
Setelah selesai dengan urusannya Anita mengajak Raffia pergi, dengan Langkah percaya diri dia melangkahkan kaki Raffai memberinya pekulan kecil, sedangkan Mulan dan Mila masih ketakutan dengan hadia yang diberikan Anita.
“kau memberi mereka sebuah tamparan yang keras Anita” puji Raffai, dia membukakan pintu mobil untuk Anita.
Anita terlihat Bahagia “ semua berkat bantuanmu Raffai” sahut Anita, Awal pertemuan mereka terjadi saat mereka masih kecil, hubungan mereka renggang saat Raffai diterima di salah satu kampus ternama dunia, selama beberapa tahun terpisah persahabatan mereka tidak berubah.
Sedangkan Anita bergaul dengan Zara dan Elsa saat mereka menduduki sekolah menengah Atas, mereka menjalin hubungan yang sangat baik, bahkan saat mereka kuliah di universitas yang berbeda.
Hubungan mereka berempat terjalin semakin akrap bahkan setelah terpisah bertahun-tahun, mereka akan mengadakan makan malam bersama atau pesta bersama saat mereka ingin.
Raffai adalah pewaris perusahaan bergengsi, sementara Zara adalah anak bungsu yang dimanjakan dikeluarga kaya dia juga bekerja diperusahaan keluarganya , sementara Elsa berprofesi sebagai salah satu dokter kecantikan terbaik dia juga terkahir dari keluarga kaya raya.
Sedangkan Anita adalah menantu dari keluarga terkaya di Asia, walau dia tidak kerja dia bisa hidup mewah seperti apapun dia mau, bahkan jika dia tidak bekerja keuangan keluarga Wijaya tidak aka nada habisnya.
….Hari berikutnya di café
Anita dan Zara sibuk menikmati sarapan di salah satu Café yang berada di pusat kota, Anita berencana untuk mulai mengisi kesibukannya dengan hal-hal yang berguna untuk menambah nilai dari dirinya begitupun dengan Zara dia berniat untuk bekerja dengan sungguh- sungguh karena selama ini dia lebih sering menghabiskan waktu untuk bersenang-senang.
Anita menikmati hidangan Escream rasa staowberi di café favoritnya, dia menyuapkan sesendok es cream kedalam mulutnya, dia merasa Bahagia setelah itu. Sebuah telepon menggenggu kesenangannya dia melihat kontak siapa yang menghubunginya setelah itu dia menjawab telepon “ iya Raffai” sapa Anita.
“anita apa kau sudah membaca berita hari ini?”.
“tidak, memangnya apa yang terjadi?” tanya Anita dengan santai, kemudian memasukkan es cream kedalam mulutnya dia menyipitkan matanya karena sensasi dingin dan asam yg di rasakan.
“ tidak ada , itu hanya pernyataan biasa, kalian ada dimana aku akan menyusul kesana setelah ini”.
“baiklah, aku berada di di café biasa, datanglah setelah pulang kerja” sahut Anita.
__ADS_1
“ ok”
Mereka mengakhiri panggilan telepon, Zara merasa penasaran denga napa yang menjadi topik pembicaraan mereka “ An apa yang dikatakan Raffai?”.
“ dia hanya bertanya tentang berita hari ini, setelah itu dia ingin bergabung dengan kita untuk makan malam” papar anita, dia Kembali menikmati es cream yang dia pesan.
“membosankan” cibir Zara dengan suara pelan, Anita tersenyum dia mengabaikan Zara, Zara membaca pesan dari Elsa kemudian berkata “malam ini Elsa tidak bisa bergabung, karena dia akan melakuakn oprasi kecil malam in” ucap Zara dengan Wajah cemberut, kemudian menyeruput jus buah kesukaannya.
Selang beberapa saat terjadi keributan di café, Rama datang membawa banyak pengawal ke dalam café “An, suami mu!, dia di sini membuat …..” seru Zara terkejut dengan kedatangan Rama yang tiba-tiba.
Saat Anita menoleh kesamping tubuhnya diangkat dengan tiba-tiba wajahnya menabrak dada kokoh dan keras membuatnya ingin menangis saat itu juga.
“Anita” sebuah suara yang familiar terdengar dari atas kepalanya.
Anita menggosok hidungnya yang kesakitan kemudian dia menatap Wajah tampan suaminya “ apa yang kau lakukan? Kenapa kau disini? Apa aku mempunyai masalah denganmu bisa- bisanya kau bersikap kasar kepadaku?” cecar Anita Panjang lebar.
