
Anita tidur saat para pelayan datang ke kamarnya, dengan hati- hati mereka membangunkannya , dia membuka mata dan bertanya dengan kesal “apa yang kalian lakukan?”
“nyonya muda, saya minta maaf! Tuan muda baru saja menghubungi dia menyuruh anda untuk ke kantor dalam waktu kurang dari setengah jam” para pelayan sedikit takut untuk membangunkan anita tapi mereka masih melakukannya dan membantunya berganti pakaian baru.
‘kenapa dia menginginkan ku pergi kekantor?’ pikirnya.
Saat dia masuk mobil dia mulai menyantap sandwich dan susu dengan kesal, dia memaki Rama dalam hatinya.
Mobil itu melaju dengan kecepatan yang luar biasa dan sopir sudah pasti telah menerima perintah dari Rama, dia bertekad mengirimnya secepat mungkin.
Tepat setelah setengah jam Anita berdiri di Aula WJ Kompany, Niko sudah menunggu sejak lama saat melihatnya dia segera menghampirinya tersenyum dan berkata “ nyonya muda , anda sudah samapi”.
Anita langsung bertanya ke intinya “kenapa Rama menyuruhku kesini?”
Saat dia berjalan ke lift Niko menghentikannya dengan canggung “ nyonya muda, tuan muda menolak untuk bertemu, dia ingin memberi tahu mu satu-satunya alasan dia menyuruhmu datang kesini adalan untuk membersihkan seluruh kamar kecil yang ada disini”.
Tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengar Anita “ apa yang beru saja kau katakana? Ulangi?”.
“ nyonya muda anda tidak salah dengar, tuan muda menyuruh anda untuk membersihkan seluruh kamar kecil di kantor ini”.
‘Bajingan’
Anita mengepalkan tangan, dia kemudian tertawa kecil sebelum berkata “ mengapa saya harus mendengar instruksinya? Mengapa saya harus bekerja hanya karena dia menginginkannya?” dia diam ‘ dia sangat kejam, tidak cukup untuk membuat jatuh, mengurung tanpa alasan kini menyuruhku seenaknya’.
Dia tahu jika Rama mengancamnya karena dia tahu jika dia sangat membenci Mulan, dia juga tahu jika dia tidak akan menolak untuk apa yang di perintahkan, dia tahu jika Mulan telah di berhentikan dari agensinya tidak ada tempat untuknya di dunia hiburan.
Dia tidak akan membiarkan skandal itu berhenti sampai disini, dia tidak ingin Rama menghancurkan rencana yang telah di buat, dia menggerakkan gigi kemudian berkata “ baiklah aku akan melakukannya”.
__ADS_1
Niko bernafas lega mendengar persetujuan Anita, dia berpikir jika ini adalah tugas yang sangat mustahil yang di berikan Rama, dia lebih suka bernegosiasi dengan bisnis yang berbahaya, dari pada berinteraksi dengan Anita yang akan membahayakan Nyawanya.
Niko mulai memberi isyarat petugas kebersihan untuk membawa Anita ke kamar mandi di lobi dan mengajarinya cara untuk membersihkan kamar mandi, setelah memberi tahu cara membersihkan kamar mandi petugas itu segera pergi dalam hitungan detik.
Dia melihat gagang pel di tangannya, dia berpikir jika dia adalah singa yang diganggu oleh Anjing gila yaitu Rama.
‘ saya memiliki nilai dan martabat juga ok, sejak kapan dia harus mengerjakan pekerjaan rendahan seperti ini’.
Saat dia memaki kesal dia mendengar suara Niko dari earphone nirkabel “ hem , nyonya muda sebaiknya anda segera melakukan pekerjaan”.
Anita menjadi kesal dan berteriak “ Niko kau mengawasi ku ?” dia mengangkat kepalanya kemudian mencari kamera pengintai.
“orang cabul, bisa- bisanya mereka memasang kamera pengintai di kamar mandi Wanita” seru Anita.
