
Rama dan Rafai Akhirnya berhenti karena Elsa, keadaan merekas angat kacau jaz mereka sudah takt ahu kemana, sedangkan kancing baju dan lengan mereka sudah raip, penampilan mereka jauh dari kata seorang pewaris perusahaan yang kaya raya.
“Rama, Aku tidak akan memberi tahumu tentang Anita. Kenapa kau tidak mencarinya sejak awal? Kau baru bersikap eprduli setelah dia menghilang dua minggu. Tidakkah kau berpikir jika itu sangat menjijikkan? Aku sudah mengingatkanmu jika terjadi sesuatu dengan Anita aku tidak akan melepaskanmu!” Rafai menatap Rama dengan tatapan jijik dan mencibirnya.
Dia menyeka darah yang ada di bibirnya kemudian pergi bersama dengan Zara dan Elsa. Elsa segera minta maaf pada Rafai dia tidak bermakksud melukainya dia hanya ingin jika mereka berhenti berkelahi. Rafai memaklumi tindakannya.
“Apa” Seru Rama mencibir, dia menyeka darah yang ada dibibirnya, mereka memiliki luka yang sama. Dia melirik Niko kemudian bertanya “apa masih belum ada kabar?”.
Semua terasa lebih serius, Niko berbicara dengan sungguh-sungguh “Iya. Hampir tidak ada pejalan kaki yang lewat malam itu, karena nyonya berjalan ditengah malam. Sangat sulit untuk menemukan petunjuk”.
Rama membungkuk mengambil Jasnya di lantai “tetap cari, aku ingin mendengar berita tentang dia besok, Rio jika kita tidak berhasil kita harus menyusup ke jaringan informasi inggris dan menemukan keberadaan Anita dengan segala cara!”.
Jaringan informasi adalah monitor sosial yang mengandalkan kamera pengintai yang ditempatkan di jalan, untuk memantau jalan perkotaan, keamanan publik, dan masalah lainnya. Itu adalah sistem yang sangat diperlukan dan kuat bagi polisi untuk mendeteksi petunjuk untuk kasus-kasus sulit dan mendapatkan bukti.
Karena Anita adalah orang Indonesia, kepergiannya pasti akan menarik perhatian kedutaan besar Indonesian di Inggris. Dan selanjutnya, itu akan menjadi kasus internasional. Jika itu terjadi, Rama tidak akan mampu menekan berita itu, memang tidak memungkinkan untuk melakukannya.
Zara, Elsa mengikuti Rafai keluar dari café Matahari Tebit. Zara menarik lengan baju Rafai dan bertanya dengan cemas, "Rafai, jika kita tidak memberi tahu Rama, apakah kita sendiri dapat menemukan Anita dengan kemampuan kita?".
Elsa menyaut “ Zara apa kau pikir Rama akan membatu kita menemukan Anita? Sudah dua minggu dia menghilang tapi dia tidak melakukan apa-apa, dia baru bertindak sekarang tindakannya tidak bisa di maafkan”.
Rafai kesal saat mendengar nama Rama di sebut, Zara Ragu dengan keputusan mereka dan berkata “Tapi, kita akan segera mendapatkan kabar lebih cepat jika kita melakukan pencarian bersama-sama”.
“Tidak perlu khawatir, aku kan menemukan Anita, Tapi aku tidak akan membatu Rama” Ucapan Rafai terdengar sangat tenang dan percaya diri.
“Aku juga akan melakukan sebisa ku” seru Elsa.
Melihat kedua sahabatnya bersungguh-sungguh, Zara akhirnya merasa lebih lega. Anita sudah menghilang selama setengah bulan dia tidak bisa bertanya tentang keadaannya apakah dia terluka atau tidak. Dia mulai khawatir saat memikirkan hal itu.
….
__ADS_1
Satu jam telah berlalu para perestat sudah menyusupi jaringan informasi London secara diam-diam dan para perestat telah menargetkan bagian yang berpusat di hotel tempat anita menginap, sepuluh menit kemudian mereka menemukan jejak Anita yang diculik di sungai Thames.
Dan akhirnya kelompok penculik itu Pindak kepenginapan di pinggiran koto London, mereka melihat sekelompok orang barat yang memiliki tubuh tinggi dan kekar memasukkan Anita kedalam karung, setelah itu seorang Wanita memasuki penginapan dan kemudian keluar.
“ Laura Davis” Seru Niko dengan marah sambil menggebrak meja, menyebabkan meja itu cekung karenaya.
