Pernikahan Termahal

Pernikahan Termahal
baikan


__ADS_3

Setelah selesai mandi, Anita mengenakan jubah mandi dia melihat jam tangannya menunjukan waktu setengah 10 malam, Rama masih berada di ruang kerja untuk menangani beberapa pekerjaan yang tertunda.


Walau bagaimanapu dia adalah suaminya, di masa depan dia membutuhkan bantuannya, setelah itu dia berbegas ke dapur.


Tok tok


Rama yang melihat dokumennya lalu berkata “masuk”.


Anita masuk membawa nampan ditangannya, sedikit bingung saat melihat rama sibuk dengan dokumen yang ada di tangannya, dia tidak punya pilihan selain mengakui jika pria itu terlihat sangat menawan saat serius mengerjakan pekerjaannya. Belum lagi Rama memiliki postur tubuh yang gagah, wajah tampan yang mampu menyapu bersih Wanita, karena dia sangat tampan, gagah dan tidak lupa kaya-raya.


Pada saat ini dia mengeluarka aura dewasa dan dapat diandalkan yang berbeda dari biasanya, selama ini Anita menganggapnya sebagai pewaris yang tidak kompeten, suka marah-marah, keras kepala dan suka menghambur- hamburkan uang, namun setelah melihat dia bersungguh-sungguh melakukan pekerjaannya semua hal buruk yang dia pikirkan sebelumnya hanyalah imajinasinya saja.


Jika dia bukan orang yang ambisius dan tidak kompeten bagaimana mungkin dia bisa mengelola perusahaan WJ Kompany?.


Saat Rama mengangkat kepalanya dia berpikir jika yang masuk adalah seorang pelayan yang tidak mempunyai akal yang berani menerobos masuk kedalam ruangannya, saat dia mau menegur dia melihat Wanita cantik yang bersikap acuh tak acuh.


Dia memiliki wajah yang cantik, kulitnya putih halus, dan sepasang mata yang indah dan jernih, dia menatapnya dengan berani, dia marasakan dorongan yang kuat untuk mencium bibir lembutnya.


“apa yang kau lakukan?” tanya Rama menyadari jika suaranya sangat dalam, dia terbatuk dengan gelisah berusaha menyembunyikan pikirannya yang nakal.


“emm…” Anitsa merasa sangat canggung karena dipergogi sedang melihatnya, dia menjadi malu dan berkata “aku kesini untuk membawakan makan malam”.


“tumben kau melakukannya? Apa kau ingin mencoba untuk mendapatkan nilai bagus dariku?” Rama bercanda sambil menyisir Rambutnya dengan jemarinyadan mengamatinya dari ujuk kelapa sampai kaki.


Melihat serpon normal Rama, Anita berjalan kearahnya dan mengerucutkan bibirnya kemudian berkata “jika itu pendapatmu, walau bagaimanapu aku harus bergantung padamu kedepannya, tentu saja aku harus berprilaku baik”.


Rama melihat saemangku mie yang ada dinampan terlihat menggugah selera, kemudian dia bertanya pada Anita “ Anita, jangan bilang kau yang memasak?”.


“memang apa yang salah? Jangan bilang anda meremehkan kemampuan saya?” tanya Anita, dia meletakkah tangannya diatas meja menudian melihat Rama.


“tidak , ..aku tidak” ucap Rama dengan tenang, dia mengambil sumpit dan mulai memakan mie yang di masak oleh istrinya itu, tanpa menunjukkan sedikitpun rasa enggan.

__ADS_1


Anita duduk di kursi dan memperhatikan setiap Tindakan Rama sambil berpikir ‘ada begitu banyak manfaat menjadi orang tampan, dia terlihat begitu menawan dan enak di pandang bahkah saat dia hanya makan’.


“tuan muda, nikmati makan malam mu , aku akan Kembali ke kamar sekarang” ucap Anita,, dia sudah melakukan apa yang dia butuhkan untuk menjilat jadi dia ingin pergi secepat mungkin.


“tunggu sebentar” sanggah Rama, Anita menghentikan langkahnya dan menatap pria Tampan itu “duduk di sana” ucap Rama, jarinya yang ramping dan panjang menunjuk kearah sofa, kemudian dia Kembali menikmati mienya.


Anita tidak tahu apa yang ada di balik sikapnya, dia tidak punya pilihan selain menurutu perintahnya duduk manis di sofa.


Ruang kerja itu sangat luas dan mewah, Rama menikmati mie nya dengan santai, sementara Anita membolak balik majala bisnis dengan santai dan duduk disofa dengan bosan.


Hal itu adalah hubungan paling harmonis yang pernah mereka lakukan selama ini. Akhirnya Rama selesai makan, dia berdiri dan berjalan menuju pintu keluar “ anita ikut aku!”.


