
“nyonya muda apakah anda akan pergi untuk perjalanan bisnis” ucap bibi siti terkejut.
“iya , aku akan pergi ke London menemani Tuan muda” seru Anita.
Setelah mendengar penjelasanya bibi siti sangat gembiradan segera menyuruh para pelayan untuk membatu mengepak barang yang akan dibawa “aku paham, aku paham, aku akan keatas untuk segera menyiapkan apa yang harus kamu bawa sekarang”.
Hal ini terjadi sangat tiba-tiba saat ini Bibi Siti sudah selesai membatunya mengepak barang bawaan, Paman Agus sudah sampai di mansion membawa tiket pesawat.
Anita tidak punya alasan untuk menolak lagi, Tuan Tua Wijaya sangat kejam, dia tidak memberinya celah untuk menolaknya sama sekali.
Paman Agus berkata “ nyonya muda, pak tua Wijaya ingin saya mengantar kebandara, saat ini tuan muda wijaya juga dalam perjalan kesana, kita akan datanng tepat waktu jika berangkat sekarang”.
“paman Agus, haruskah aku benar-benar ikut?” Tanga Anita dengan wajah melas.
Senyum paman agus sirna, dia berkata “ nyonya muda, pak tua wijaya melakan ini untuk kebaikan tuan muda dan anda, kalian berdua sudah menikah selama tiga tahun, pak tua Wijaya sangat menginginkan seorang cicit, dia sengaja menciptakan kesempatan ini untuk kalian berdua”.
Anita diam seribu kata. Setelah masuk dalam mobilpun dia masih diam, paman Agus yang menyadarinya dia diam-diam menginjak pedal gas untuk mempercepat laju mobil.
Sesampainya dibandara PAman Agus ingin menemani Anita kedalam bandara, tetapi dengan tegas ditolak olehnya.
“baiklah kalau begitu, nyonya muda semoga perjalanan anda dan tuan muda Rama menyenangkan, saya akan Kembali untuk memberi tahu pak tua Wijaya”ucap paman Agus kemudian pergi.
Tanpa daya Anita menyeret kopenya memasuki bandara, dia langsung melihat Niko yang berdiri dari kejahuan dan yang sedang menunggunya. Begitu melihatnya Niko segera melangkah maju untuk membawakan kopernya “Nyonya muda, tuan muda sudah menunggu anda di ruang VIP”.
Anita menggentikan langkahnya setelah mengambil beberapa Langkah dia bertanya pada Niko “ tidak bisakah, aku tidak pergi ke London?”.
Niko menjawabnya dengan hormat “nyonya muda saya tahu jika anda juga mengetahuinya, ini adalah perintah langsung tuan tua Wijaya, tuan muda juga tidak bisa menolak perintahnya …”.
“apakah London satu-satunya tempat tujuan perjalanan kali in?” tanya Anita dengan wajah kesal.
__ADS_1
“tuan muda juga akan pergi ke prancis dan Canada”.
“bisakah saya menunggunya di prancis dan Canada? Saya tidak ingin pergi ke London” tanya Anita penuh harapan.
“nyonya muda.. saya tidak mempunyai kuasa dalam hal ini, sebainya anda mendiskusikannya dengan tuan muda Wijaya” ucap Niko yang merasa serba salah. Niko segera melarikan diri tepat setelah dia selesai bicara.
Anita mengepalkan tangannya, karena dia benar-benar tidak ingin pergi ke inggris…, meski sangat enggal Anita tetap menaiki peasawat tujuan ke inggris.
Dia duduk dikabin kelas satu, Anita menutup matanya dan pergi tidur, Rama yang duduk di sampingnya diam-diam menjadi marah saat melihat keenggannanya ‘apa melakukan perjalanan denganku adalah hal yang sulit? Dia terlihat seperti akan melakukan misi mematikan!’.
Rama yang sombong melihat betapa juahnya Anita, sia memutuskan untuk tidak melihatnya karenanya dia memalingkat muka.
Keduanya tidak ada yang menegur sapa mereka memilih untuk membisu selama penerbangan 16 Jam waktu penerbangan ke London .
….
Sudah tiga tahun dia tidak pernah berkunjunga ke London, saat ini dia ada disana lagi, dia dioenuhi dengan perasaat campur aduk emosi yang sangat sulit untuk dijelaskan, dia merasa sedikit kesal, seding dalam waktu bersamaan.
Dia mengeluarkan kaca mata yang sudah disiapkan sebelumnya, dia memakainya dan pergi meninggalkan bandara untuk pergi kehotel dikawal langsung oleh para pengawal.
