
Rio berkeringat dingin, dia mundur beberapa Langkah sambil menahan sakit, Zara menyisir Rambutnya dengan jadi kebelakang, dengan sombong berkata “ini yang kau dapatkan setelah menghinaku!”
Rio menatapnya dengan tatapan tajam, dia mengoceh kesakitan “Zara kau telah menggali kuburanmu!” dia berusaha yang terbaik untuk menahan sakit di bagian selangkangannya, sekali lagi dia menerkamnya seperti Binatang buas. Dia menekan tubuh mungil Zara ke dinding dan meraik kepala bagian belakang berusaha untuk menciumnya. Zara tidak pernah mengalami hal seperti ini dia sangat terkejut.
Menyadari bahwa Rio sangat marah dan mendekatinya, dia menatapnya dengan wajah polos serta mata berkaca-kaca. Dia lupa jika mendorongnya adalah solusi terbaik.
Rio mengabaikan ekspresi manis dan polosnya. Yang dia pikirkan hanyalah bahwa harga dirinya sebagai seorang pria telah dilukai dan dia harus membalas perbuatannya! Dia menggigit bibir bawahnya seperti anjing gila, membuat Zara sangat tajut, dia menjerit kesakitan “Sakit …, lepaskan …. Aku”
Namun Rio tidak memperdulikan rengekannya, dia tidak perduli dengan usahanya. Zara berada dalam tekanannya, bahkan dia tidak bisa bergerak seincipun. Diah menyaksikan asemua yang terjadi, dia tidak pernah melihat Rio begitu frustas saat menghadapu Wanita. Ini adalah pertama kalinya dia melihat secara langsung..
…
Anita dan Rama tiba saat semua orang sudah berada di Ruang VIP Yang telah dia sewa. Anita terkejut saat melihat Rafai, Zara, Elsa, Rio dan Bryan yang datang.
Anita tidak tahu bahwa Rama adalah orang yang mengatur agar Bryan dan Rio datang ke pestanya. Dia berpikir jika setatusnya sebagai nyonya muda keluarga Wijaya yang membuat mereka datang.
Sangat aneh. Rama tidak tahu mengapa dia khawatir mengenai pernikahannya yang sudah berusia 3 tahun dan Anita yang telah dia abaikan selama ini.
Baik itu saat dia diculik di Inggris atau dicurigai melakukan pembunuhan atau pembunuhan yang disengaja, perilaku Rama benar-benar membuat penasaran…
Zara duduk di sebelah Elsa dengan kepala mendunduk melihat lantai denganw ajah muram, Anita menarik tangannya dari lengan Rama, dia berjalan menuju Zara.
Elsa bertanya saat menyadari perilakunya yang tidak seperti biasaanya “ Ada apa dneganmu?”
“aku baik-baik saja” sahut Zara, dia mendongak sesaat kemudian Kembali menunduk Kembali dengan wajah cemberut. Bagaimana bisa baik-baik saja?
__ADS_1
Anita khawatir, dia duduk si sampingnya. Dia bertanya ke Rafai karena dia tidak mendapatakan penjelasan apapun dari Zara “ Rafai, siapa yang telah mengganggu Zara? Bajingan mana yang berani melakukan hal itu?” Tanya Anita kesal. Tanpa sadar dia meninggilkan suaranya.
Sementara Rio sedang menikmati segelas anggur di tangannya sambil memeluk Diah ‘dia memanggilku bajingan? Haruskah aku mengaku jika aku bajungan yang di acari?
Rafai mengangkat bahu “ Aku juga tidak tahu karena aku juga baru saja datang dengan Elsa” Ucap Nya santai.
Anita kesal “sial! Apa kau kesini hanya untuk membuat ku panik Zara, katakan siapa bajingan yang telah menindasmu…?”
Rio mendorong Diah menjauh, dia akan mengakui jika dia adalah bajingan yang di acari, Zara menyela “ haha An An apa kamu sangat mencintaiku? Aku pikir aku memiliki kemampuan yang hebat dalam ekting. Bukankah aku terlihat seperti korban tertindas dan menyedihkan?”
