
Zara serasa berada di langit ketuju setelah menerima pujian dari Anita, saat mereka meminta pelayan untuk membantunya mencoba gaun merah itu, mereka mendengar seorang Wanita dengan suara melengking dan tajam berkata “saya ingin gaun merah itu dan gaun berwarna lilac itu serta gaun hitam dengan hiasan syal bulu dengan kepala rubah itu! Cepat bungkus!”.
Wanita itu adalah salah satu Artis yang naik daun dalam waktu semalam, dia mengenakan gaun sexy yang memeperlihat lekuk tubuhnya, dengan riasan yang tebal.
Untuk menjadi artis terkenal, seseorang harus memiliki sosok hebat dan berpengaruh untuk menyokongnya dan Niki memiliki itu.
Niki sudah lama menjadi pelanggan tetap toko itu, tapi para pengawai juga tidak mau menyinggung istri dari CEO WJ Kompany dan putri bungsu keluarga Hamka.
Berada di posisi serba salah pelayan itu ambil jalan tengah “nona Niki sebelumnya saya minta maaf, tapi gaun ini sudah terlebih dahulu di pilih oleh nona Zara, gomong-ngomong kami masih memiliki gaun lain yang serupa, kamu bisa melihatnya …”.
Belum selesai berbicara Niki memotong Ucapan Asisten itu “ apa kau mencoba untuk membatunya? mendapatkan gaun ini” dia bertanya sambil menunjuk muka Zara.
Asisten itu tidak berani mengeluarkan sepatah kata dari mulutnya dia memilih diam sebagai persetujuan, Niki melipat tangannya di dada dengan sombong dia berkata “ aku adalah pelanggan VIP disini, apakah ini cara melayani pelanggan mu?”.
“ nona niki anda jangan salah paham, nona Hamzah benar- benar sudah memilih gaun ini dan sudah mau membayarnya” ucap Asisten dengan sabar.
“dia memang berencana membelinya, tapi dia belum membayarnya bukan?saya ingin anda segera membungkusnya untuk saya, apa aku perlu mengulangi ucapanku?”.
“nona Niki …” seru asisten.
Niki dengan sombong mengancamnya “ sudah, kau tidak perlu bicara lagi, bersiaplah untuk dipecat!”.
Anita dan Zara menyaksikan kejadian itu sambil duduk di kursi VIP, Zara bertanya padanya “An an haruskah aku kesana? Untuk meredam emosinya jika tidak dia akan berpikir jika kita mudah ditindas”.
“kau bisa pergi Zara, sudah waktunya kamu menunjukkan taringmu” seru Anita sambil menepuk Pundak Zara, seolah- olah dia sedang menenangkan anak kecil.
Dia tersenyum, kemudian meletakkana tas mewahnya di meja, dia berjalan kearah Niki yang sedang menindas pelayan toko, detik berikutnya dia menamparnya.
__ADS_1
Niki benar-benar tercengang denga napa yang baru saja terjadi, dia memengang wajahnya yang kesakitan kemudian menatap Zara dengan tatapan tak percaya kemudian berteriak “ siapa kau berani-beraninya menamparku?”.
“kau ingin aku menamparmu lagi? Kua hanyalah Artis untuk flim dewasa yang menjadi terkenal setelah suting tanda sehelai benang! Anda dikenal dengan dada yang besar!” Zara tersenyum manis sebelum dia tertawa terbahak-bahak.
Mendengar hinaan itu membuat Niki sangat marah “beraninya kau menyentuhku? Apa kau sudah bosan hidup!” dia mencoba untuk membalas Zara, tepas saat tangannya berjara 2 milimeter dari wajah Zara tangannya mengambang di udara “lantas apa yang akan kau lakukan?” tanya Anita dengan wajah dingin.
“berani-beraninya kau ikut campur, apa kalian sengaja menggangguku? Kalian akan menerima akibatnya” ucap Niki marah.
siapa yang mengganggu siapa
“ kamu sangat berani mengancam Anita, hidup mu akan berakhir” ucap Zara.
Anita tidak marah dia dengan sengaja memamerkan jam tangan edisi terbatas yang merupakan jam tangan merek terkenal dunia, dia melirik jamtangannya kemudian berkata “nona Niki sebaiknya kau pergi, aku tidak ingin waktu ku yang berharga diganggu olehmu” dia membersihkan telapak tangannya dengan tissue basah.
Melihat pengginaan itu membuat Niki semakin marah dia membentak “baik dan tunggu, aku akan memberimu pelajaran, akan ku pastikan kau berlutut meminta pengampunan!”.