Saat ini mereka sedang check-in disalah satu hotel milik Wj internasional Kompany, sebelumnya para eksekutif senior yang mendengar berita tentang kedatangn mereka sekarang memimpin bawahannya untuk menyambut mereka di pintu hotel.
Managernya adalah pria kebangsaan inggris yang tinggi dan juga tampan, menyapanya dengan Bahasa Indonesia yang fasih membuat Anita teehibur, dia menatapnya kemudian menjawab dalam Bahasa inggris “ anda tidak perlu repot-repot, anda bisa Kembali kepekerjaan masing-masing, aku akan Kembali kekamarku sendiri”.
Sang manager sangat terkejut dengan keramahan dan sikap sederhana Anita, berbanding terbalik dengan penampilannya yang memukau “nyonya, anda tidak perlu sungkan untuk menekan bel jika anda membutuhkan sesuatu kami akan memenuhi kebutuhan anda secepat mungkin”.
Anita tersenyum ramah dia Kembali ke kamar presidential suite-nya yang terletak di lantai paling atas.
Setelah mandi Anita berdiri di depan jendela untuk melihat pemandangan kota London saat malam hari, dia tidak merasa Lelah sekali, karena dia selama perjalanan sudah lama tidur di pesawat, dia tidak merasa ngantuk sedikitpun.
__ADS_1
Dia memesan layanan kamar untuk makan malam, dia mengambil beberapa suap makanan sebelum kehilangan selera makannya.
dia meletakkan peralatan makannya dan berjalan mondar-mandir di dalam ruangan mewah itu, sebelum merasa sangat frustasi lagi, dia tidak ingin melakukan apapun, padahal dia juga sedang tidak melakukan apa-apa tapi dia masih sangat frustasi.
Lingkaran setan terus berlanjut dia duduk di dekat jendelan prancis sambil memeluk lututnya dan menatap pemandangan kota yang indah dibawah sana, setelah itu dia mulai melamun.
Rama membuka pintu mendapati pemandangan istrinya duduk di lantai sambil memeluk lututnya, ada perbedaan yang tidak dapat dijelaskan antara dirinya saat ini dan sikapnya yang biasanya.
Rama sudah terbiasa melihatnya gelisah, sombong, angkuh, anggun dan percaya diri, oleh karena itu dia merasa sangat aneh saat melihatnya sangat rapuh dan kesepian dan menyedihkansaat ini.
‘apa dia bernar-benar benci perjalanan bisnis denganku?’ Rama bersandar kepintu melepas dasinya dan menatap Anita dengan seksama. Anita tidak tahu jika dia sudah menjadi pusat perhatiannya sementara dia terus menatap langit, sementara Rama terus menatap punggungnya.
1 menit, 5menit, 10 menit, 20 menit .. berlalu
Rama menjatuhkan dasinya kelantai dan berjalan menuju jendela prancis tepat dia menatapnya kemudian berbicara dengan kasar padanya “ Anita apa kamu sangat muak? Apakah sangat buruk bersamaku? Baik aku tidak akan pernah memaksamu bersamaku lagi, kamu mungkin sangat tidak senang, jangan biarkan aku melihatmu lagi!”.
Selama 28 tahun hidupnya, sejak kapan para Wanita membencinya?selain Anita siapa lagi yang berani membencinya?!.
Rama merasakah pukulan dalam hidupnya secara tiba-tiba pada harga dirinya, dia sangat marah menyeret Anita keluar pintu, dia membuka pintu dan mengusirnya tanpa belas kasihan “pergilah aku tidak ingin melihat wajahmu”.
Pintu dibanting tertutup sangat keras dan dia melihat pintu mewah itu tertutup didepannya.
Anita baru saja pulih dari terkejutannya, dia melihat penampilannya hanya mengenakan piama, setelah itu dia menutup mata menarik nafas dalam-dalam membuang emosi yang ada pada dirinya.
Dia menekan bel pintu beberapa kali, tapi rama tidak berniat untuk membukakannya pintu, sepertinya dia sudah mengambil keputusan dan tidak akan mengubahnya.
Anita menggela nafas dalam-dalam karena dia tidak tahu bagaimana dia telah menyinggung perasaannya sampai di usir seeprti ini.
“lupakan, jika dia tidak membiarkan saya masuk kedalam, biarlah” ucapnya pada diri sendiri, dia turun kelobi kemudian meminta asisten manager untuk menyiapkan satu set pakaian baru, stelah mengganti pakaian dia keluar dari hotel.
__ADS_1