Pernikahan Termahal

Pernikahan Termahal
peringatan dari Anita


__ADS_3

Dullu ayah Anita mendirikan perusahaannya di temani oleh ibu Anita, selama itu Yasan dan Jeni bekerja sian gdan malam sampai perusahaan mereka tercatat sebagai berusahaan bergengsi pada saat itu, berbanding terbalik dengan kakaknya Kusuma tidak mempunyai prestasi sama sekali, bisa dibilang jika hidupnya bergantung pada Orang tua Anita, jika bukan karena orang tuanya memberikan pekerjaan pada Kusuma dapat dipastikan dia akan menjalani hidup sebagi pekerja serabutan.


Saat Anita berusia 12 tahun ke dua orang tuanya mengalami kecelakaan dan meninggal karena kecelakaan itu, saat itu Kusuma mengambil hak asuk Anita dan memimpin perusahaan, dengan keegoisan dan keserakahannya dia mengubah perusahaan jayen group menjadi perusahaan keluarganya bahkan merubah nama perusahaan itu menjadi Moon group.


Bisa-bisanya Kusuma masih mengancamnya dengan menggunakan makam kedua orang tuanya, apa dia hewan sampai-sampai tidak bisa mengenali saudara kandung dan saudari iparnya sendiri.


Anita menenangkan dirinya, dia berniat untuk membuat keluarga itu menerima bayaran atas perbuatannya, dia tidak akan membiarkan semua berjalan seperti yang mereka inginkan.


….


Sebelumnya Anita menghubungi Raffai untuk menemaninya ke kediaman keluarga, Awalnya Raffai sedikit bingung tapi dia merasa senang karena dibutuhkan.


Saat ini Anita turun dari mobil, Raffai mengulurkan tangan untuk membantunya, hatinya terasa sesak saat melangkahkan kaki ke dalam Rumah yang dulunya adalah rumah orang tuanya “ apa kau baik-baik saja” tanya Raffai dia menyadari keadaan Anita.


“aku harus siap, karena tidak ada pilihan mundur untukku” sahut Anita, dia membawakan paper bag mewah, Raffai mengikutinya dari belakang.


Pelayan membukakan pintu setelah mereka membukakan pintu dan mempersilahkan masuk, mereka memasuki ruang Tamu saat Anita mau duduk seseorang melemparnya dengan tomat matang, Anita terkejet saat melihat tomat mengarah ke wajahnya, dengan sigap Raffai menangkis tomat itu sampai jatuh ke lantai.


Anita melihat kearah sember masalah, Raffai marah dan berucap “apa begini cara keluarga Kusuma menyambut keluarganya”.


Mulan merasa jengkel dan jijik saat melihat Anita “apa maksudmu keluarga, dia tidak selevel denganku”.


Mendengar hinaan Mulan Anita menaruh paper bag yang dia bawa di lantai, melangkahkan kaki dengan kesal kearah Mulan yang lebih tinggi darinya karena mengenakan high heels “ Mulan katakana sekali lagi siapa yang tidak selevel akua pa kamu, jika bukan karena kau dan keluargamu merampas asset pribadi milik ku apa kau pikir kau akan menjadi seperti saat ini, seluruh keluargamu akan hidup kekurangan, kau jangan memrasa bangga dengan apa yang bukan milikmu” ejek Anita dia menatap Mulan dari ujung kaki sampai kepala.


“kau pikir Kusuma mampu membelikanmu pakaian bermerk seperti ini, jika bukan karena hartaku kau dan keluargamu akan tinggal di pinggiran kali” imbuh Anita, ucapannya benar apa adanya dia tidak melebih-lebihkan.

__ADS_1


“Anita kau Wanita sialan” ucap Mulan marah karena sudah dipermalukan dan geram, dia mengangkat tangannya untuk menampar Wajah menyebalkan Anita.


Anita menangkap tangan Mulan yang melayang di udara, kemudian menampar Wajah Mulan yang kedua kalinya dia menggenggam tangannya yang kecil kemudian Kembali menampar wajah Mulan.


“ Anita berani-beraninya kau memukulku” teriak Mulan marah sekaligus kesakitan.


“Lantas bagaimana menurutmu, kau yang terlebih dulu memprovokasi, akan buruk jika kau keluar rumah memprovokasi orang lain sebagai saudari sepupu aku mempunyai kewajiban memberimu pelajaran” cibir Anita, dia berpikir jika Mulan seperti anjing gila yang akan menggigit orang yang di temui.


Anita melepaskan pergelangan tangan Mulan, emosinya Kembali setabil dengan ramah dia berucap pada Raffai“ ini rumah ku, karena kau disini kau bisa menganggap rumahmu sendiri, duduklah dimana kau suka” setelah itu dia duduk di sofa dengan nyaman.


“ terimakasih”sahut Raffai dengan senyum menawan di bibirnya, saat dia melewati Mulan kakinya sengaja menyenggol Wanita itu sampai terjatuh, dan dia lewat begitu saja seolah tidak terjadi apa-apa.


