
Setelah memasuki mobil Rama mengambikan gaun baru dan kemudian menyerahkan pada Anita “pakai ini”.
Rama dengan sopan menoleh melihat keluar jendela, karena lapisan anti pelurung yang ada di jendela mobil, tidak ada orang yang bisa melihat kedalam mobil ataupun mengintip, setelah itu Anita memilih berganti pakaian bersih.
Usai memasukkan gaun kotor itu kedalam tas belanja, dia mengambil tisu basah untuk membersihkan sisa Anggur yang menempel di rambutnya. Rama mendengar gerakannya oleh karena itu dia tahu jika Anita sudah selesai berganti pakaian, dia kemudian berbalik.
Rama menurunkan jendela kemudian melemparkan pakaian kotor itu keluar jendela, kemudian berbalik melihatnya dan bertanya “apa kau bertengkar dengan Mulan?”.
Sangat terkejut dengan pertanyaan yang di lontarkan Rama, dia menjawab acuh tak acuh “kenapa Anda bertanya seperti itu?”.
“masalah tentang beritanya dan kejadian saat ini sangat kebetulan, satu- satunya alasan adalan anda bertengkar dengannya”. Anita tersenyum masih dan memilih untuk tidak memberi penjelasan kepadanya.
Rama sesekali mengetukkan jarinya ke jendela kaca “ aku sangat penasaran tentang apa yang terjadi dengan kalian, sepengetahuan saya dia adalah saudara sepupu biologis Anda kan?”.
Anita kesal wajahnya terlihat jengkel dia meremat tissue yang ada di genggamannya sambil menatap jau keluar jendela “jangan coba-coba mengorek informasiku, ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan mu!”.
Rama tidak terbiasa dengan sikapnya yang acuh tak acuhnya yang tiba- tiba, dia menautkan Alisnya kemudian menarinya kedalam pelukannya, Anita tidak senang dipaksa duduk di pangkuannya, memelototinya dan berkata “ Rama, jangan seenaknya denganku”.
Rama tersenyum dia mengencangkan pelukannya, membuatnya menjerik kesakitan ‘ apa dia berpikir untun mematahkan pinggangku?’.
“sayang, kenapa kau tidak pernah patuh sedikitpun” Rama menghela nafas dan memegang dagunya kemudian menciumnya.
Begitulah sikapnya, dia selalu mengikuti kata hatinya dan akan pasrah pada hasratnya tanpa mempertimbangkan waktu, tempat dan situasi!.
Tak lama kemudian, Rama menyudahi kegiatannya dan dia menjilat bibir bawahnya seolah dia sangat menikmati ciuman itu. Dimatanya Anita tampat sangat memikat dan menawan.
“Katakan padaku masalah apa yang terjadi Antara kamu dan Mulan? Kenapa kamu sangat ingin berurusan dengannya” Rama berhenti sejenak, kemudian menambahkan “mungkin aku bisa membantumu”.
“apa kamu benar-benar akan membatuku?” tanya Anita dengan tatapan tak percaya.
Rama mengangkat Alisnya dengan sombong dia berkata “ kenapa? apa kamu meragukan kemampuan suami anda?”.
Anita menatapnya dengan takut, dengan wajah tak senang dia segera memalingkan wajahnya kesamping kemudian mencibir “ siapa yang tahu kamu mempunyai niat jahat? Aku akan memperjelas, jika aku tidak mau melahirkan anakmu, kamu harus menyerah untuk rencana itu karena aku tidak menyetujuinya tidak perduli dengan tekanan yang akan diberikan kakek pada kita nantinya”.
__ADS_1
“apaa melahirkan anaku merupakan sebuah penghinaan untukmu?” tanya Rama dengan wajah Marah.
“kau bisa berpikir demikian” seru Anita, menambahkan bahan bakar pada kemarahannya.
“bagus” teriak Rama.
Mobil yang di naiki Rama berhenti, begitupun mobil yang mengikutinya mereka berhenti di pinggir jalan, Aniat asadar denga napa yang akan dilakukan Rama, dia mencengram kemejanya dengan erat dengan cemar berkata “ Rama apa yang kau lakukan, seorang pria tidak akan melakukan hal buruk seperti ini..!”.
Rama menatapnya dengan tatapan dingin dan segera membuka pintu mobil, mengabaikkan perlawanan Anita, dia mendorongnya keluar dari mobil.
Pintu mobil dibantik menutup kemudian konvoi mobil pergi, Anita berdiri tak percaya dipinggir jalan dan menginjak- nginjak tanak dengan kesal “ Rama kau bajingan, bajingan sialan".
