Pernikahan Termahal

Pernikahan Termahal
Limi tertangkap


__ADS_3

Tuan muda Wijaya, diluar ada tuan Rio bersama dengan anak buahnya, dia ingin anda keluar”


“Baiklah” Sahut Rama kemudian meraih tangan Anita dan melangkah keluar.


Sedangkan Anita mengikuti Rama tanpa sadar, karena dia tidak punya pilihan, selain membiarkannya menyeretnya keluar. “Rama, kemana kamu membawaku? Jangan lupa, aku tidak bisa keluar dari Mansion.”


“Memangnya saat ini apa yang perlu ditakutkan disini?" Bahkan sebelum Anita bereaksi, dia segera menariknya pergi dan melangkah menuju pintu keluar.


Pada saat ini, sekelompok petugas polisi dan pengawal dari organisasi Rio, berkumpul di luar pintu masuk Mansion.


Saat mereka semakin mendekat, mereka mendengar Rio menggoceh, “Sialan, teruslah berusaha menghipnotisku. Saya menantang Anda untuk menghipnotis saya lagi! penyihir! Kau orang yang sangat celaka, kau benar-benar mempunyai keahlian dalam melarikan diri, eh? anda punya nyali untuk measuk kedalam gua juga” celotehnya kesal.


"Brengsek! Apakah Anda tidak tahu cara merawat luka!?! Jadilah lebih lembut!”


"Enyah kau. Siapa yang menyuruhmu memberiku simpul kupu-kupu? Apakah kamu ingin mati!?!”


Anita menarik tangan Rama dan menatap Rio yang dikelilingi oleh banyak orang. Dia menekan volume suaranya dan bertanya, "Rama, apa yang terjadi dengan Rio?"


Rama malah tertawa terbahak-bahak dan berbicara dengan acuh tak acuh, "Kurasa dia sudah gila."


"Hah…?" Anita terkejut dengan penjelasannya.


Rama membelai kepalanya seperti membelai hewan peliharaan dan sambil mencibirnya "Anita, kamu menjadi lebih bodoh."


Dia kemudian tenggelam dalam pikirannya dan mulai menggosok dagunya, setelah itu dia bergumam pelan, “Bagus kalau kamu berubah menjadi bodoh. Kedepannya aku akan lebih mudah untuk mempermainkanmu kalau begitu …"


Anita diam seribu Bahasa ‘Bagaimana bisa dia menghinaku seperti itu!?!


Keduanya berjalan menuju pintu keluar, setelah itu orang- orang yang awalnya berkerumun di depan pintu mulai menyingkir untuk memberi mereka jalan. Saat mereka keluar, mereka melihat Wanita tua yang terlihat sangat lemah dengan tangan yang diborgol oleh petugas kepolisian. Ada juga pria dengan penampilan kasar terlihat seperti preman pasar di sampinya yang juga dalam keadaan yang sama.

__ADS_1


Dan disisi lain Rio mengoceh tanpa henti dambil duduk di atas mobil mewah miliknya. Penampilannya juga terlihat sangat tidak karuan tidak terlihat seperti seorang ahli waris dari keluarga kaya. Malah terlihat seperti seotang gembel yang baru saja bangkrut karena berjudi.


Dan Jasnya juga compang-camping dan robek, dan rambutnya juga tertiup angin. Orang lain mungkin berpikir bahwa dia telah melarikan diri dari rumah sakit jiwa.


Pada saat ini, satu kakinya keluar dari mobil sementara para dokter dan perawat berjongkok di tanah untuk membantu membalut lukanya. Perawat yang telah dibentak, tidak punya pilihan, selain melepaskan ikatan kupu-kupu perban di sekitar betisnya, dan mengikatnya kembali dengan air mata berlinang.


Rama berdeham kemudian melihat Rio yang sedang dibalut betisnya. Dia bertanya sambil tersenyum cerah “Apa yang telah terjadi? Apa kau terluaka?”


Rio tidak mau memperlihatkan sisi lemahnya dihadapan para bawahannya, dia menanggung rasa sakit itu sambil mengoceh “tidak ada hal seperti itu.”


Bagaimanan dia bisa menghadapi orang lain jika masalah tentang dia yang di sengat kalajengking di gua saat berusahan menangkap Wanita tua itu terungkap? Lantas apakah para bawahannya tetap menghormatinya?


“Oh ya, kamu hanya disegant kalajengking kecil. Luka seperti itu tidak akan membuatmu mati” Ucap Rama yang telah menerima informasi tersebut. Selanjutnya Rama tertawa terbahak- bahak dia menatap perban yang membalut betis Rio, pahlawan utama dalam penangkapan pelaku hipnotis yang telah menculi Niki.