Mulan menjerit kesal baru saja dia di tampar oleh Anita sekarang dia di jatuhkan dengan sengaja, mendengar jeritan putri kesayangan mereka Kusuma dan Mila segera berlari menuruni anak tangga, mereka khawatir terjadi sesuatu yang mengerikan pada putrinya.


“ma gadis sialan itu menganiaya ku” seru Mulan sambil menunjuk kearah Anita yang sedang duduk santai menikmati minuman yang dibawakan pelayan.


“ berani-beraninya kau menyakiti anak ku di rumahku” ucap Mila kesaldan marah dia berjalan kearah Anita, saat dia akan menjambak rambut anita.


Anita sudah terlebih dahulu memegang tangannya membuat Mila terseungkur kesakitan di lantai, sambil memegang Tangan Mila dia menekan tubuh Wanita sialan itu dengan kuat “ apa kau bilang? Rumahmu, dasar tidak tahu malu, ulangi ucapanmu sekali lagi aku akan membuat wajahmu hancur” dia menekan kepala Mila dengan kuat sampai menyentuh lantai.


Kusuma marah tidak terima anak dan istrinya di aniaya oleh gadis sialan itu “ dasar kurang ajar bisa-bisanya kau melukai bibi dan saudarimu, aku akan memberimu pelajaran” ucapnya dengan langkah kaki berat.


Anita melepaskan Mila dia berdiri dengan tegak, amarahnya sudah tak dapat dibendung lagi “ apa kau pikir aku tidak akan menggila jika tidak kau provokasi terlebih dulu, kau mencuri harta ku dan sekarang kau berniat untuk mengusik makam orang tua ku” kemarahannya sudah sampai ke ubun-ubun, dia menendang kaki Mulan yang ada di hadapannya sampai menabrak meja.


Tak terima dengan ucapan Anita Kusuma dengan kasar melayangkan tamparan ke Anita namun tangannya terhenti 5 senti dari wajah Anita, Raffai menangkap tangannya “ apa kau sudah tidak menghargaiku tuan Kusuma” ucap Raffai dengan tatapan mengancam.

__ADS_1


“siapa kau berani-beraninya kau ikut campur urusanku” bentak Kusuma.


“Raffai anan harsya” ucap Raffai dia menatap lekat wajah tua Kusuma.


Kusuma mulai ingat dengan siapa orang yang sedang berdidi memegang tangannya, dia adalah pewaris dari perusahaan penerbangan yang memiliki ratusan pesawat “ aku hanya ingin memberi pelajaran pada anank ini, tidak maksudku mendidiknya” ucap Kusuma.


“ aku tidak tahu seberapa kaya keluarga Kusuma sampai- sampai mempunyai kemampuan untuk mendidik istri dari CEO WJ Kompany” sindir Raffai dengan tatapan meremehkan “perlu di perjelas dia juga teman ku” imbuh Raffai dengan seringai yang menakutkan.


Kusuma baru saja hendak menggali kuburannya sendiri dengan mengusik Anita yang menjadi bagian dari keluarga Wijaya dan secara bersamaan akan menyinggung perusahaan penerbangan paling bergensi di tanah Air, Raut wajahnya segera berubah menjadi ramah “ anda salah paham, saya tudak bermaksud melakukan itu”.


“Ayah kenapa kau malah membiarkan Wanita ****** itu” ucap Mulan tak terima dia membatu ibunya berdiri.


“dasar gadis bodoh, mulai sekarang kau di larang keluar selama sebulan” sahur Kusuma dengan wajah marah, bisa-bisanya selama ini dia membersarkan anaknya yang bodoh tidak mengenali situasi sama sekali.


Anita tersenyum menawan “ sepertinya kalian memiliki urusan keluarga yang harus di selesaikan, aku tidak ingin menggangu kalian lebih lama” Anita mengambil paper bang yang dia bawa tadi “bibi aku sudah menyiapkan hadiah untuk mu kuharap kau suka” dia memberikan kotak itu pada Mila.


Mila Bahagia saat menerima kotak mewah itu “ lain kau tidak perlu repot- repot untuk membawa hadiah” ucapnya.


“kau bisa membukanya bibi” ucap Anita.


Dengan wajah Bahagia mila membuka kotak mewah itu ,matanya terbelalak dia menjatuhkan kotak iku kelantai, sebuah bangkai anjing kecil di lumuri darah terjatuh dilantai dengan bau yang menyegat sudah di makan ulat, mila dan Mulan ketakutah sampai histeris mereka sembunyi di belakang sofa.


“apa-apaan ini” ucap Kusuma yang juga terkejut dengan hadiah pemberian Anita.


Anita tersenyum penuh kemenangan “paman kau tidak perlu takut itu ini hanyalah replika yang mirip dengan bentuk aslinya” ucap Anita sambil mengambil kotak itu. Raffia akhirnya tau apa isi dari paper bag yang dibawa Anita, dia tersenyum geli, Anaita menatap tajam Kusuma “jika lain kali kau mengancam ku menggunakan makam orang tuaku, pada saat itu aku tidak akan sekedar membawa hal seperti ini, akan ku pastikan keluargamu hancur” ancam Anita sambil memberikan kotak itu pada Kusuma.

__ADS_1


__ADS_2