Pernikahan Termahal

Pernikahan Termahal
misi membebaskan Anita


__ADS_3

Anita duduk di kursi menghadap keluar balkon dengan bantal di tangannya, dia mulai melamun, bibi siti menatapnya penuh kasihan padanya, beberapa hari lalu dia dan Rama baik-baik saja, siapa yang tahu hal seperti ini akan terjadi, hal itu sangat mengejutkan karena tidak ada pertengkaran sebelumnya.


Dia menghela nafas Panjang dan menaruh makanan ringan kopi dan buah-buahan di atas meja “ nyonya muda kamu jangan terlalu bersedih, saya yakin tuan muda akan segera Kembali”.


Anita tersentak mendengar kalimat itu keluar dari bibi siti, dia membuang bantal ke samping sebelum menyangkal pernyataan bibi siti “ siapa yang sedih? Aku hanya berpikir bagaimana caranya agar aku bisa keluar dari sini tanpa ada yang menyadari”.


Bibi siti tersedak sebelum bertanya “kamu tidak sedih? Karena tuan muda tidak kesini?”.


Anita mengangguk kemudian berkata “apa aku terlihat seperti istri yang merindukan suami?” lagi pula apa yang membuatnya sedih, dia tidak bisa membuat pak tua Wijaya membatunya keluar dari tempat ini, namun dia bertekad untuk keluar dari tempat ini secepatnya.


Anita ingat jika Sarah akan segera mengirim vitamin dan sup untuknya setiap hari, sudah seminggu dia tidak melihat pelayan dari rumah utama datang pasti para pengawal itu menghentikannya ditengah jalan.


Tuan wijaya dan sarah sangat menginginkan penerus untuk keluarga wijaya, dia berpikir satu minggu waktu yang cukup untuk mereka menemukan ada yang tidak beres.


Anita berharap jika mereka tidak membuatnya kecewa, jika tidak dia harus mencari cara lain.


…..


Sarah baru saja turun dari mobil mewah, dia berada di pintu masuk WJ Kompany diantar oleh beberapa pengawal.


“hallo nyonya”


“ nyonya hallo”


“nyonya selamat siang”


Para karyawan yang tidak sengaja bertemu Sarah menyapanya dengan ramah, dia menyapanya dengan senyuman yang anggun, begitu dia memasuki lift raut wajahnya menjadi kesal.


“bajingan kecil itu berani- beraninya menghalangi orang-orang ku masuk ke kerumahnya, sebesar apa keberaniannya? kurang ajar” ucap sarah dengan marah.

__ADS_1


“nyonya, tuan muda saat ini memang sudah sangat keterlaluan, dia seharusnya tidak melarang nyonya muda untuk keluar rumah” ucap salah satu pengawal yang menjaga Sarah.


“ iya benar, bajingan itu sudah sangat keterlaluan, aku akan memberinya pelajaran” sahut Sarah setuju dengan ucapan pengawal itu, membiarkan putranya di kritik.


Lift yang di naiki Sarah berhenti di lantai eksekutif, melihat kedatangannya sekertaris tersenyum dan menyambutnya, saat dia akan memasuki kantor CEO sarah mengentikan sekertaris itu “ kau tidak perlu masuk” setelah mendengar perintah itu sang sekertaris Kembali ke tempatnya.


Pintu kantor CEO dibuka dengan sangat keras, Rama memberikan tatapan tajam kea rah pintu, namun tatapannya melunak saat melihat jika orang yang membuka pintu adalah ibunya “ ma, kenapa mama datang kekantor, kenapa mama repot- repot datang kesini?”.


Sarah dengan Langkah kasar masuk keruangan CEO menatap Rama dengan tatapan dingin kemudian berkata dengan senyuman di bibirnya “ seharusnya aku yang bertanya kepadamu, putra ku yang baik”


Rama pura- pura tidak tahu kemudian bertanya dengan wajah tanpa dosa “apa yang telah terjadi?”.


“jangan berpura-pura tidak tahu anak sialan”ucap sarah marah dia menaruh tasnya di atas meja kemudian menjewer telinga Rama.