“nyonya muda, jika anda tidak ingin melakukan pekerjaan lembur, anda harus segera memulai pekerjaan anda” Niko memberi instruksi.
Sepanjang pagi dia hanya mampu mengerjakan 6 kamar mandi, namun itu hanya untuk satu lantai ada sisa ratusan kamar mandi di WJ Kompany.
Dia hanya makan sandwich dan segelas susu untuk mengganjal perutnya, perutnya mulai kosong karena dia harus menggunakan banyak tenaga, karena itu dia sudah merasa pusing.
Rafai, Zara dan Elsa kini berdiri di luar kantor CEO WJ Kompany, mereka dihentikan oleh sekertaris yang mengatakan bahwa Rama menolak untuk bertemu dengan tamu mana pun.
Rarai mulai marah dia berkata “ cepat masuk dan lapor ke Rama wijaya, mungkin dia ingin melihatku!”.
Terjebak dengan dilema, sekertaris menatap Rafai yang gagak dan berkata “ Tuan Muda saya dalam kesulitan, Tuan muda wijaya saat ini menolah bertemu dengan siapapun hari ini” awalnya dia akan mengatakan itu pada Anita, namun dia menggunakan Alasan yang sama pada mereka.
Elsa dengan bingung berjalan kearah sekertaris, dia ingin sekali menerobos masuk keruangan Rama tapi niatnya urung karena para pengawal berdiri di dekat pintu,
__ADS_1
“apa kalian sudah mendengar, jika nyonya muda di hentikan oleh sekertaris Niko saat dia datang ke kantor hari ini, dia berkahir di suruh membersihkan Kamar mandi”.
“apakah itu benar? Bagaimana mungkin sekertaris Niko melakukan hal itu pada nyonya muda? Apakah kamu bercanda?”.
“lihat saja sendiri, apa kau pikir aku sedang bercanda, apa kau pikir sekertaris Niko memilik kekuatan untuk melakukan hal itu, jika tidak di suruh langsung oleh tuan Muda Wijaya, apa kau pikir aku tidak punya kerjaan untuk menciptakan rumor seperti itu?”.
“apa? Kalau begitu berarti rumor yang beredar itu benar, kemesraan yang mereka tunjukan beberapa waktu lalu hanya untuk menenangkan media dan meyakinkan semua orang jika rumor itu salah?”.
“ itu hal yang mungkin! Siapa yang tahu? Keluarga kaya sangat rumit untuk di mengerti, saya dengar jika nyonya muda tidak memiliki latar belakang jadi itu normal kalau dia ditindas oleh tuan muda”.
“hidup nyonya muda sangat menyedihkan”.
Meski para sekertaris suda berusaha selembut mungkin untuk bergosip tapi Anita masih bisa mendengar hal itu dengan sangat jelas, dia berbalik dan berkata untuk pada Zara dan Rafai “ Zara, Rafai ayo kita pergi”.
Zara sedikit terkejut saat Elsa menyeretnya dan Rafai ke dalam lift “ Elsa ada apa denganmu?” tanya Zara.
“ an an kita sedang ditindak, saat ini dia sedang membersihkan kamar mandi” ucap Elsa kesal.
“ siapa yang berani melakukan itu” seru Zara tak terima, dia sadar siapa satu-satunya orang yang bisa melakukan itu “ dasar bajingan” umpatnya kesal.
Setelah turun dari lift mereka segera melangkah untuk menggeledah setiap kamar mandi yang ada di lantai bawah.
Zara berhasil menemukan Anita yang sedang bersandar di dinding sambil menatap Langit-langit, di kamar mandi paling kecil di ujung paling ujung lantai satu, mereka segera bergegas berlari kearahnya.
“ An An apa kau baik- baik saja?” tanya Zara segera memeluknya, mereka mengamati dari unjung kepala sampai ujung kaki, mereka bernafas lega melihat Anita baik- baik saja.
Elsa mengelilinginya memastikan kondisinya “ Anita kau membuatku sangat takut” teriak Elsa.
__ADS_1