
Anita menatapnya kebingungan dengan Ragu bertanya “Apakah kamu tidak marah?”
Setelah dicurigai sebagi seorang pembunuh dan ada bukti yang falit beserta saksi mata. Bahkan sudah ada surat perintah penangkapan. Aku hanya menunggu untuk diadili. Kenapa dia tidak marah? Bicara secara logis seharusnya pria tampan yang ada dihadapannya itu marah karena dia orang yang mudah marah. Mengapa dia menjadi orang yang berbeda?
“kenapa aku harus marah?” Tanya rama kemudian dia memukul kepalanya pelan.
“ Aku dicurigai melakukan Aksi pembunuhan, bukan tapi aku ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan” Ucap Anita dengan wajah sedih serta tatapan kosong.
“Apa kamu yang melakukan pembunuhan itu?” Tanya Rama antusias.
"TIDAK!" Seru Anit.
"Itu sudah cukup." Rama berbicara sangat acuh tak acuh, seolah-olah dia baru saja berbicara tentang cuaca.
"Apakah kamu mempercayai ku ?" Anita bertanya dengan heran, menatapnya dengan tatapan mata penasaran.
Setelah mendengar kata-katanya, wajah Rama menjadi Kusam, seolah-olah akan sangat rugi jika dia mengatakan bahwa dia mempercayainya. Setelah ragu sejenak, dia berkata, "Kamu adalah istriku."
Dengan kata lain, dia mencoba mengatakan, siapa lagi yang harus saya percayai, jika bukan Anda?
Anita menangis dan melirik Rama, menemukan pria itu sangat enak dipandang. Dia bahkan menemukan temperamen buruknya menggemaskan
Meskipun mereka tidak memiliki perasaan satu sama lain, saat mereka menikah. Seharusnya saat ini dia menyalahkannya dan mencacinya. Tapi dia memilih untuk mempercayainya. Dia berpikir jika sebenarnya Rama orang yang baik, walau emosinya mudah meledak secara tidak menentu.
Setidaknya dia memilih untuk mempercayainya saat situasi seperti ini. Itu lebih menghangatkan hatinya dari pada janji.
Rama meraih pergelangan tangannya dan alisnya yang indah berkerut. Dia perlahan menyerempet jarinya ke memar yeng m merah di lengannya dan bertanya, "Apakah ini sakit?"
“Aku tidak serapuh itu. Ini hanya cedera kecil seperti ini tidak akan sakit, ”Anita menggelengkan kepalanya dan tertawa kecil. Itu adalah senyum pertama yang menghiasi wajahnya sejak dia diborgol dan dikirim ke kantor polisi.
Namun, senyumnya membuat mata Rama mengerut dan dia semakin marah. Dia membentak, "Tono cepat lepaskan borgolnya!"
__ADS_1
Kepala departemen kepolisian yang berusia empat puluhan, bisa- bisanya dia berada di bawah kendali seorang pria berusia 20 tahun, Rama Wijaya. Bagaimana mungkin dia tidak malu? Tentu dia sudah kehilangan muka, apa boleh buat kekuasaan pria muda itu berada di atas jangkauwannya.
Tono sangat panik dia buru- buru mengambil kunci dari petugas kepolisian dan segera bergegas menuju Anita untuk memnuka borgolnya.
Semua petugas polisi buru-buru menunduk, karena takut kepada Rama, Takut jika Tuan Muda itu akan melampiaskan amarahnya pada mereka.
Sejujurnya, mereka tidak memiliki keberanian untuk menangkap Anita jika bukan karena instruksi Ibu Negara…
Ibu Negara tidak memiliki kekuasaan sebanyak yang miliki Tuan Muda Wijaya di ibu kota, dan pengaruhnya se Asia tidak bisa dianggap enteng. Sedikit kesalahan yang dilakukan oleh pihak kepolisian akan mengakibatkan kantor kepolisian itu dihancurkan, seperti yang dikatakan Rama.
Selain membebaskan Anita mereka akan membiarkan Rama dan mereka bersedia untuk melakukan apa saja untuk melayaninya dan menyenangkannya tanpa keberatan sama sekali.
Setelah borgol dilepas, Anita menggosok pergelangan tangannya dan melirik Rama sebelum bertanya dengan lembut, “Tuan Muda Wijaya, bukankah Anda bertingkah terlalu berlebihan? Saat ini kita berada di kantor polisi… ”
'Ini wilayah mereka, Tuan Muda Wijaya! Apakah kamu tidak terlalu gila?'