“mau ke mana?” tanya Anitayang masih enggan untuk berdiri dari sofa.


Rama mulai kehilangan kesabarannya, dia berkata “mengapa kau begitu banyak pertanyaan, ikutlah karena aku menyuruhmu!”.


“sungguh raja yang tidak memiliki kewibawaan seperti tiran yang seenaknya” Anita mencibir pelan, dia dengan enggan berdiri dan mengikutinya dibelakang.


“mengapa kau ingin kau masuk?” tanya Anita dengan banyak kecurigaan di benaknya, sangat mencurigakan untuknya membawanya masuk kedalam kamarnya di tengah malam seperti ini, dia berusaha untuk membuat imajinasinya tidak berkeliaran menjadi lebih liar.


Rama menatapnya cukup lama kemudian menertawakannya “jangan khawatir, dirimu sama sekali tidak menggodaku, masuk beri aku pijatan di punggung, jangan buat aku menunggu”.


Rama pergi mengisi bak mandi dengan Air sementara anita kesal dan berpikir ‘dia sangat pandai menikmati hidup, pada jam segini dia meminta untuk pijatan punggung!’


“Anita kau memiliki 3 detik untuk sampai sini, jika tidak, kamu akan celaka” saat dia meratapi nasibnya dia mendengar suara Rama.


Anita terkejut dan berkata dengan panik “ iya aku datang”.


Rama tinggal di kamar tidur utama yang luasnya jauh lebih besar dari pada kamar tidur yang dia tinggali, kamar mandinya jelas lebih mewah dari pada miliknya, di bak mandi yang besar Rama memakai handuk di pinggangnya dan bersandar di sisi bak mandi, lengannya terlentang disisi bak mandi sambil memejamkan matanya.


Cahaya menyinari wajah tampannya, sementara uap air panas mengepul disekitarnya samar- samar membuat wajahnya terlihat buram, sehingga membuatnya tanpa lebih menggoda.

__ADS_1


Anita terdiam melihat pemandangan itu, suara Rama menghancurkan lamunannya “ apa yang kau tunggu cepat datang dan gosok punggungku” perintahnya.


“ bagaimana cara ku menggosok punggungmu sementara kau bersandar ke bak mandi?” Anita mengambil handuk kecil yang ada di laci kemudian berjongkok untuk menggosok punggung Rama dengan enggan.


Rama memutuskan untuk membuatnya lebih mudah dengan duduk tegak memperlihatkan bahunya yang lebar.


Anita membasahi handuk kemudian mulai menggosok punggung Rama, dia melihat dari dekat kulitnya yang halus dan sempurna, membuatnya merasa sedikit cemburu karena tidak ada pori- pori yang terlihat sama sekali.


“pijat bahu kanan ku” ucap Rama dengan senang.


Anita meletakkan handuk disisi bak mandi dan mulai memijat bahunya, dia tahu orang-orang yang duduk di kantor cenderung memiliki penyakit bahu, sakit leher dan masalah tulang belakang sepanjang waktu.


Dia dengan patuh memijatnya dengan Teknik yang masih dia ingat, Rama yang tadinya menutup matanya tiba- tiba membuka mata dia menoleh untuk melihat Anita, merasa bingung Anita bertanya “ada apa? Apa aku terlalu banyak menggunakan kekuatanku?”.


“ Anita aku benar-benar penasaran apa yang tidak bisa kamu lakukan?” tanyanya, seperti semua dapat dilakukan Anita.


Anita berpikir dengan serius, lalu menjawab dengan Ragu- ragu “aku belum memikirkannya hal ini sebelumnya, sebagai orang yang tidak memiliki orang tua aku berusaha keras menguasai banyak keterampilan sebanyak mungkin”.


Rama memutuskan untuk tidak melihatnya lagi, seolah dia tidak pernah bertanya mengenai hal itu sebelumnya.


Merasa suasana yang sedikit aneh, Anita mengambil handuk kemudian menggosok punggungnya lagi setelah memijat.


Setelah selesai memijat, Lengan Anita menjadi sedikit nyeri dan sakit, dia berdiri dan berkata dengan kesal “ aku sudah selesai, kamu bisa melanjutkan mandi, jangan memanggilku kecuali hal sangat penting”.


Rama mengusirnya sambil mencibir, Anita dengan senang hati Kembali kamarnya dan menjatuhkan tubuhnya keatas tempat tidur, kelelahan yang tak terelakan.



Ditengah malam Anita mendengar suara pintu kamarnya dibuka, saat dia dalam keadaan setengah sadar seseorang menerobos masuk.


Dia terkejut dan segera berteriak “ siapa di sana?!”.

__ADS_1


__ADS_2