“cepat keluar” Rama memerintah pengawal.


“baik tuan muda” para pengawal segera pergi.


“kelihatannya kau sangat perduli dengan harga dirimu, begitupun dengan ku kenapa kau menghentikan pelayan yang aku kirim untuk membawa sup dan vitamin untuk menantuku?”.


“kenapa begitu? Aku bahkan tidak mengetahuinya?” tanya Rama dengan wajah tanpa dosa, meskipun dia merasa senang didalam hatinya.


Karena itu tujuannya, dia ingin tidak ada siapapun yang bisa memasuki rumah tanpa ijin darinya, dia berencana membuat Anita memikul akibat telah menamparnya.


“ teruskan jika kau ingin berpura-pura! Aku ingin menanya satu hal kepadamu kenapa kau menahan Anita? Kesalahan apa yang dia lakukan? Tidak seharusnya kau melakukan itu padanya!”.


“ dia selingkuh, apa aku boleh menghukumnya?”.


Sarah sangat terkejut, dia berpikir untuk waktu yang lama sebelum dia memarahinya dengan tegas “ bajingan, kamu tidak boleh mengucapkan omong kosong seperti itu!” sarah duduk di sofa dengan tenang dia tahu jika putranya bukan orang yang bodoh sampai bercanda dengan hal-hall itu “ saya yakin Anita bukan orang yang seperti itu, pasti ada salah pahaman!”.

__ADS_1


“tidak ada salah pahaman ini bukan pertama kalinya aku melihat dia berhubungan fisik dengan pria lain” sahut Rama sambil membaca dokumen, pertama kali dia melihatnya di bar jika saat itu dia tidak datang mungkin dia akan berbuat perselingkuhan dengan pria lain.


Sarah menghela nafas, dia tahu jika putranya tidak akan pernah berbohong meskipun dia pemarah, sebelu pergi dia berkata “apapun yang terjadi, kamu tidak dapat menahan Anita seperti itu, jika kakek tahu dia akan sangat marah”.


Rama menutup dokumen yang di baca dan mengelus dagunya bibirnya tersenyum lebar, kemudian melakukan panggilan telepon….


….


Sudah seminggu sejak mereka terakhir bertemu, Zara, Elsa dan Rafai tidak dapat menghubungi Anita, kunjungan mereka ke tempat tinggal Anita ditolak, karena itu mereka khawatir jika Rama melakukan sesuatu yang buruk pada Anita.


“ Rafai apa yang harus kita lakuan” tanya Zara khawatir


“mungkinkah Rama akan melampiaskan kemarahannya dengan menyiksa atau lebih parahnya ….” Ucap Elsa sambil memberi isyarat membunuh.


Rafai memeri tahu apa yang terjadi pada malam itu pada mereka berdua, oleh kerena itu mereka takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada sahabatnya.


Dia tidak khawatir Anita akan dibunuh oleh Rama, namun dia khawatir jika Anita dihukum di asingkan oleh Rama, apalagi dia tahu jika Rama mempunyai kemampuan untuk melakukan itu.


“Rafai katakana sesuatu, aku merasa sangat cemas” ucap Zara cemberut sambil mengoyak lengan Rafai.


“benar ini sudah sangat lama” seru Elsa.


“aku tidak punya ide, satu- satunya jalan kalian berdua pergi ke WJ Kompany tanyakan ke Tuan muda Wijaya apa yang terjadi dengan Anita” ucapnya Pasrah.


“aku tidak ada nyali untuk pergi kesana”seru Zara, dia sedikit takut ke Rama.


“bagaimana kalau kita lapor polisi” ucap Elsa setelah berpikir Panjang.


“yang ada Tuan muda Wijaya yang akan memenjarakan kita karena ikut campur urusan keluarganya” ucap Zara.

__ADS_1


“ bukannya kau sangat pengecut, siapa yang selama ini bilang ingin mencari Anita?” Rafai menyindir Zara memandang dengan tatapan meremehkan.


Zara berdiri dengan marah kemudian berkata “aku tidak masalah mati sekali untuk Anita, ayo kita pergi untuk menyelamatkannya”.


__ADS_2