Rama mengangkat alisnya dengan acuh tak acuh dan bertanya dengan santai, "Anita apakah kau meremehkan suamimu ini?"
"Kau sangat pintar" Rama membelai kepalanya, seolah dia sedang menepuk kepala hewan peliharaan.
Keduanya benar-benar lupa akan kenyataan bahwa mereka berada di ruang tahanan, dan terus mengobrol satu sama lain, menyebabkan para polisi melongo.
Niko berkeringat dingin dan dia berpikir ‘Tuan Muda, Anda di sini untuk menyelamatkan Nyonya Muda, bukan untuk menggodanya!’ Niki sambil nenepuk jidatnya sendiri karena dia tidak berani mengusik kemesraan mereka yang salah tempat.
Mereka berdua mengobrol sebentar sebelum Rama menatapnya dan dengan lembut tangannya menyentuh wajahnya yang kurus. "Apakah kamu masih takut sekarang?"
Anita berpikir sendiri dengan heran, ‘apakah dia benar-benar akan menolong diriku?’
Meskipun dia tetap tenan, tapi dia ketakutan ketika bukti dari rekaman kamera pengintai bahwa dia memiliki motif pembunuhan.
Apakah dia hanya mengobrol santai denganku demi mengalihkan perhatianku agar aku tidak terlalu tegang?
__ADS_1
Anita sangat tersentuh oleh perhatiannya. Dia memeluknya dan membenamkan wajahnya di dadanya. Dia berkata, "Tidak, tidak sama sekali ..." Dia yakin Jika Rama mempunyai cara untuk membuktikan dia tidak bersalah. Seperti bagaimana dia percaya bahwa dia adalah suaminya.
Rama membelai rambutnya dan tiba-tiba berkata dengan tegas, “Masalahnya sedikit rumit. Saya akan melakukan yang terbaik untuk menyelidiki dan mengungkap kebenaran secepat mungkin. Saya tidak punya pilihan selain meninggalkan Anda di sini untuk saat ini. Ini akan sulit bagimu.”
“Tidak sama sekali,” Sahut Anita. Dia tidak begitu rapuh atau manja, dan telah mengalami segala macam rasa sakit dan siksaan sebelumnya.
“Itu bagus” Ucap Rama dengan anggukan. Dia masih mencoba merencanakan langkah selanjutnya.
Niko dengan lembut mengingatkanya, "Tuan Muda Wijaya, sudah hampir waktunya untuk konferensi pers."
Ternyata, sudah ada sekelompok besar wartawan yang berkumpul untuk menyiarkan berita penangkapan Anita. Sekarang, satu negara telah mengetahui tentang Anita dicurigai melakukan pembunuhan.
Para pemegang saham WJ International Kompany mulai resah dan menjual seluruh saham WJ International Kompany yang mereka miliki.
Rama secara langsung telah menenangkan mereka semua dan menyalamatkan citra WK International Kompany. Sebagai sang CEO
Dia membungkuk ke depan untuk mencium Anita sebelum melepaskannya dan berkata, “Aku pergi sekarang. Aku akan datang menemui mu lagi nanti malam.”
Anita sadar betul betapa seriusnya situasinya saat ini, dan dia memiliki banyak hal untuk ditangani saat ini. “Silakan pergi, Anda tidak harus datang dan mengunjungi saya nanti malam . Tidak akan terjadi apa-apa padaku di sini.”
Rama menatapnya sebentar sebelum berbalik untuk pergi. Ketika mereka mulai semakin jauh, Anita dapat mendengar Rama sedang memarahi Tono dan memerintahkannya untuk tidak memperlakukannya dengan buruk. Dia juga mendengar dia mengancam untuk memberi pelajaran pada Tono jika Anita sampai disakiti.
Setelah mendengar kata-katanya, Anita tersenyum dan perasaan hangat dan kabur memenuhi hatinya. Dia tiba-tiba merasa hangat di sekujur tubuhnya juga.
Di ruang tahanan mewah menara kantor Internasional WJ, konferensi pers sedang berlangsung dan Rama berpidato tentang kasus pembunuhan yang melibatkan Anita.
Rama duduk di kursi terdepan dan menatap para reporter dengan tatapan tegas dan mengancam. Dia berkata dengan sungguh-sungguh, “Saya akan mengklarifikasi hal-hal tentang pembunuhan yang melibatkan nama Anita. Dia telah difitnah.”
jangan lupa like,komen dan jangan lupa vote yaa
sangat berterima kasih kalo kakak-kakak mau mentraktir aku, hitung hitung buat beliin kopi sasetan🤭😘
__ADS_1