
…
Anita masih dirawat di rumah sakit, Rafai dan Zara merawatnya secara bergantian sementara Elsa Kembali pada hari 3 setelah Anita siuman. Sepanjang hari mereka berdua bergantian merawat Anita.
Uwais disuruh pulang oleh Ayahnya Roger. Sebelumnya dia berencana untuk menunggu Anita dipulangkan terlebih dahulu namun niatnya gagal.
Rafai mempunyai aparteman di London dimana dia bisa membawa beberapa pelayan. Dia menyuruh mereka untuk membuat sup sehat yeng kemudian akan dia bawa kerumah sakit untuk Anita.
Setiap kali rama memperhatikan Rafai yang merawat Anita dengan penuh perhatian dan baik dia merasa sangat marah. Mengapa dia harus rela membiarkan pria lain merawat istrinya dengan begitu baik?.
“ Anita ini sup yang baru saja di rebus. Minumlah selagi masih hangat” rafai menuangkan sup dari teremos ke dalam mangkuk, setelah itu dia kan membatunya menyuapinya dengan sendok.
Setelah mencium aroma sup yang harum, Anita memuji, “Baunya sangat lezat.”
“Itu sudah pasti. Bibi Lala adalah pelayan yang disewa Oleh rafai dari Indonesia . Saya mendengar bahwa dia dulunya adalah seorang ahli gizi, ”seru Zara.
Anita tersenyum Diam membuka mulutnya untuk meminum sup yang diberikan oelh Rafai padanya. Rama tersenyum diam diam sambil menyembunyikan diat buasuknya dengan cara menyebalkan dan bertanya “ap aini harus? Biar aku mencicipinya terlebih dahulu”Sebelum yang lainnya menyetujui ucapannya. Rama mengambil sup itu dari Rafai dan mulai meminumnya.
"Rama, kamu!" Anita berharap dia bisa menamparnya setelah melihat betapa tidak tahu malu perilakunya sangat menyebalkan. ‘bisahkan dia punya rasa manusiawi? Aku seorang pasien! Seorang pasien. Tidak peduli seberapa lapar atau hausnya dia, apakah dia benar-benar harus bersaing untuk mendapatkan sup dengan seorang pasien!?! Apakah itu perlu!?!’
“ Aku tahu namaku sangat bagus, tapi aku akan lebis suka jika kamu memanggil namaku dengan nada yang lebuh lembut” Ucap Rama dengan wajah tanpa dosa, setelah itu merai tremos dan mngosongkan isinya. Dia meminum semua sup yang tersisa.
“Tuan Muda Wijaya apa yang telah kamu lakukan, aku menyiapkan sup ini khusus untuk pasien. Bagaimana bisa kamu menghabiskan semuanya?” ucap Rafai marah. Membuat Anita takut dia mungkin akan menggigit Rama dan membuatnya berdarah.
__ADS_1
“Tepat sekali, dasar tidak tahu malu” Timpal Zara, setelah sadar Rama melirik kearahnya dia segera mengelak kearah lain.
Rama adalah yang paling menakutkan bagi Zara dia tidak begiti berani memprofokasinya …
Rama hanya tersenyum dan mengamati sekelilinga kemudian mengalihkan pandangannya ke Anita “apa yang baru saja kau katakana Tuam Muda Wijaya? Anita itu istriku. Apapun yang menjadi miliknya milikku juga. Ini hanya sebuah sup bukan masalah besar. Kamu sangat berlebihan Rafai.
“Rama apa kamu tidak malu berebut sup dengan seorang pasien, apa kamu merasa bangga karena tujuanmu tercapai?”Anita memelototinya, dan bertanya-tanya bagaimana bisa dia begitu tidak tahu malu apa dia sering makan rebung bambu saat masih kecil?.
Apa maksudnya mengatakan jika milikku adalah miliknya? Istri? Dia berbicara seolah kita memiliki hubungan yang baik satu sama lain. Kita hanya memiliki hubungan one-night-stand!
Rama membantik Mangkokk ke tempat tidur dan membentaknya “ Anita aku tidak akan menghukummu karena kamu seorang pasien.” Dia kemudian berpaling darinya. Keluar dari akal pikiran.
Sebelumnya Niko yang telah diperintahkan untuk membeli sup ayam dari sebuah hotel, kembali dengan terengah-engah. Dia bergegas ke bangsal dengan termos dan berkata, "Tuan muda, Tuan Muda Wijaya, ayam, sup ayam ada di sini.".