….
Di kastil Marquis Johan Davis London.
Marchioness berjalan kebawah untuk mengambilkan Air. Dia melihat Laurent dan bertanya, "Laura, kamu mau kemana?"
Laura tersenyum pada ibunya dan berkata, "Bu, aku memiliki janji pergi jalan-jalan dengan teman-temanku malam ini."
Marchioness Davis mengerutkan keninngnya, dia tidak suka membiarkan Laura keluar untuk melakukan kegiatan berbahaya seperti itu. Laura memegang lengannya dan berkata manja, “Bu, kami sudah sepakat untuk bertemu. Saya tidak percaya dengan pekerjaan mereka.
Aku berjanji tidak akan membiarkan diriku berada dalam bahaya.”
Mendengar kata-katanya, senyum Laura menegang dan dia berkata, “Tidak perlu Bu. Kami semua perempuan. Akan sangat canggung jika dia ikut. Baiklah, aku pergi sekarang. Selamat malam!"Begitu Laura selesai berbicara, dia mencium pipi ibunya dan mengambil tasnya untuk pergi.
Uwais bingung melihat Laurent berlari melewatinya begitu saja. Namun, dia tidak mengajukan pertanyaan apapun dan malah mengangguk pada Marchioness Davis sebelum dia kembali ke kamar tidurnya.
Begitu Uwais memasuki kamarnya, ponselnya mulai berdering. Dia mengambilnya untuk melihat bahwa itu adalah nomo indonesia, setelah itu jantungnya berdebar kencang dan dia segera menjawab panggilan itu. Detik berikutnya, wajahnya berubah muram dan dia membentak, “Apa yang kamu katakan? Kemana perginya Anita?!”.
Dia menutup telepon dan segera bergegas keluar dengan kunci mobil bahkan sebelum mengganti seragam kepala pelayannya. Dia kebetulan bertemu Marchioness Davis ketika dia turun. Dia bertanya, "kepala pelayan, kemana kamu akan pergi?"
"Untuk mencari Nona Laura!" Seru Uwais sambil menggertakkan giginya.
Marchioness Davis tersenyum dan berbalik untuk naik ke atas, merasa agak berbesar hati.
__ADS_1
Kata-kata Rafai masih mengalir di benaknya. Anita telah hilang selama setengah bulan di Inggris, namun dia masih belum tahu!
Dia membenci fakta bahwa Laura ternyata adalah orang yang melakukan itu pada Anita!
Semakin dia memikirkan hal itu, semakin dia membenci dirinya sendiri.
Laura telah pergi keluar setiap malam selama dua minggu terakhir. Mengapa saya tidak memperhatikannya?Seandainya saya memperhatikan perilaku Laurent, Dia sudah terjebak selama dua minggu dan saya baru tahu sekarang!’.
Mata Uwais memerah dan wajahnya yang tampan meringis gila. Dia mengencangkan cengkeramannya di setir dan dia secara halus mengungkapkan kemarahannya kepada dirinya. Dia telah terjebak dalam kegelapan.
Dia berharap bisa terbang ke penginapan dan menyelamatkan Anita. Dia tidak pernah membenci Laura sebanyak ini sebelumnya. Dia berharap dia bisa mencabik-cabik tubuh Wanita sialan itu
…
“Berhenti bertele-tele. Cepat dan enyahlah!”
"Bagaimana jika saya tidak enyah?"
“Jangan salahkan kami karena bersikap kasar kalau begitu!”
Bang!
"Ah!"
“Apakah kamu mengerti siapa yang seharusnya mengancam? Kamu hanyalah boca bau kencur, namun kamu masih punya muka untuk mempermalukan diri sendiri dihadapan Kakek, kau telah menilai dirimu dengan berlebihan sebelumnya”.
Dia diliputi rasa sakit luar biasa yang menembus kulitnya. Anita tersentak bangun oleh suara-suara bising. Dia membuka matanya perlahan dan merasa bingung dengan semua yang terjadi di hadapannya.
Para pengawal Laura ditekan ke tanah dan meraung keras sementara sosok tinggi dan ramping berdiri di dekat pintu. Dan dia tidak bisa melihatnya dengan jelas karena lampu belakang.
__ADS_1
Pria itu bertepuk tangan dan bersiap untuk pergi. Namun, dia tidak ingin melihat wanita yang baru saja bangun. Dia memiliki sepasang mata yang indah yang jernih namun berkaca-kaca dan tidak fokus.