
Rama Kembali ke kamar dia berjalan mondar- mandir, selang beberapa saat pak Agus datang membawa dua gelas air, setelah mengucapkan selamat malam dia pergi.
“aku tidak mau tidur di sofa” ucap Anita saat Rama menatapnya dengan tatapan jengkel.
Sadar jika dia dan Anita mempunyai suatu kesamaan yaitu tidak mau mengalah “kau tahu aku maupun kamu tidak bisa keluar dari kamar ini satu-satunya cara adalah kita akan membuat pembatas di atas ranjang”.
“aku setuju” ungkap Anita, dia tidak mau membuang-buang waktu untuk bertengkar,Rama mengambil bantal dari penyimpanan dia menaruhnya di tengah- tengah ranjang, sementara Anita suda tertidur lelap Rama menyalakan cerutunya di balkon.
....
pagi hari Sinar matahari menyelinap masuk kedalam kamar melewati celah tirai, suara alarm berbunyi kedua insan itu masih tertidur, merasakan jika hembusan nafasnya berbalik kearahnya, sedangkan Rama terganggu oleh tangan kecil yang memeluk tubuhnya, keduanya menerobos pembatas yang menjadi persetujuan damai, mereka memeluk satu sama lain, saat keduanya membuka mata mereka segera meloncat dari ranjang dan pura-pura tidak terjadi apa-apa.
__ADS_1
Saat sarapan Tuan Wijaya dan Sarah menatap Rama dan Anita dengan senyuman Bahagia, mereka berpikir jika akan segera datang anggota baru di keluarga Wijaya.
Mereka pergi meninggalkan mansion Wijaya yang indah dan megah, keduanya tidak saling bertegur sapa, Rama sibuk membaca dokumen, sedangkan Anita membuka media sosialnya membaca berita terbaru hari ini, Anita cukup senang dengan kesunyian itu, lagi pula keduanya tidak saling menyukai.
Jika buka karena Ifa dia tidak akan pergi ke bar dan dia tidak akan meminum beer yang dicampur dengan obat bius, mereka tidak akan menjalin hubungan seperti itu, seandainya kejadian malam itu tidak terjadi mereka tidak akan bersama dalam jangka waktu lebih dari 10 jam, mereka hanya perlu bertemu saat- saat tertentu dalam beberapa tahun tidak mengganggu kehidupan masing-masing dan menyingkir dari kehidupan satu sama lain.
Merasa udara dalam mobil pengap Anita menurunkan kaca jendela dan membiarkan udara segar masuk “ Rama bisa kah kita menjalani kehidupan kita seperti sebelumnya tidak mengganggu satu sama lain, anggap kejadian malam itu tidak pernah terjadi” dia berpikir akan lebih baik jika mereka membahas hal ini sekarang, dia tidak ingin di cap Wanita gampangan oleh Rama karena kejadian malam itu.
“ aku yakin itu” sahut Anita dia berpikir apakah rama berpikir jika dia benar-benar ingin merayap keatas ranjangnya malam itu.
“itu hal yang bagus, aku tidak ingin kita berakhir dalam hubungan yang rumit” Rama menaruh Dokumennya dan melanjutkan rencananya “ kita akan melakukan seperti biasanya, aku menyerahkan mansion kepada kamu, aku akan pulang sesekali untuk makan malam denganmu, aku tidak mau berurusan dengan kakek dan ibu, kau yang menghadapi mereka”.
__ADS_1
“ aku setuju” ucap Anita dengan perasaan Bahagia karena sudah mencapai kesepakatan dengan Rama, dia menatap pemandangan indah dari jendela mobil suasana Kembali menjadi hening, namun selang beberapa saat ponsel anita berdering, dia melihat kontak yang menghubunginya ‘tante Mila” wajah anita yang sebelumnya cerah kini berubah seketika.
“Anita ini aku tante, kemana saja kau kenapa tidak pernah menghubungiku aku sangat merindukanmu, mala mini bawa tuan muda Wijaya ke rumah untuk makan malam, aku akan menyiapkan makanan kesukaanmu, kita adalah keluarga menghabiskan waktu makan malam bersama adalah hal yang wajar”
Anita tersenyum getir mendengar ucapan konyol dari Mila, sungguh ironis dulu dia memperlakukan dirinya seperti serangga, dan sekarang dengan wajah tebal dia menganggapnya keluarga, iblis pun akan tertawa saat mendengarnya.
“ saya cukup sibuk akhir-akhir ini” ucap Anita.
Mendengar penolakan Anita mila tak terima “ apa maksud mu, jangan berpikir karena kamu menikahi tuan muda Wijaya kamu bisa seenaknya mengabaikan saya, jika saya tidak membesarkan selama ini anda akan …”dia menghentikan ucapannya.
Anita terkekeh "apa Tante, mati kelaparan diluar sana, anda adalah orang yang sangat hebat" ejek Anita dia langsung mengakhiri panggilan telepon.
__ADS_1