Pernikahan Termahal

Pernikahan Termahal
teman-teman Rama, sama sama menyebalkan


__ADS_3

Anita sangat marah dia turun dari mobil menarik gaunnya kemudian mendorong pintu mobil, dia melangkah sangat cepat dalam wakru singkat dia sudah sampai dipintu masuk mansion dengan menggunakan sepatu hak tinggi empat inci.


“wah Wanita ini sangat pemarah” cibir Rama setelah melihat betapa marahnya istrinya.


“tuan muda, apakah anda masih akan pergi ke perjamuan” tanya sang sopir dengan hati-hati.


“tentu saja kenapa tidak” begitu selesai bicara dia bergegas mengejar Anita, menghentikannya masuk kedalam.


“apa apa yang kau lakukan, lepaskan, berhentii menarik ku” ucap Anita berbalik sambil memukul Rama dengan dompet yang dia bawa.


Rama membiarkannya memuluknya sebentar sebelum dia meraih pergelangan tangannya dan menatapnya dengan tidak senang “jaga bahasamu”.


“trus bagaimana? Apa yang akan kau lakukan jika aku mengutuk mu, apa kau akan menganiaya ku?” timpal Anita tak mau kalah.


Rama menatap bibirnya yang terus mengoceh tanpa henti, dia menyipitkan matanya kemudian menariknya dalam pelukannya, kemudiam mulai mencium bibirnya sementara dia terus mengoceh.


“Mm.. Mm..” Anita terpanah oleh ciuman dadakan yang dilakukan Rama ‘apa yang dilakukan pria mesum ini? bahkan jika dia tidak bisa berdebat denganku, dia tidak bisa menciumku kapanpun dia mau!’.


Rama memperkuat pelukannya, Anita mencoba memalingkan wajahnya, namun Rama menekan tangannya kebelakang kepalanya.


Semua selesai hanya dengan satu ciuman, Anita menatapnya dengan tatapan mata sendu, sedangkan Rama terkekeh dan mengusap sudut bibirnya yang basah “itu akan membuatmu belajar menjadi lebih baik”.


Anita memperhatikan sikap sombong dan tawa Rama yang menyebalkan, dia mengoceh dengan marah “ Rama, siapa yang memberimu ijin menciumku?”


“kau adalah istriku, itu adalah hal yang lumrah untuk dilakukan bahkan jika kita berhubungan suami istri”


….


Perjamuan dilakukan di ballroom hotel Royal Garden ruangan yang mewah dan megah dengan dekorasi yang indah dan mewah, semua tamu undangan adalah orang-orang berpengaruh dan orang-orang kaya, juga beberapa toko bisnis dan politik negara ini.


Semua orang yang datang mengenakan pakaian yang rapi dan mereka semua mengobrol dengan riang satu sama lain.


Kedatangan pasangan paling dinanti Rama dan Anita menyebabkan kegemparan diantara kerumunan, penyelenggara pest aitu adalah salah satu pensiunan mentri perdagangan Tuan Wibowo, untuk menyelenggarakan ulangg tahunnya yang ke 83 tahun.

__ADS_1


Tuan Wibowo berjalan menyambut kedatangan mereka dia masih tampak bersemangat dan sehat “selamat datang tuan muda Wijaya, kedatangan anda sebuah kehormatan bagi saya”.


Rama tersenyum dan berkata “ Anda terlalu sopan dan formal tuan Wibowo anda adalah panutan saya, saya harus mengucapkan selamat ulang tahun untuk anda”.


Tuan Wibowo mengangguk kemudian menoleh untuk melihat Anita “ini pasti nyonya muda Wijaya, seperti dugaan saya, anda jauh lebih cantik saat melihat secara langsung, dibandikkan laporan berita yang beredar, saya dengar anda lulus terbaik di salah satu universitas London, sebuah keberuntungan tuan muda wijaya bisa menikah dengan Wanita seperti anda”.


Anita berpikir sejenak ‘ dia benar-benar memiliki liidah yang fasih, dia memiliki apa yang diperlukan untuk menjadi seorang politisi, tidak heran dia adalah tokoh polotih yang kuat’ dia tersenyum dan berkata “anda terlalu menyangjungku tuan, saya tidak baik yang anda bayangkan, ini adalah ulang tahun anda yang ke 83 tahun, semoga anda diberi Kesehatan dan kehhidupan yang Bahagia”.


Tuan Wibowo tertawa terbahak-bahak kemudian berkata “terima kasih untuk doa anda nyonya muda wijaya”.


Setelah percakapan santai, Rama memberi isyarat pada tuan Wibowo bahwa dia tidak perlu menemaninya lagi, Tuan Wibowo menanggapi isyarat itu dengan baik, Tuan Wibowo berpamitan dengan sopan kemudian pergi menjamu tamu yang lain.


Rama memeluk erat pinggang Anita mereka berjalan melewatai para tamu menuju balkon, begitu sampai di balkon Anita berusaha lepas dari pelukannya, namun Rama meraih pergelangan tangannya untuk menghentikan dia pergi “mau kemana?”.


“tidak ada orang, tidak ada yang mengawasi kita, kita tidak perlu melakukan acting lagi, saya tidak berkewajiban membiarkan anda mengambil keuntungan dari saya”.


Rama terkejut dengan ucapan istrinya dia mengangkat alisnya kemudia terkekeh “aku sudah mengambil keuntungan darimu, aku sudah menyentuh setiap bagian tubuhmu, apa masih ada yang belum ku jamah?”.


