginkan itu, aku bisa pura- pura mencintaimu dihadapan orang lain termasuk kakek dan ibu tapi bisakah kita menjalin kehidupan pribadi masing-masing tanpa harus melibatkan satu- sama lain?”.
“TIDAK” Rama kehilangan akal sehatnya dia tidak bisa menekan hasratnya, begitu dia selesai bicara, dia mulai menciumnya dengan gila.
…
Anita tidak tahu sudah berapa lama dia tertidur, pada saat dia terbangun dia sudah melihat matahari sudah terbenam dan dia berusaha untuk bangun dari tempat tidur, menggerakkan tubuhnya yang nyeri, kemudian dia pergi ke kamar mandi.
Kakinya sangat lemas dan lemah, dia bahkan tidak memiliki tenaga untuk bergerak dari tempat tidur, dia mengingat tentang perilaku rama semakan membuatnya kepalanya penuh dengan umpatan.
Dia berganti pakaian santai, kemudian turun kebawah, setelah memasuki ruang makan dia bertemu dengan bibi siti yang menerimanya dengan hangat dan memberinya pelukan dengan senyum lebar di bibirnya dia berkata “nyonya muda sini aku akan membantumu duduk, tuan muda memberi tahu kamu untuk membuat sup bergizi sebelum pergi kekantor”.
Ini adalah pertama kalinya setelah pernikahan merek Rama menyuruh bibi siti untuk merawatnya dengan baik, bibi siti adalah orang yang sangat berpengalaman untuk bisa membedakan sikap Rama yang menyuruh memperhatikan Anita sudah pasti ada kemajuan dalam hubungan mereka dan apalagi Anita yang bangun kesiangan.
Saat ini bibi siti sangat bahagia dia menyuruh para pelayan untuk memperhatikannya dan merawat Anita lebih baik.
“bibi Siti kamu tidak melakukan hal-hal seperti itu aku bukan orang yang manja ataupun orang yang berharga aku bisa melakukannya sendiri”ucap Anita yang tidak terbiasa diperlakukan dengan penuh perhatian oleh bibi Siti, dia menghindari kasih sayangnya yang akan terus berlanjut dan duduk didepan meja makan.
“nyonya muda pa yang kau bicarakan, tidak ada Wanita yang lebih berharga darimu” ucap Bibi Siti sambil menyuruh pelayan untuk membawa sup dan hidangan panas kemeja makan.
__ADS_1
Menatap lebih dari sepuluh jenis makanan Anita berpikir ‘apa mereka menganggap ku babi? Jamuan ini untuk lima orang lebih, ini sangat mewah dan sebuah pemborosan yang mubazir’.