
“ Anita jangan berbicara saskrastik seperti itu padaku. Tidak bisakha kita berbicara dengan normal?” Rama melangkah maju meraih bahunya yang kurus tinggal tulang. Rama mengerutkan keningnya saat memluknya. Meski dia tahu jika dia Ramping tidak tidak pernah berpikir jika dia sekurus ini.
Dulu setiap kali dia memeluknya untuk tidur, setidaknya dia menyentub Sebagian dari dangingnya. Namun dia sudah tahu seberapa kurusnya dia hanya dengan memeluknya saja.
Dia mulai semakin merasa bersalah. Dia sepertinya benar-benar melakukan kesalahan padanya …
Anita tersenyum sinis dan mencibirnya “Tuan Muda bukanya anda sangat membenci saya setiap kali saya muncul di hadapanmu? Bukannya kau selalu berharap aku smenghilang dari pandanganmu? Jadi saya pikir tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan.
Kedepannya kita akan menjalani hidup seperti orang asing. Anda boleh pergi!.”
Dia semakin menjadi dingin dan tak perduli. Jika Rama benar-benar memilih pergi saat ini. Dia tidak Akan pernah dipanggila Rama Wijaya. Rama yang memiliki wajah tembok dan sangat tidak tahu malu seperti yang dia inginkan.
Anita mendorongnya menjauh dan wajahnya yang tampan tiba- tiba menjadi lebih lembut tidak seperti biasanya. Dia melingkarkan lenganya ke pinggangnya dan menyandarkan dagunya ke kepalaya sambil berbicara dengan nada suara yang memikat seperti anggur tua yang enak.
“Ani… Sayang, pulanglah bersamaku. Dokter mangatakan jika kamu dapat pulang besok, ayo kota pulang bersama, Ok? Saya tidak bernari memberi tahu kakek dan ibu tentang apa yang menimpamu. Kamu sudah pergi hampir satu bulan, kamu tidak bisa membuat mereka terus khawatir bukan?”
“Rama sudah cukup ya. kau jangan menggunakan kakek dan ibu untuk mengancamku!” Anita mendorongnya tapi tidak berhasil. Akhirnya dia menjadi sangat marah dan menendang betis Rama Untuk melampiaskan amarahnya.
Rama tersentak kesakitan dan berpikir ‘ wanita ini benar-benar sangat kejam!’
"Sayang, kamu boleh melampiaskan amarahmu semaumu tapi kamu harus pulang bersamaku."
“ Rama kau pikir siapa dirimu? Setelah mengusirku kini kau berharap aku Kembali padamu” Anita menggongngong. Dia tidak pernah berniat untuk memaafkannya dengan mudah hanya karena dia telah membuang harga dirinya dan meminta maaf padanya.
“Maafkan aku, Ok? Aku tidak akan pernah mengulangi kesalahanku. Sayang apakah kita akan pulang” tanya Rama dengan sabar dan wajah tampanya masih lembut.
__ADS_1
Anita memutar Matanya ke arahnya sambil berpikir ‘sungguh pria tidak tahu malu!’
Anita menolak untuk meninggalkan Rafai dan Zara. Dia bersikeras memintanya untuk pulang bersama mereka. Namun sangat jelas jika Rama tidak akan membiarkan mereka pulang bersama. Oleh karena itu dia menjempunya dan mendorognya memasuki mobil setelah itu mereka langsung menujubandara dan naik pesawat Kembali ke Indonesia.
…
Mereka berdua berbaring di tempat tidur ukuran king yang luas dan mewah di jet pribadi yang sedang dalam peejalanan Kembali ke Ibu Kota. Pasangan itu saling berpelukan, Anita sangat kelelahan oleh karena itu dia langsung tertidur setelah naik pesawat. Semen tara Rama merayam kesampingnya dengan hati- hati dan menarik tubuhnya yang lembut kedalam pelukannya, setelah itu membenamkan kepalanya di bahunya dan menghirup aroma tubuh yang dia rindukan.
Dan akhirnya dia bisa tidur dengan nyenyak.
..
Mereka sampai di mansion 12 jam kemudian. Rama mengangkat Anita meskipun dia menolaknya dia membawanya keruang tamu. Bibi siti yang melihat Anita di peluk oleh Rama setelah dua minggu menghilang dia ternyum dan menyapanya.
Anita tersenyum dan mengobrol dengan bibi Siti sebelum naik keatas dengan alasan Lelah.