Anita tersentak mendengar kalimat full gar dari bibir suaminya “kamu, kamu tidak tahu malu!”.


Anita dan Rama tersentak saat mendengar oran lain mengatakan kalimat yang sama, mereka berbalik untuk mencari sumber suara itu.


Disudut lain balkon terdapat pasangan yang sama dan pria itu terlihat sedang memaksa mencium sang Wanita yang berusaha keras untuk melawan dan terus melawan.


Setelah cukup lama Anita baru menyadari bahwa suara Wanita itu seperti milik Zara, dia sangat terkejut saat melihat keda pasangan itu yang ternyata adalah Rio dan Zara .


Rama juga memperhatikan mereka berdua, dia mengangkat Alisnya dan bertanya-tanya ‘kenapa mereka berdua bisa berduaan? Jika saya ingat Wanita yang terlihat di bawah umur itu adalah teman Anita, Bukan?’


“Tuan muda kemapa mereka bisa berduaan?” tanya Anita sambil menyenggol perut pria yang ada disampingnya dengan sikunya.


“bagaimana saya bisa tahu, jika anda sendiri tidak tahu?” balas Rama memutar Matanya menatap istrinya yang cantik tapi bodoh.


Wajah Zara memerah dia memelototi Rio dan berkata “bajingan, kamu tidak punya malu, cepat lepaskan aku sebelum aku berteriak!”.

__ADS_1


Rio menjebaknya diantara dinding dan dadanya dengan sombong dia berkata “silahkan, saya ingin tahu siapa orang yang mempunyai keberanian menyelamatkan Anda? Sebelumny anda menyebut saya bajingan dan murahan dan tidak punya malu? Saya akan menunjukan kepada anda seperti ap aitu bajingan, murahan dan tidak tahu malu, saya tidak akan mengecewakanmu?".


“ kamu!” Zara mengertakkan kakinya karena marah, jika dia bisa memutar Kembali waktu dia tidak akan usil berhenti dihadapannya dan mengejeknya jika dia bisa dia lebih memilih untuk kelaparan seharian.


Rio tersenyum sinis, dia menggosok bibinya dengan jari-jarinyasebelum mendekatkan wajahnya sambil memancarkan aura mengintimidasi yang kuat kepadanya, merasa tertindas Zara menjerik ketakutan “tidak!”


Senyum Rio memudar saat dia merasakan pukulan pada punngungnya dia merasakan kesakitan, dia terhuyuh mundur dan mengumpat “sialan!”


“Zara bagaimana keadaanmu? Apa kau baik-baik saja? Ucap Anita khawatir dia mendorong Rio menjauh dan berbegar kearah Zara memegang lengannya, dia mengamati keadaan Zara dari ujung kepala sampai kaki , dia merasa lega setelah memastikan bahwa dia baik-baik saja.


Zara Akhirnya menenangkan pikirannya, amsih sedikit gugup dia menggelengkan kepala dan berkata “ An An aku baik-baik saja”.


Anita berjalan kearah Rio dengan marah, menatapnya dengan tatapan tak suka dan bertanya “apa ada hal yang haru skau jelaskan padaku? Kenapa kau memperlakukan Zara seprti itu?”.


Punggung Rio masih sakit karena pukulan Anita, dia menatapnya dengan enggan, dia menjawab “saya tidak punya alasan untuk menjelaskan, saya hanya memberi dia pelajaran karena apa yang telah dia lakukan padaku, hanya karena itu”.


Anita Akhirnya sadar tentang pergaulan akann mempengaruhi mu, semua teman masa kecil Rama memiliki sikap yang sama brengseknya.


“Tuan Rio and aitu laki-laki mengapa kau sangat perhitungan dengan hal seperti itu, dia orang yang sangat lugas tidak punya niat buruk, anda juga laki-laki berpendidikan bukan orang yang kolot” cibir Anita.


Rio terkekeh kemudian berkata “kenapa aku berpikir jika dia penuh dengan niat buruk?”.


Rama yang hanya memperhatikan Zara dan Rio, akhirnya dia berjalan kearah Anita kemudian menariknya kepelukannya “acara asudah hampir dimulai, kita harus Kembali kedalam”.


Sudah cukup lama mereka keluar dari aula, sangat tidak sopan jika mereka tidak segera Kembali “tuan muda dan tuan rio kalian bisa masu duluan aku akan menemani Zara” ucap Anita sambil berusaha lepas dari cengkraman Rama.


Zara memelototi Rio kemudian berkata “ An An kamu tidak perlu khawatir padaku, kamu bisa masuk dulu, aku akan menyusul setelah beristirahat”.


“apa kamu yakin?” tanya Anita cemas.


Zara tersenyum padanya dan menyuruhnya untuk segera masuk kedalam lebih dulu, merasa sedikit lebih lega Anita dan Rama memasuki ballroom bersama.


Dia saebenarnya tidak tega membiarka Zara yang imut bersama dengan Rio yang ganas terus bersama, dia tidak ingin Rio terus menindas sahabatnya.

__ADS_1


Saat Kembali keruang perjamuan Tuan Wibowo sudah selesai berpidato di atas panggung, dan mengumukan jika acara resmi akan dimulai, seorang pelayan hotem mendorong grobak dengan kue tar diatasnya, setelah itu Pak tua Wibowo memotong kue dan anak cucunya bersorang gembira.


Anita tidak begitu suka acara ramai seperti ini, karena dia berpikir, jika dia merasa tidak beradda pada tempatnya, yang pasti dia tidak bisa berpura-pura akrab dengan orang lain.


__ADS_2