
Meskipun saat ini adalah musim panas, angin tengah malam terasa sangat sejuk, dia bejalan memuluk dirinya sendiri dan berjalan tanpa ujung, sebelum dia menyadari, jika dia sudah sampai di sungai thames di mana saat ini dia berdiri di tepi sungai, dia menatap pantulan cahaya warna warni yang memantul di permukaan air yang tenang, dia merasa tenang dan nyaman.
Semua perasaan gelisahnya hilang seketika.
Tidak terlalu banyak orang yang berada di tepi sungai, hanya beberapa pasnagan yang berjalan bergandengan tangan dan beberapa tuna wisama yang sedang mengorek- ngorek sampah untuk mencari makanan sisa, setiap kali mereka tidak mendapatkan apa-apa mereka akan mengumpat “shit”.
Hal itu tampak akrap tapi terasa Aneh, masa lalu yang dengan susah payah dia lupakan, benar-benar telah memudar, waktu akan memperbaiki segalanya.
semua hanya masalah waktu.
…
Selama ini jadwal Rama sangat padat, dia sangat marah pada Anita sehingga sangat sulit untuk berkomunikasi dengannya. Dia tidak menunjukan tanda-tanda sabar sejak membuka mata.
Dia dijadwalkan untuk bernegosiasi dengan bank LK, yang akan membahas tentang perkembangan dan perluasan Wj internasional Kompany di industry perhotelan Inggris di masa yang akan datang. Meraka tidak bisa membuat masalah sekecil apapun.
Niko telah menyiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk pertemuan yang akan dilakukan di kantor cabang Wj internasional Kompany di London. Rama baru saja mengetahui jika perwakilan Bank Lk adalah seorang Wanita saat dia tiba.
Setelah melihat wajah marah Rama, niko dengan cepat segera menjelaskan “tuan muda, dia adalah pewaris dari bank LK, putri dari Johan Davis, Laura Davis”.
Saat amelihat Rama secara langsung Laura Davis sangat terkesima, dia berdiri dengan anggun dengan percaya diri mengulurkan tangan untuk memperkenalkan dirinya “hallo, saya perwakilan dari LK Bank, Laura Davis”.
Dia meiliki kulit putih sepeti salju, Rambut coklat terang, pupil mata hijau tua dan bentuk wajah yang meninjol yang unik untuk orang barat. Dia sangat cantik. Dengan tubuh ramping yang dibalut dengan setelan Chanel terbaru membuatnya terlihat sangat menarik perhatian.
Laura adalah Wanita yang sangat anggun, sebagaibuktinya adalah pakaian yang dia kenakan, emosinya ynag tenang, mengesampingkan identitasnya kecantikkannya saja memberinya hak istimewa.
Rama masih terlihat marah, dia tidak menjabat tangannya, sebaliknya dia mengangguk dan memperkenalkan dirinya dengan singkat “saya Rama Wijaya”.
__ADS_1
Laura sudah lama mendengar tentangnya, dia tahu kebiasaannya bahwa pria yang ada dihadapannya itu terkelan dengan sikapnya yang menjaga jarak dari Wanita, dan dia lupa akan hal itu.
Saat personal dari WJ Internasioan kompany dan LK bank hadir semua Rapat dimulai. Meskipun Rama dalam suasana hati yang tidak baik, dia masih tegas dan lihai dalam negosiasi bisnis.
Kata-kata yang dia ucapkan sangat tajam dan logikanya jelas. Dia sering berurusan langsung tentang topik utama dari situasi yang dihadapai saat ini dan memukul tepat sasaran. Dia akan lebih sering mencapai tujuannya dari pada tidak, dia akan mencapai target yang sudah di tetapkan untuk memaksimalkan keuntungan perusahaan.
Laura Davis kalah telak oleh tekanan Rama Wijaya dan segera menandatangi kontrak, dia tersenyum anggun dan berkata “ Tuan Wijaya, saya berharap LK bank dan WJ internasional Kompany beekrja sama dengan baik kedepannya”.
Laura Davis meninggalkan kantor bersamaan dengan Rama Wijaya, saat di amelihat pria asia tampan yang menunggunya didepan kantor dia melompat kearahnya untuk mencium dan memeluknya tanpa ampun.
Pria itu menunjukan sedikit rasa jijik dimatanya yang diperhatikan Rama Wijaya, terlepas seberapa bainya pria itu menyembunyikannya terlihat dengan jelas di matanya.
Rama mencibir dan berbalik masuk kedalam mobilnya, dia memutuskan untuk pergi karena hal itu bukan urusannya.
…Di sebuah penginapan terpencil yang terletak di pinggitan kota London.
Dia memiliki wajah yang cantik dan kulit mulusyang cerah, semua yang tersisa dalam matanya yang jernih adalah sekilat penghibur dan keputusasaan, membuat matanya terlihat letih dan kosong.