Niko melihat Anita dan mengangguk paham. Dia berjalan menuju tempat tidur dimana Anita d\=sedang duduk bersadar dikepala ranjang, dia membuka teremos dan menuangkannya kedalam mangkuk “Nyonya Muda< tadi pagi tuan muda mnyuruh saya untuk membeli sup di hotel khusus untuk anda. Makanlah selagi masih hangat.”
Anita melirik Rama denga khawatir, terlihat jelas jika pria tampan itu masih sangat marah. Oleh karena itu dia memutuskan untuk menelan kata-katanya tadi. Setelah menerima mangkuk dari Niko, dia berkata dengan lembut “ Terimakasih asisten Niko.”
Niko sangat terkejut dan emosional. Nyonya Muda belum pernah memperlakukan saya dengan lembut sebelumnya! “jangan bicara seperti itu Nona Muda, ini adalah Sebagian dari tugasku” ucap Niko senyum sambil mendorong bingkai kacamatanya keatas. Kemudian dia keluar dari bangsal.
Wajah Rama menjadi kesal saat mendengar dia berterima kasih pada Niko. Dian berpikir ‘niko hanyalah menjalankan tugas yang aku berikan, akulah yang menyuruhnya untuk pergi mengambil sup ayam. Kenapa dia harus berterimakasih pada Niko dan bukan pada ku?, kamu benar-benar pantas dipukuli Anita!’.
“Hati-hati, jangan sampai tanganmu melepuh. Aku akan membantumu makan.” Rafai tersenyum lembut dan meraih mangkuk sebelum menyuapinya tanpa ragu.
__ADS_1
Mangkuk sup memang sangat panas dan Anita tidak bisa memegangnya lebih lama lagi. Oleh karena itu, dia memutuskan untuk tidak sok dan tidak menolaknya. Lagi pula, ini bukan pertama kalinya dia membiarkan Rafai memberinya makan. Tidak perlu berdiri dalam upacara bersamanya.
Rama sangat kesal dia takt ahu bagaimana lagi cara melampiaskannya. Dia melompat dari tempat duduknya kemudian segera pergi keluatdari bangsal denganmarah dan membanting pintu hingga pintu tertutup dan terdengar bunyi keras.
"Dasar kekanak-kanakan." Anita mencibir dan terus meminum sup, setelah memperhatikan kelakuan suaminya.
Zara bisa bernafas lega, setelah orang berbahaya dan mengancam seperti Rama telah pergi. Sedangkan rafai memasang wajah biasa saja, fokus menyuapi Anita dengan sabar meski merasa agak senang.
…
Sepanjang malam Zara bertugas menjaga Anita, sementara Rafai pulang ke Aparteman untuk beristirahat. Rama menginap di hotel. Biasanya dia akan datang kebangsal pada malam hari saat Rafai bertugas untuk menjaga Anita. Saat ini dia meutuskan untukkembali kehotel karena saat ini giliran Zara yang menjaga Anita.
Sebagai CEO sekaligus satu- satunya pewaris perusahaan WJ Internasional Kompany banyak urusan bisnis yang harus dia tangani. Dia tidak bisa membawa pekerjaanya ke rumah sakit, dia bisa melakukan pekerjaannya saat di hotel. Begitupuun dengan Rafai, Oleh karena itu Anita memutuskan untuk segera pulang.
Sambil menyandarkan kepalanya ke tangannya sambil bersandar ke sisi tempat tidur Zara berkata “ An An, kamu sudah pasti sangat tahu jika kamu berkunjung ke inggri kamu akan di temukan oleh Laura. Mengapa kamu jadi bodoh dan datang jauh- jauh kesini?
Anita tersenyum pasrah dan berkata “ aku tidak bisa menolah pak tua Wijaya dia sangat bersikeras agar aku pergi kesini”.
Zara mengembungkan pipinya tak terima dan memelototinya dengan galak “ apa kamu jadi bodoh?! Laura adalah orang yang sangat kejam. Bahkan jika Tuan Wijaya tua ingin kamu kesini, kamu seharusnya menolak, apa Jayen Group lebih penting daripada hidupmu sendiri hah?!”.
Anita menatap sikap Zara yang sangat lucu dan mengemaskan membuatnya tertawa terbahak-bahak dan menggodanya “ Zara kamu sangat imut. Aku benar- benar ingin mengelus rambutmu”.
"Persetan, jangan ubah topik pembicaraan." Zara memutar matanya dengan marah sebelum menggelengkan kepalanya lagi. “Aku menduga kamu juga ada di sini dengan harapan bisa melihat Uwais, kan? kamu berharap Laura tidak akan mengetahui kedatanganmu”.
__ADS_1
“Zara aku baru tahu jika kau memiliki potensi besar sebagai seorang peramal, jika kamu bukan salah satu pewaris dari perusahaan besar”.