Anita terkejut dengan perubahan sikap Zara yang tiba-tiba “ Zara mengapa kamu berpura- pura marah dan menyedihkan kau dapat ide itu dari mana?”
“aku baru mempelajari tadi, dan itu sangat menyenangkan..” Zara segera memeluknya, dia Kembali berkata “ ayo segera mulai pestanya, kita rayakan kepulanganmu setelah berhasil membersihkan nama baikmu, kita tidak boleh pulang sampai mabuk!”
Semua orang menatap mereka berdua dengan bingung. Suatu saat, mereka marah dan selanjutnya, mereka tertawa dan bermain-main. Suasana hati mereka benar-benar tidak menentu dan semua orang tercengang…
Rio menatap Zara dengan tatapan tercengang, dia berpikir jika dia akan membocorkan rahasianya dan mengungkapkan siapa orang yang telah menindasnya.
Apalagi Anita adalah istri Rama, sudah pasti dia kan memberinya pelajaran karena telah mengusik sahabatnya. Anak kecil itu bahkan tidak memanfaatkan kesempatan yang ada di depan matanya untuk memberinya pelajaran. Sunguh mengagumkan.
Rama menatapnya dengan tatapan yang tajam . dia sudah sadar bahwa ada sesuatu yang tidak biasa dengan Rio, saat istrinya menanyai Zara. Bibir Zara bengkak, begitupun bibir Rio yang merah dan bengkak..
Mata Rama menjadi suram. Mereka berdua… pasti ada sesuatu yang terjadi!
Semua orang senang melihat tingkah Zara adan Anita, mereka mulai berlomba untuk minum.
__ADS_1
Mereka sudah membuat pasangan minum, mereka jelas marah satu sama lain, Bryan dan Rio memiliki toleransi minuman keras yangtinggi, selama ini mereka sudah terbiasa dengan beer dll.
Saat ini Zara ssedang bersaing dengan Bryan. Bryan menatap Zara yang terlihat polos kemudian bertanya dengan wajah sedikit cemberut “Apa kamu yakin akan melakukannya? Aku tidak ingin di tuduh telah menindasmu.”
Zara terkejut setelah mendengar ucapan Bryan “Jika saya takkut, besok saya akan menjadi petugas kebersihan dan cuci piring di kantor anda!”
Bryan tertawa mendengarnya kemudian berkata “ Ok jika itu yang kamu katakan, ayo kita mulai”
Dengan sombong Zara berkata “baiklah mari kita mulai”
Kedua orang itu mulai bersaing satu sama laindan gelas ditas meja terisi semua, sehingga membuat pemandangan yang sangat spektakuler. Melihat hal itu Anita mulai tergoda , terutama lawan yang harus dia kalahkan adalah Rio, dia ingin memenangkan pertandingan itu.
Dia menggosok kedua tangannya dan berkata, “Tuan Rio, mari kita berhenti untuk membuang-buang waktu. Kita bisa mulai sekarang.”
Rio melirik Rama dan berpikir ‘ apa dia kesal. Baguslah, saya akan memulai, dan membuat nama saya berada di atas.’
Sudah tida putaran, Zara sudah minum cukup banyak alcohol dan wajahnya sudah memerah seperti tomat, namun berbeda dengan Bryan, meskipun dia telah banyak mimum alcohol, dia tetap tenang. Sementara Anita dan Rio berada di tengah pertandingan yang sengit!
Di lain meja Elsa dan Maria menjadi pasangan minum, mereka tidak terlalu banyak minum, karena mereka tidak memiliki toleransi yang tinggi pada minuman keras.
Rafai memperhatikan zara yang sudah mabuk berat. Dia meraih tangannya untuk menghentikannya “Zara berhenti. Tidak baik untuk Kesehatan mu jika kau terlalu banyak minum alcohol”
“Rafai, aku tidak mabuk, ini adalah kesenangan untuk saya” Ucap Zara dia mendongak kemudian meneguk segelas alcohol.
Rafai ingin menghentikan temannya yang pemabuk itu. Namun Rama menyenggolnya dengan sikunya, dia bertanya kepadanya, "Ada apa?"
__ADS_1