Niki mulai melakukan panggilan telepon, setelah panggilan telepon itu terhubung dia mulai menangis genit dia mengeluh karena sudah dipermalukan dan dianiaya.
“nona Niki maaf tapi kami tidak bisa menyentuhnya…” ucap salah satu pengawal itu dia tahu siapa orang yang menjadi lawan Niki dia adalah nyonya muda Wijaya, sebelum dia selesai bicara Anita mengangkat tangannya untuk menghentikannya.
“apa maksud mu, apa kau tidak mau mendengar perintahku?” ucapnya kesal, Niki menjadi sangat marah karena para pengawal itu tidak mau mematuhi perintahnya.
Anita duduk dia melihat pemandangan dihadapannya, para pengawal yang sedang kebingungan dan tenggelam dalam pikirannya.
Zara berbisik karena penasaran denga napa yang terjadi “ An an siapa mereka, kelihatannya mereka mengenalmu?”.
“melihat dari seragam yang mereka pakai sepertinya dia bawahan Rio salah satu teman Rama” Anita mencoba menjelaskan apa yang dia lihat, dia teringat sesuatu kemudian berbisik pada Zara.
__ADS_1
Niki menghubungi penyokongnya, dia mengatakan jika para pengawal yang dia kirim tidak mau memberi pelajaran orang yang telah menghinanya, sementara Niki sibuk mengadu.
Zara mengambil ponsel Anita kemudian menghubungi Rama setelah panggilannya terhubung dia berteriak “ Tuan muda wijaya istrimu sedang di intimidasi!, kami berasa di toko channel di grand Indonesian!”.
…..
“ Tuan muda wijaya istrimu sedang di intimidasi!, kami berasa di toko channel di grand Indonesian!”.
Saat ini Rama sedang mengadakan pertemuan di ruang konferensi WJ Kompany bersama dengan jajaran eksekutif senior, Rama mengangkat panggilan telepon yang mengganggu ketenangan ruangan itu, pertemuan itu harus berhenti dan mereka semua mendengar suara Wanita yang terdengar khawatir dan agak cemas, bahkan Rama terdiam mendengar hal itu.
Kalimat “ Tuan muda wijaya istrimu sedang di intimidasi!, kami berasa di toko channel di grand Indonesia” suara Zara menggema di ruangan konferensi.
Kemudian Rama mematikan panggilan telepon dengan ekspresi dingin, setelah itu dia berpikir ‘siapa orang yang berani menggertak Anita? Apa mereka sudah siap untuk mati? Apa idiot itu tidak mempertimbangkan kenyataan jika dia adalah istrinya? Beraninya mereka mengerjakannya?’.
Pada saat ini, Rama sudah kehilangan akal sehatnya begitupun ketenangannya, dia memberi perintah “ saya ingin semua proposal dikerjakan ulang oleh setiap departemen, pada pertemuan yang akan datang saya harap dapat melihat proposal yang memuaskan, semua bubar!”.
“niko siapkan mobil , kita akan pergi ke mall Grand Indonesia” dia mengatupkan bibirnya, Rama melangkah keluar dari ruangan itu dengan aura mengintimidasi.
Niko memberi instruksi pada pengawal untuk menyiapkan mobil setelah itu dia mengikuti Rama dengan hati-hati karena tidak ingin membuatnya marah.
Niko merasa sedikit bingung, dia bertanya-tanya pada dirinya sendiri ‘apakah nyonya muda ditindas?’ dia merasa ada yang aneh merasa jika Anita adalah tipe orang yang akan menggertak orang lain ….
…
Tiga Wanita itu membuat keributan, Anita, Zara dan Niki adalah pelaku utamanya, saat Rio tiba pada saat melihat Rama yang melangkah masuk dengan marah, keduanya tercengang saat melihat satu sama lain.
Rio segera pulih dari keterkejutannya dia segera menyapa dengan gaya mengejek “ apa yang kau lakukan disini? Bukannya kau seharusnya menghabiskan waktu dengan tumpukan dokumen di kantor”.
__ADS_1
Rama melirik dan berbalik tanya “apa yang kau lakukan disini? Apa kantormu pindah?”.
Rio menutup mulutnya rapat-rapat dan berpikir jika seharusnya dia tidak bertanya! Dia memutuskan untuk memberi tahu alasan kunjungannya “ Wanitaku di intimidasi jadi saya kesini untuk melihat siapa orang yang berani menggangu Wanita saya”.