Dia telah diculik selama tiga hari dikurung di kamar terpencil tanpa makanan atau minuman selama itu, selama tida hari terakhir dia menerima pelecehan berutal yang pernah mengikis keinginannya.
terdengar suara dencitan pintu, seorang Wanita berjalan mondar-mandir di ruangan sempit itu mengenakan high heels cantik yang menarik perhatian korban.
Mata Anita berkaca-kaca sesaat sebelum berubah menjadi kosong dan tanpa emosi.
Wanita itu mengenakan gaun selutut yang indah dan cantik, dengan rambut coklat terang yang teurai di punggungnya, dia meggunakan riasan indah diwajahnya membuatnya tampak menawan dan mewah.
Wanita itu keluar begitu dia masuk, dengan tatapan jijik dia berkata kepada bawahannya “udaranya sangat kotor”.
__ADS_1
Bawahannya itu menunduk ketakutan dan segerta meminta maaf sebesar-besarnya, kemudian mengambil pengharum ruangan dan menyemprotkannya kedalam ruangan semppit itu, baru setelah itu Wanita itu akhirnya masuk.
“ nona Anita, sudah tiga tahun setelah pertemuan terakhir kita, aku berharap kamu baik-baik saja” Wanita itu duduk di kutsii yang telah di bawakan oleh bawahannya kedalam ruangan itu, sambil melirik keadaan Anita yang acak-acakan, dia masih terlihat anggun dan tenang seperti biasanya.
Saat Anita hendak bicara, dia sadar jika mulutnya telah di tutup dengan lakban , Wanita itu memberi isyarat pada pengawalnya, setelah itu pengawalnya membuka lakban yang menutum mulut Anita.
Anita merintik kesakitan “apa tidak ada yang ingin anda tanyakan, lakukan itu sekarangan, saya memberi anda kesempatan untuk melakukannya” ucap Wanita itu dengan arogan dambil meliriknya dengan tatapan jijik.
Rasa jijik yang terlihat jelas di mata hijau gelapnya yang tidak dia sembunyikan sama sekali.
Anita menatapnya dan tersenyum tipis menatapnya dengan tatapan prof\=vokatif “ Laura, apa sebegitu takunya kau melihatku? Apa itu sebabnya kau begitu cepat menculik saya?”.
Laura tertawa, tawanya membuat merinding “apa .., aku takut padamu? Nona Anita apa saya perlu mengingatkan mu perbedaan setatus kita bagaikan langit dan bumi! Saya putri Johan Davi Yang tekemuka. Kenapa aku harus takut padamu yang bukan siapa-siapa?”.
“lantas jika kamu tidak takut, kenapa kau begitu bersemmangat menculikku, begitu kau mengetahui aku berada di inggris? Jika hal itu tidak diaggap sebagi rasa takut, aku tidak tahu harus mengartikannya seperti apa”.
Pura-pura terkejut saat dia menatapnya lama, Laura tersenyum dan berkata “ oh benar, saya hampir lupa bahwa anda sudah berubah menjadi angsa setelah menaiki tangga berubah dari miskin menjadi kaya. Nona Anita setelah anda menjadi bagian dari keluarga Wijaya anda berani menantang saya?”.
Anita memilih diam seribu Bahasa dan tetap diam, karena dia tidak bisa melakukan apa-apa jika Laura bersikeras menganggap dirinya menentangnya.
Laura tidak marah karena diamnya, sebaliknya dia terus melanjutkah ceramahnya “Aku bertemu dengan suamimu! Rama Wijaya tiga hari yang lalu, sepertunya dia tidak mencintaimu sama sekali tidak seperti yang di beritakan, Anda sudah hilang selama tiga hari. Kenapa dia tidak tahuu itu? Dengar-dengar Tuan muda wijaya naik pesawat ke prancis pada pukul delapan tadi malam”.
Senyuman diwajah Laura menjadi sangat mengerikan dan jahat “ jadi hidupmu berada ditanganku, bahkan jika dia berhasil menemukanmu kenapa? dia tidak akan menang melawan permainan yang sudah saya siapkan saat berada di wilayah saya, saya akan melihat apakah ada yang menyelamatkan anda!”.
“ sejak aku di culik olehmu, aku tidak pernah berpikir akan Kembali dalam keadaan hidup, karena tidak ada yang lebih mengenalmu dari pada aku, Laura” ucap Anita dengan senyum tipis.
‘Rama telah menyingkirkan ku malam itu, seharusnya jika aku lenyam dia akan menjadi orang yang paling Bahagia didunia ini, seharusnya aku dengan keras kepala mentang perjalan ini, bahkan jika itu aku harus menentang pak tua Wijaya’.
__ADS_1
Sebelumnya dia berpikir jika dia beruntung karena Laura tidak tahu tentang kedatangannya, karena rencana perjalanan yang dilakukan Rama sangat padat, dia berpikir jika mereka tidak akan tinggal lama.