Pernikahan Termahal

Pernikahan Termahal
Rama menyadari hubungan Anita dan Uwais


__ADS_3

Saat melihat dokter yang bertugas, Rama menarik krah jas putih dokter itu dia menekannya kedinding, segera bertanya padanya “ bagaimanan keadaan wanita yang sedang dirawat itu?!”


Dokter itu menjawab dengan suara bergetar “pasien itu memiliki beberapa luka, patah tulang rusuk dan hatinya tergeser. Dia juga kelilangan banyak darah… untungnya dokter mengirimnya tepat waktu. , dia tsedang melewati masa krisis dalam hidupnya, setelah dia sadar hidupnya tidak dalam bahaya lagi”.


Itu adalah kalimat yang paling menenagkan hati setelah beberapa hati dalam kecemasan.


Rama dengan pasrah melepaskan dokter itu dan bersandar ke dinding, akhirnya dia merasa lega ‘dia baik-baik saja, dia baik- baik saja …Sekarang saya bisa menjawab pertanyaan kakek’.


Melihat keadaan Rama saat ini, Bryan menghela nafas dan berpikir dalam hati ‘sepertinya dia benar-benar kecanduan padanya. Dia hanya belum menyadarinya perasaanya’.


Uwais melihat Anita yang berbaring tak berdaya di tempat tidur. Dia tidak pernah berpikir jika dia akan bertemu dengannya dengan kondisi seperti ini, setelah tiga tahun lebih ‘Anita maafkan aku, aku gagal melindungimu dengan, sesuatu seperti ini tidak akan pernah terjadi mulai saat ini dan seterusnya, aku tidak akan pernah membiarkan seseorang menyakitimu!’ Uwais bersumpah dengan sungguh-sungguh di kepalanya.


Melihat betapa pucatnya keadaan Anita. Zara bergumam sedih “An An berapa banyak penderitaan yang kau terima, mengapa kau pergi ke London, kamu jelas tahu ..”


“Zara” Elsa menegurnya untuk menhentikan dia melanjutkan kalimatnya. Dia sama sedihnya melihat keadaan Anita sama dengan Zara yang sedih.


Dia melangkah maju untuk memeluk Zara dan menatap Anita melalui jendela kaca. Dia menghiburnya dengan lembut, “Anita akan baik-baik saja. Dia tidak akan meninggalkan kita tanpa penjelasan apapun. Dia akan belajar setelah pengalaman ini.”


“benar dia akan segera siuman kalian tidak perlu khawatir” hibur Rafai keadaanya sama saja dengan mereka berdua.



Setelah tiga hari berlalu Anita bangun. Selama dua minggu terakhir dia sangat stress dimana dia tidak pernah bisa tidur nyenyak. Kali ini dia tidur selama tisa hari penuh.


Bulu matanya yang tebal bergetar dan dia membuka matanya perlahan, hanya untuk disambut dengan pemandangan sumber cahaya yang kuat, menyilaukan, dan menyilaukan yang membuatnya secara naluriah menutup matanya.


Bahkan sebelum dia bisa melihat di mana dia berada saat ini, Zara menerkamnya sambil menangis. “Anita, kamu akhirnya bangun! Tahukah kamu bahwa kamu benar-benar membuat kami sangat takut!?!”

__ADS_1


"Zara?"


Setelah mendengar suara yang sangat familiar, Anita membuka matanya dan melihat Zara yang sedang menangis seperti anak kecil. Hatinya segera menjadi lembut.


Sepertinya dia diselamatkan oleh pria berpenampilan berbahaya itu, dia berhasil membawanya pergi. Saat dia koma, dia secara halus mendengar seseorang berkata, “Wanita, ingat ini. Nama saya Kristian dan saya akan mencari Anda untuk membuat anda membayar kebaikan saya”


Apakah penyelamat saya bernama Kristian? Dia akan selalu mengingat nama penyelamatnya.


Zara memeluknya sambil menangis bahagia seperti anak kecil. Anita benar-benar terhibur dan dia berpikir, gadis ini tidak hanya terlihat seperti boneka, bahkan karakternya seperti seorang gadis.


“Zara, aku baik-baik saja. Jangan khawatir,” dia mengangkat tangannya dengan sekuat tenaga dan menepuk punggung Zara agar dia tidak terlalu khawatir.


“Zara kau akan menyakiti Anita jika kau berperilaku seperti itu” seru Elsa, dia juga ingin segera melihat Anita.