Semua pelanggan menoleh kearah mereka, seandainya Rama tidak membawa banyak pengawal untuk menutupi mereka dari pandangan pelanggan mereka akan sangat malu saat ini.
Rama tersenyum sini kemudian berucap “kau memang tidak mempunyai masalah denganku, tapi kau terlibat dengan pria brengsek” bisiknya Rama kesal.
Anita meronta dia berusaha lepas dari dekapan Rama tapi usahanya tidak berhasil, dia berpikir ‘apa aku sudah gila? Sejak kapan aku melakukan hal itu?’.
Anita menatap wajah Rama yang tampan bak karya bahat yang sempurna dengan tatapan mata yang dingin sedingin es “ aku tidak mengerti apa yang terjadi, bisakah kau menjelaskannya terlebih dulu?” pinta Anita.
“baiklah kita akan membahasnya setelah kita sampai di mansion, dan kau akan tahu alasan untuk kematianmu” ucapnya dia menurunkan Anita, dia memeluk tubuh Anita mereka melangkahkan kaki untuk keluar, sementara anita menoleh kebelakang memberi isyarat pasa Zara jika dia pulang du;uan dengan wajah enggan.
Zara terkejut dan membuka matanya lebar-lebar dia bertanya-tanya pada dirinya sendiri apa yang dilakukan tuan muda Wijaya sekarang apa pria itu berniat untuk menghukum Anita di siang bolong.
__ADS_1
Begitu keluar dari Café Anita dia baru sadar jika ada banyak reporter yang sedang mengambil gambar mereka, dengan reflek dia memeluk pinggang Rama dengan canggung dia mendekatkan wajahnya ke Rama dan berbisik “ kenapa kau tersenyum seperti itu, sangat mengerikan” kritik Anita dia melihat kesamping kemudian Kembali bertanya “ apa yang telah kau lakukan sampai-sampai begitu banyak reporter di pintu masuk” tanyanya tanpa wajah bersalah.
“ini semua karena prestasimu nyonya muda” sahut Rama dengan senyum menawan, saat Anita hendak bertanya lagi, para wartawan dan reporter mengajukan pertanyaan pada mereka.
“tuan muda Wijaya tolong berikan pendapatmu tentang nyonya muda yang berkencan dengan pria lain?”.
“Tuan muda Wijaya saat ini anda bersama dengan nyonya muda, apa ini membuktikan jika berita itu salah?”.
Rama memasang wajah dingin dan ambigu, Anita agak bingung meskipun dia sedikit mengerti apa yang terjadi, sementara anita tenggelam dalam pikirannya, rama mengencangkan cengkeramannya membuat Anita merasa kesakitan namun dia tetap mempertahankan senyumannya yang menawan.
Rama menjawab pertanyaan wartawan dengan tenang “ itu hanyalah sebuah rumor, saya pikir saya tidak perlu menjawab pertanyaan anda karena kebenaran akan muncul dengan sendirinya, saya takin rumor itu akan berakhir setelah kebenaran terungkap” Rama kemudian mencium dahi Anita, hal itu membuat para reporter dan wartawan menggila.
Anita terkejut dengan apa yang dilakukan Rama, pasangan itu membuat pemandangan yang sangat mengairahkan dan indah yang tidak dapat dilupakan begitu saja.
Sesaat setelah mereka Kembali dari imajinasi mereka, Rama sudah membawa istrinya yang cantik menghilang.
… mansion
Mereka sudah sampai dimension setelah masuk rama mendorong tubuh Anita ke tembok sampai terdengar retakan dari punggung Anita “ Rama kau sudah gila ya?”.
Rama sudah tidak bisa setenang tadi saat mereka wawancara, dia melepas jas dengan frustasi dia melemparnya secara sembarangan, kemudian menarik dasinya menjauh dari lehernya, dia berjalan kearah Anita dengan amarah yang meluap dia meraih leher Anita memelototinya dengan mata merah kemudian membentaknya “ iya aku gila, dan kau akar masalahnya”.
Anita berusaha melepaskan lehernya dari cengkraman Rama “ bukannya kamu yang bilang kalau kita akan membahasnya lebih dulu, kenapa kau malah main kasar? Kau malam memperburuk keadaan, apa kau membutuhkan ku untuk mengajari cara menyelesaikan masalah?”.
Rama menatap anita tanpa belas kasihan namun dia melepaskan cengkraman tangannya, kemudian menyuruh bibi siti yang mulai panik “ bawa korannya kesini Sekaran!”.
Bibi siti membawa koran itu pada Rama, kemudian di lemparkan koran itu pada Anita “baca dengan benar, lihat! Apa kau masih mempunyai alasan untuk mengelak”.
__ADS_1