Saat ini dia berada dipinggiran kota, diama tidak ada mobil lewat apa lagi taxi, dia bearada di area kusus dan terjebak dalam situasi tanpa adanya harapan, apalagi dia meninggalkan ponselnya di mobil Rama.
Rama yang duduk didalam mobil tersenyum saat melihat sosok Anita hilang dalam bayangan dia berpikir ‘ Anita, ini adalah hukuman karena ketidak patuhannya’.
…
Saat dia berjalan melewati kamat Rama dia menendang pintu kamarnya dengan frustasi, kemudian Kembali ke kamarnya untuk mandi, setelah dia tertidur nyenyak seseorang menyelinap kedalam kamarnya dan menaiki tempat tidurnya.
“Rama! Jangan bilang kau butuh bantal lagi” tanya Anita dengan wajah merah karena marah.
“mzz” gumamnya tidak jelas dan langsung memeluknya.
Dia dengan jelas sudah menyuruh bibi siti untuk menyiapkan segala macam bentuk dan ukuran di kamar tidur Rama , namun bisa -bisanya dia masih mengatakan jika dia masih kekurangan bantal?.
Dia menatap Rama yang tertidur lelap dibawa cahaya kuning yang redup, dia merasa sangat kesal oleh karena itu dia menendangnya dari ranjang tanpa belas kasihan.
Rama tertangkap basah dan ditendang dari ranjang oleh Anita, dia merangkak naik dengan wajah kesal dan memelototinya dengan tegas berkata “ Anita beraninya kau menendang!”.
Anita tersenyum dan memasang wajah tanpa dosa “ maaf tuan muda, saya tidak bisa tidur degan nyenyak, saya tidak sadar menendang anda dari tempat tidur”.
Rama menarik nafs dalam dalam, mengepalkan tangannya dengan erat sebelum dia naik ketempat tidur, dia kemudian melingkarkan kakinya di sekelilingnya dan mendekap tubuh anita dalam pelukannya dengan sinis dia berkata “karena hal itu bisa terjadi lagi, sebaiknya aku mulai hati-hati”.
__ADS_1
Anita sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuhnya, dia sudah dibatasi sedemikian rupa, tidak bisa bergerak sama sekali, saat dia marah Rama menekan dagunya ke kepalanya dan berkata “jangan membuat keributan, saya sangat Lelah..”.
‘Siapa yang salah dan siapa yang disalahkan? Apa kua pikir aku tidak Lelah? Siapa orang yang bisa tidur nyenyak jika dipeluk oleh pria dalam posisi seperti ini, pada malam hari?’
Tubuh Anita menegang saat dia merasakan hembusan nafas Rama yang berirama. Dia tidak bisa tidur sama sekali, Rama memukul kepalanya kemudian berkata “diam”.
Anita berbalik dan menatap Rama yang dia pikir jika pria itu sudah tertidur. Dia bertanya dengan rasa ingin tahu, “tuan muda, mengapa kamu harus merambat ke tempat tidurku ketika kamu punya sendiri? Anda melakukan itu untuk mengganggu saya, bukan?
"TIDAK."
"terus kenapa kamu melakukan ini?"
Setelah memikirkannya cukup lama Rama berkata, "Aku tidak bisa tidur."
‘Jadi? Dia memperlakukanku seperti bantalnya dan memelukku hanya karena dia tidak bisa tidur? Bukankah dia sangat menyebalkan?’ seandainya saja dia punya kesempatan kedua untuk menendangnya.
…
Anita menerima panggilan telepon dari Tuan Wijaya saat dia sedang makan siang di ruang makan, dia hampir saja menjatuhkan gelas yang dia pegang, dia bertanya tak percaya “kakek apa pendengaranku salah, anda ingin saya menemani Rama dalam perjalanan bisnis?”
“…”
“kakek itu sesuatu yang tidak pantas, kami akan memberi contoh buruk untuk para karyawan, karena biasanya mereka tidak dapat membawa anggota keluarga mereka saat melakukan perjalanan bisnis”.
“…”
“iya tapi, aku tidak akan bisa membatunya, aku tidak berguna”
“…”
“ …. Baik” Anita mengakhiri panggilan telepon dengan wajah muram dia langsung kehilangan nafsu makannya saat melihat hidangan lezat yang tertata di atas meja.
Bibi siti bertanya karena khawatir “nyonya muda ada apa? Apa ada sesuatu yang buruk?” Anita mengangguk kemudian meminta bibi Siti untuk segera membantunya mengepak barang yang akan di bawa.
__ADS_1