Pernikahan Termahal

Pernikahan Termahal
mendapatkan dukungan Rama


__ADS_3

“apa yang kau lakuakan? kenapa kau mengambil foto ku?!” cerocos Niki dengan cemas dia mengenakan kacamata hitam dan kerudungnuntuk menutupi wajahnya .


“pastinya aku punya alasan kenapa mencarimu lagi, ayo ikut denganku” begitu selesai bicara Anita berbalik memasuki café yang berada di samping mal, Niki mengikutinya setelah berpikir cukup lama.


“jelaskan kenapa nyonya muda wijaya sampai repot-repot mengambl foto saya?” tanya Niki sambil menundukkan kelapa karena tidak ingin ada orang yang mengenalinya.


“ apa Mulan teman dekatmu?” tanya Anita setelah menyesap kopi.


Zara meminta pelayan untuk menyiapkan es cream dan pastry, tak lupa dia juga memasankan hal yang sama untuk Niki, dia perlahan menikmati suguhan lezat itu.


“bagaimana kamu tahu?” Niki bertanya dengan kaget.


Tidak banyak orang yang tahu jika dia adalah salah satu teman dekat Mulan, lantas bagaimana dia bisa tahu?


“sudah jelas karena aku sepupu Mulan” sahut Anita.


“apa, kamu… kamu sepupu Mulan? Tapi kenapa kamu masih…” (memperselitku)


“apakah kamu mau bertanya, kenapa aku masih memperlakukanmu sepert itu?” tanya Anita dengan senyum menghina.


“kenapa kau diam, aku sudah memesankan untukmu” ucap Zara saat melihat Niki tidak menyentuh makanannya.


Niki tersenyum canggung ‘apa yang dia pikirkan? Apa dia berpikir jika aku masih memiliki nafsu untuk makan’ pikirnya kesal, dia mengangguk Ragu.


Anita mengammbil sendok kecil untuk mengaduk kopinya dengan lembut, setelah menyadari sesuatu Niki bertanya “apa kau sengaja mempersulit ku? Hanya karena aku memiliki hubungan dengannya?”.


“kau cukup peka, aku pikir hanya ukuran dadamu yang besar” celoteh Zara dia mengangkat kepalnya dan tetap diam.


“katakana, apa yang ingin kau lakukan untukmu?”tanya Niki.

__ADS_1


Anita senyum ramah kemudian berkata “ sesuatu yang tidak sulit, kau hanya perlu mengalahkan asisten Mulan, kemudian mengunggap masalah tentang dia yang menggunakan narkoba dimalam hari, pekerjaan mudahkan?”.


“tidak mungkin!” perotes Niki tanpa ragu, dia dan Mulan sangat mengenal satu sama lain dan sudah mengetahui rahasia satu sama lain, jika dia mempublikasi masalah Mulan, dapat dipastikan jika dia juga akan terserat juga.


“jangan mudah menolak, perimbangkan dengan hati-hati, ini nomor ku, kau bisa menggubungiku jika sudah mengambil keputusan” dia menyerahkan selembar kertas pada Niki, Anita menatapnya dengan Ambigu kemudian pergi bersama dengan Zara.


….


Pada malam hari Rama pulang kerumah mewah, mengetahui jika Anita belum pulang.


Bibi Siti menggosok tangannya dengan gelisah dan kemudian bertanya “ tuan muda sepertinya nyonya muda sedang bertemu dengan teman-temannya, haruskan saya menghubunginya dan menyuruhnya Kembali?”


Rama tidak mengucapkan apapun dia malah menundukkan kepada dan mengetik di laptopnya, bibi siti tidak tahu apa yang dia pikirkan oleh kerena itu dia tidak berani menghubungi Anita.


“bibi Siti aku pulang” sapa Anita memasuki ruang tamu dengan wajah lesu, saat melihat Rama berada di ruangan itu.


Bibi siti buru-buru kearahnya kemudian berkata dengan palan “nyonya muda, tuan muda sudah lama menunggumu pulang, cepat katakana sesuatu yang baik untuk membuatnya senang”.


Mendengar bahwa Anita sudah pulang, Rama mendongak menatapnya dengan mata gelap dan tajam. Merasa gelisah Anita segera bertanya “tuan muda, kenapa anda pulang?” dengan wajah tanpa dosa.


Begitu selesai mengajukan pertanyaan itu, Anita berharap bisa menampar wajahnya sendiri, kenapa dia menanyakan pertanyaan itu padanya, ini rumahnya, jelas dia orang yang paling berhak untuk pulang.