‘ Itu pasti Niki, mengapa dia datang mencariku? Mungkin ada sesuatu yang mendesak? Pasti ada hubungannya dengan Mulan ..’
“Aku paham” sejenak dia perpikir kemudian menyenggol Rama mengisyaratkan agar mereka segera naik keatas.
Rama tersenyum. Dia mengencangkan pelukannya sebelum menaiki anak tangga. Bibi Siti tersenyum ngeli diam- diam setelah melihat suasana intim yang penuh kasih sayang mereka berdua sambil berpikir ‘sepertinya mereka berdua semakin dekat setelah perjalanan ke Inggris ini’
Rama membawa Anita kembali ke kamar tidurnya dan membaringkannya di tempat tidur. Dia mengangkat selimut dan membiarkannya berbaring. Anita menekan tangannya ke bawah dan berkata dengan cemberut, “Semua seperti yang kamu inginkan, aku pulang bersamamu. Dan bisakah kamu keluar sekarang?”
Dia kembali terlalu tiba-tiba dan karenanya bahkan tidak punya waktu untuk memberi tahu Rafai dan Zara. ‘Apa yang akan terjadi jika mereka bangun dan menyadari bahwa dia telah hilang?’
__ADS_1
Yang ingin dia lakukan sekarang adalah mengusir Rama dari kamarnya sebelum menelepon Rafai untuk memberitahunya bahwa dia aman.
“Kamu baru saja dipulangkan dan tubuhmu masih lemah. Aku akan meminta Bibi Siti membuatkanmu sesuatu untuk dimakan. Beristirahatlah dan jangan pergi ke tempat lain.” Rong Yan melepas sepatunya dengan paksa sebelum menekannya ke tempat tidur dan berbaring.
“Rama " Anita berteriak dengan marah setelah dianiaya. Dia membentak dengan marah, “Apa yang kamu coba lakukan!?! Jika Anda hanya melakukan ini karena rasa bersalah, saya dapat dengan tegas memberi tahu Anda bahwa tidak perlu melakukannya! Aku tidak bisa menerima kesalahanmu. Aku tidak akan menyalahkanmu lagi. Baiklah? Bisakah Anda mulai bersikap normal saat itu?
"Apakah kamu benar-benar tidak menyalahkanku lagi?" Rama bertanya dengan matanya yang suram menyala.
Anita merasa seperti dia hanya memiliki ilusi. Dia menyadari bahwa matanya sepertinya memancarkan cahaya bercahaya yang menyerupai serigala liar!
Dia memalingkan muka dan berkata dengan sikap bermusuhan, “Ya, aku tidak menyalahkanmu lagi. Apa hak saya untuk menyalahkan Anda? Jadi, Anda tidak perlu merasa bersalah atau menelan harga diri Anda untuk melakukan tugas lain-lain untuk saya.”
Terus terang, mereka hanyalah orang asing yang telah menikah selama dua tahun tanpa perasaan satu sama lain.
Rama menjaga wajah lurus dan mengatupkan bibirnya sambil melepas blazer dan sepatunya. Dia kemudian berbaring di sampingnya dan menariknya ke pelukannya. Dia memeluknya erat-erat dan menekan kepalanya ke dadanya.
Anita hampir mati lemas dalam pelukannya dan dia membentak, "Rama, apakah kamu mencoba mencekikku sampai mati!?!"
Rama Wijaya menyeringai dan melepaskannya sebelum berkata dengan wajah cemberut, "Anita, panggil aku Hubby."
Aku sedang tidak mood dan aku tidak suka memanggilmu seperti itu. Aku tidak ingin melakukannya, terlalu konyol… Mmph…” Suara Anita menjadi teredam dan dia meraih kepalanya untuk menciumnya dengan paksa bahkan sebelum dia sempat bereaksi.
Rama mencium bibirnya yang lembut dan kenyal, amarahnya mulai menghilang. Bahkan dia tidak tahu apa yang sedang terjadi dengannya.
Dia sangat marah melihat ekspresi cemberut di wajahnya dan sikap menyendiri dari nada bicaranya. Sejak kapan Rama Wijaya membiarkan orang lain memengaruhi emosinya sepanjang hari? Belum lagi, dia adalah wanita yang dipaksa untuk dinikahinya.
__ADS_1
Rama Wijaya memutuskan untuk berhenti menciumnya dan mengencangkan cengkeramannya di sekelilingnya. Dia berkata dengan suara memikat, "Anita, istirahatlah dan tidur."
jangan lupa berkomentar biar ane bersemangat, traktir juga boleh sekali loooo!