“Benar kah!” ucap Zara terkejut, dia melepaksanya dengan mata yang sudah memerah. Anita tertawa sementara Zara memelototinya “ kamu sudah bisa tertawa itu artinya kamu sudah baik-baik saja emm” seru Zara.


“Anita, Apa kamu masih merasa tidak enak badan?”tanya Zara khawatir, dia sudah membaca laporan Kesehatan Anita sebelumnya, dia sangat bersyukur karena Anita di rawat oleh orang berbakat, jika tidak kondisinya akan sangat buruk.


“aku akan mengambilkanmuu air sekarang” ucap rafai dia segera berbalik untuk mengambil air.


Rama bergegas keluar mengambil segelas air, kemudian kembali berdiri didekat tempat tidur “ Ini airnya, segera minum” ucapnya.


Anita tidak sengaja melihat keberadaan Rama disini. Saat dia melihat wajah tampannya yang angkuh membuahnya sangat marah. Dia memiringkan kepalanya kesamping dan mengabaikan keberadaanya. Dia tidak akan lupa bagaimana dia telah mengusirnya dari kamar hotel tanpa alasan yang jelas, pada malam pertama perjalanannya di inggris.


Dia tidak mau berurusan dengan Rama yang memiliki emosi yang berubah- uabah dan tak menentu. Jelas dia memilih untuk menghindarinya.


“Anita, kau” seru rama selama ini tidak ada yang pernah memperlakukannya seprti ini. Tekanan darahnya mulai naik dan dia segera memecahkan gelas itu.

__ADS_1


“Rama jangan gegagabah” Bryan tangannya dan menggelengkan kepala memberi isyarat padanya untuk tidak melakukan hal itu.


Selama ini dia sudah berusaha keras untuk mencarinya saat hilang. Sekarang setelah ditemukan bagaimana bisa kesabarannya hilang dan marah padanya?.


Mengambil hati Wanita membutuhkan keterampilan dan pengetahuan juga ….


Kemarahan Rama pudar saat melihat tatapan mata Bryan. Dia mengalihkan pandangannya kebawah melihat wajah pucat dan lebam istrinya kemudian menghela nafas dan duduk di samping tempat tidur. Dia membantunya duduk dan meletakkan cangkir di dekat bibirnya dan berkata dengan naada suara yang lembit “ Apakah kamu tidak haus? Minumlah.”


Kondisi Anita sangat lemah dia sudah berusaha sekuat tenaga untuk mendorongnya tapi tidak bisa sama sekali. Karena dia benar- benar haus, dia tidak punya alasan untuk menolak air dingin yang ada dihadapanya.


Setelah melihat kepatuhannya Rama tersenyum. Segera setelah dia menghabiskan secangkir air dia menyeka sisa air dibibirnya dan bertanya “Lagi ?”.


Anita amenjawab dengan jujur “ Iya”


Rama menjadi sangat perhatian dia menambahkan bantal dipunggung Anita memungkinkannya untuk bersandar di kepala tempat tidur “ tunggu sebentar, aku akan mengambilkannya lagi”.


Anita tetap diam tidak menolahk bantuannya dan memposisikan diri senyaman mungkin, kemudian mengamati sekeliling. Detik berikutnya pandangannya membeku.


Jari jemarinya gemetar saat dia mengarahkan pandangannya ke Uwais dan tidak ada yang menyadari hal itu. Uwais tampak gagak dalam balutan kemeja putih dan celana Panjang hitam.


Ketika keduanya saling menatap percikan terbang seketika. Mereka tiba-tiba terdiam. Keheningan tampaknya telah hancur berkeping-keping berbaur dengan udara.


Rama bisa merasakan sesuatu yang salah di antara mereka berdua.


Nyatanya, mereka sepertinya memiliki hubungan yang rumit!


Rama sangat marah saat melihat Anita menatap pria laian di hadapannya, kedua orang itu terpukul dan linglung.

__ADS_1


Dia mengambil cangkir air dan mendorong Rafai yang baru saja kembali dari menuangkan air, dan membantingnya ke lemari samping tempat tidur.


Air dari gelas itu memercik keluar dari cangkir dan menodai seprai, serta jari-jarinya. Rama mengatubkan giginya dengan marah dan memotong, “Sayang, bukankah kamu mengatakan bahwa kamu haus? Minumlah air.”


__ADS_2