Anita menatap keberadaan kedua orang itu kemudian bertanya kepada Rama “Siapa mereka? Mengapa mereka diborgol?”


“Kamu ingin tahu siapa mereka?” Tanya Rama dengan senyum yang menyeramkan menghiasi wajahnya yang tampan, dia mencondongkan tubuhnya ke Anita, membuat wajah mereka hampir bersentuhan. Namun Anita menggerakkan kepalanya kebelakang dan bertanya- tanya bukankah dia sudah mengatakan hal yang sudah jelas?.


“Rama” Anita memanggilnya, dia mendekat kearahnya.


Rama yang sombong mengabaikannya. Anita menggigit bibir bawahnya, dia berpikir “ Tuan Muda Wijaya?”


“hmmmz” Respon Rama dengan somobong dan dingin, jelas dia membenci panggilan itu.


Rio memperhatikan sepasang suami istri yang sedang menggoda satu sama lain, dia langsung menjadi marah dalam pikirannya dia mengumpat “beraninya dia menggoda dan memanjakan istrinya sementara itu dia menyuruhku pergi jauh-jauh keperdesaan untuk menangkap Wanita lahlat itu!?’


Dia merasa sangat kecewa karena diabaikah bahkan setelah mengetahui dia terluka “Sialan, kalian benar-benar tidak tahu malu menunjukkan kemesraan didepan umum?” Rio marah raut wajahnya terlihat kesal.


"Itu bukan urusanmu?" Rama membalas sambil memelototinya.

__ADS_1


Rio hampir saja muntah darah, karena dia sangat marah. “Kamu sangat menghargai istrimu daripada temanmu. Ini semua yang saya terima setelah pergi ke pedesaan untuk membantu Anda menangkap wanita tua itu!”


Penyebutan hal itu membuat Rama Kembali tertawa .


Dia meletakkan tangan di pinggang Anita dan menatapnya sambil tersenyum mengejek. "Jika diingat dengan benar, Anda hanya pergi ke pedesaan karena wanita tua itu telah menghipnotis bawahan Anda dan membuat Anda merasa malu sebagai atasan mereka."


Rio merasa malu karena kebenaran terungkap dia terbatuk dan mengganti topik pembicaraan. Anita cemberut dan beringsut lebih dekat ke arah Rama dan berkata, "Hubby, kamu belum memberitahuku siapa sebenarnya kedua orang itu."


Anita bisa melakukan apapun. dia berpikir untuk menemani Rama untuk berpura-pura menjadi sepasang suami istri yang penuh kasih untuk pamer dihadapan Rio. Karena dia melihat jelas niat Rama untuk mempermainkan sahabatnya.


Suaranya terdengar sangat lembut Ketika dia memanggilnya dengan sebutan suami.


Mendengar kata- katanya membuat Rama Bahagia terlihat jelas dari sorot matanya yang berbinar, senyumnya memikat dan pada akhirnya dia mejelaskan apa yang membuatnya penasaran “Kedua orang itu yang akan membersihkan namamu.”


“maksudmu?” Anita menarik krah jas miliknya membuatnya menunduk kearahnya dan menatap dengan tatapan tak percaya. Dia takut jika apa yang dia katakana adalah sebuah lelucon untuk mempermainkannya lagi.


Rama memebrinya anggukan yang tegas, dia menjerit Bahagia dan memeluk pinggangnya “syukurlah akhirnya aku bisa bebas!”


Pemimpin pasukan khusus investigasu densus 88 segera datang begitu dia menerima telepon. Saat dia melihat Limi dan Baron dia segera menyuruh bawahannya untuk segera menangkap mereka. Kemudian dia pergi menyapa Rama dan Rio sebelum membawa dua penjahat itu pergi bersamanya.


Sedangkan pasukan polisi yang secara khusus menjaga di depan Mansion tidak pergi. Dengan kata lain Anita masih menjadi tersangka utama sebelum khasus ini benar-benar selesai atau dalang utama di tangkap.


“Tunggu sebentar” Printah Rama membuat semua orang berhenti di tempat.


Maulana memberi isyarat kepada bawahannya untuk memindahkan para penjahat kedalam mobil polisi, kemudian berjalan menuju Rama “Ada Apa Tuan Muda Wijaya?”


Rama men cibirnya dan berbicara dengan sombong “Saya menemukan beberapa rekaman digital yang penting, yang menunjukkan seluruh proses bagaimana Limi dan Baron melakukan aksi kejahatannya. Jika mereka tidak mau mengakui. Anda dapat melakukan apa yeng menurut Anda benar.


jangan lupa komen kak ya biar seru, di like biar nambah support, di vote biar tambah semangat miminnya.

__ADS_1


masih menerima dana sumbangan buat beli kopi Lo 🤭🤭🤭 biar Mimin semangat 45


__ADS_2