Melihat dahi rama berkerut, dia tersenyum masam dan Kembali menambahkan “ hehe .. tuan muda aku tidak bermaksud begitu, aku mencoba bertanya ..”.


“ayo makan malam” sela Rama dengan expresi dingin, kemudian meninggalkannya sendiri dan berjalan keruang makan.


Dia melirik bibi Siti yang menginginkan hal baik, dia melirik tanpa daya sebelum menyusul Rama keruang makan.


Semua hidangan yang disajikan adalah hidangan yang lezat sayang nya semua itu hanyalah makanan kesukaan Anita, karena bibi Siti tidak tahu jika Rama akan pulang.

__ADS_1


Rama adalah orang yang sangat pemilih makanan dan ada banyak makanan yang tidak dia makan, seperti daging dan sayuran, dia tidak pernah mengkritik makanan, sebaliknya dia menyisihkan makana yang tidak dia makan ke piring lain yang berisi tulang dan sisa makanan.


Ada lebih dari 10 hidangan yang disajikan , tapi Rama yang pilih-pilih makanan berhenti setelah mengambil empat atau lima kali.


Pada Akhirnya Anita yang harus menghabiskan seluruh makanan yang masih tersisa cukup banyak, rama meletakkan garpu dan sendok kemudian bertanya “bagaimana rasanya setelah memanfaatkan ku hari ini?”.


Anita mulai batuk-batuk dia tersedak makanan dan mulai batuk hebat, Rama menatapnya dengan jijik sebelum menepuk pundaknya dengan enggan, Anita akhirnya mengatur nafas dan bertanya dengan hati-hati “apakah kamu sudah menyadarinya?”.


“apa kau berpikir, kamu bisa menyembunyikannya dariku?”cibir Rama dengan jijik, satunya tentang Anita dia bukan tipe Wanita yang penurut apalagi mudah dibully, apalagi Niki bukan sesuatu yang begitu merepotkan dan tidak perlu membuatnya untuk turun tangan sendiri.


Namun pada kenyataanya dia tidak hanya membuatnya turun tangan dia juga membuatnya membantunya menggunakan identitasnya untuk membuat jalan yang dilalui lebih mudah.


Dia tidak punya pilihan selain mengakui jika Anita cukup pintar untuk memanfaatkan apa yang bisa dimanfaatkan di sekitarnya.


Karena sudah ketahuan, Anita tidak menyembunyikan lagi kemudian bertanya “apa aku orang pertama yang memanfaatkan mu? Rasanya sangat luar biasa, setelah pencapaianku itu” dengan senyum cerah.


Sebelumnya Rama menatapnya dengan tatapan merendahkan, kemudian berbicara dengan dingin “ kau bisa melakukan apa yang kau mau , selama kau tidak menginginkan sebuah perceraian”.


Dengan kata lain dia mengatakan, jika dia dapat melakukan apa saja dengan otoritas dan kekuasaannya yang mutlak di ibu kota selama mereka tidak bercerai.


Mata Anita berbinar, dia belum pernah melihat Rama sebaik ini sebelumnya, dia meliriknya kemudian bertanya “anda tidak bercanda kan yuan muda? Aku tidak suka dipermainkan, jangan mempermainkan ku karena aku akan menganggapnya serius”.


“ idiot apa aku terlihat seperti orang yang suka bercanda?” Rama menatapnya tajam, kemudian berdiri meninggalkannya sendiri, dia tidak tahan untuk dekat dengannya setiap detiknya dia ingin memukulnya sampai menjadi debu.


“ tuan muda, anda sangat baik! Aku akan selalu mengingat apa yang baru saja anda katakana, aku akan melafalkannya 10 kali sebelum tidur dan 10 kali setelah bangun tidur !” ucap Anita yang menyebalkan.


Rama mengepalkan tinjunya berulang kali dan menarik nafas dalam- dalam sebelum melangkah masuk kedalam ruang kerja.


Anita tersenyum Bahagia dia berpikir seharusnya dia mengajukan perceraian lebih awal jika dia kan mendapatkan hal seperti ini setelah bercerai, dia tidak harus membuang-buang waktu selama itu.

__ADS_1


Anita mandi dengan Air hangat yang nyaman di bak mandi yang berisi Air yang dicampur dengan esensial dan kelopak bunga, dia bernyanyi dengan riang sambil memainkan kelopak bunga.


__ADS_2