Pernikahan Termahal

Pernikahan Termahal
membangunkan singa yang tertidur


__ADS_3

Ter sanjungan sikap Ramah Anita, Wawan tersenyum dan berkata “ sudah lama saya mendengar tentang anda nyonya muda wijaya, ada bengitu banyak berita tentang anda dan sekarang saya bisa bertemu secara langsung, anda jauh lebih cantik saat melihat secara langsung”.


“terima kasih Atas punjiannya reporter Wawan” ucap Anita dia mengambil segelas jus kemudian meminumnya lalu berkata “ reporter Wawan, saya berharap anda bisa membuat semua perhatian tertuju ke Mulan, buat dia menjadi perhatian public selama mungkin dengan Artikel yang akan anda tulis”.


Reporter Wawan tersenyum lalu menjawab “ nyonya muda anda tidak perlu khawatir, dengan selembar foto yang anda berikan saya jamin anda tidak akan kecewa dengan Hasilnya”.


Zara menyela “ akan lebih baik jika kita mempunyai gambar yang jelas, dengan begitu dia tidak akan berani menindas Anita lagi”.


Wawan mengangguk setuju dengan Pendapat Zara“ kau tidak perlu khawatir, setelah menerima berita itu aku bergegas pergi keperusahaan WJ Kompany untuk mendapatkan Foto yang beredar, untuk pertema kalinya tuan Raffai menghubungiku, aku yakin kalian akan suka dengan hasilnya”.


Mendengar penjelasan itu Anita tersenyum senang “ teimakasih Reporter Wawan, anda akan mendapatkan imbalan yang besar”.


Wawan segera menolak sambil melambaikan tangannya “ jangan terlalu banyak memujiki, jika bukan karena bantuan tuan Raffai aku tidak akan dengan mudah melakukan dengan muda, jika bukan karenanya aku tidak akan berada disini, dan mendapatkan kesempatan untuk bekerjasama dengan Tuan Raffai, jika saya menerima imbalan itu akan menjadi penghinaan untuk saya”.


Anita mengaguk setuju dengan pendapatnya, setelah menerima kesepakatan wawan pulang untuk menulis astikel yang akan diterbitkan besok, Raffai menatap Anita memudian berkata “ kau bisa memanggil Pak Wawan jika mempunyai urusan seperti ini kedepannya.


“ ok, saya tahu bagaimana melakukannya” ucapnya dia tersenyum Bahagia karena berhasil membuat pukulan besar untuk keluarga Kusuma, karena merasa Bahagia dia minum-minum sepuasnya.


Anita baru Kembali pulang setelah jam 2 pagi, Rama adalah orang yang muudah bangun oleh suara kecil, di abagun saat mendengar suara mobil Anita yang baru saja sampai, dia pergi untuk membuka pintu, dia melihat Anita pemabuk pulang setelan bersenang-senang.


Anita bekum menyadari jika Rama ada di hadapannya, saat ini dia sedang bersandar ke pintu untuk menyanggah tubuhnya yang teras akan jatuh, sambil menemuk ajahnya dia berucap “’kau, kau mirip ….” sambil menunjuk Rama kemudia tertawa.


“ Anita apa kau tidak tahu jam berapa sekarang? Kenapa kau baru pulang” Rama teriak karena marah, kemudian menepis tangan Anita yang akan menyentuh wajahnya.


“aduh sakitk, kau melukaiku” anita cemberut sambul menatap tangannya, kemudian dia Kembali menatap wajah Rama sambil menyipitkan matanya dengan gembira dia berkata “ aku tahu, kau mirip dengan Bajingan mesum yang adan di rumah” suara tawa keluar dari mulutnya dengan cara konyal.sementara Rama memasang Wajah masam ‘ bajingan mesum? Beraninya dia memanggilku bajingan saat aku berada di hadapannya, apa dia menginginkan sebuah kematian?’.


“nyonya muda Wijaya kamu perlu di hukum” Rama Marah dia mengangkat dan membawa Anita Kembali ke kamarnya, dia memasukkan Anita kedalam Bak mandi.

__ADS_1


“ Ah bokongku ” seru Anita kesakitan sambil berbaring di bak mandi, wajahnya murung bibirnya yang mungil mengerucut.


Rama dapat dengan mudah melihat dadanya yang penuh, kakinya yang Panjang dan menggoda, membuat dia terangsang dengan apa yang hadapannya, dia menelan ludahnya dan tiba-tiba merasa tenggorokannya kering dan ketegangan juga mulai menumpuk diperutnya.


Dia berpikir jika dia sudah gila, bisa-bisanya dia tertarik dengan pemabuk ini? Tidat inginterus memperhatikannya dia mulai mengisi bak mandi dan mengambil botol sabun kemudian berteriak marah “bersihkan dirimu sendiri, jika tidak aku akan membuang mu” rama segera pergi setelah selesai berbicara.


Setelah itu dia turun untuk mengambil segelas air dingin kemudian meminumnya, merasa kurang dia mengambil air lagi kemudian menambahkan Es kedalamnya, setelah minum dua gelas Air dingin dia merasa jika suhu tubuhnya Kembali normal.


Selama ini dia berhasil menahan hawa nafsunya dengan baik, itu sebuah kebanggaan baginya, namun kenapa dia kehilangan kendali atas dirinya sendiri saat berhadapan dengan Anita ‘Untuknya mala mini dia mabuk, jika dia tahu aku bereaksi seperti itu kedepannya dia akan mengolok-olok ku’.


Setelah minum rama menghabiskan waktunya di halaman mansion untuk menikmati Angin malam dengan pemandangan bintang di langit setalah ketegangan didalam dirinya mereda Rama Kembali ke kamar.


Dia melihat ke tempat tidur tapi tidak melihat keberadaan Anita, dia memperhatikan pintu kamar mandi yang masih sama seperti sebelumnya, dia segera berlari ke kamar mandi.


“Anita apa kau berencana mati, bangun” ucap rama khawatir dan putus asa, dia kemudian mengangkat Anita keluar dari dalam bak mandi.


Setelah teriakan dan koyakan Rama yang menggangu Anita dengan malas membuka matanya kemudian berkata “ jangan ganggu aku, per…”.


“ Anita bangun!” ucap Rama, dia menyandarkan Anita di dadanya sambil mengusapnya wajahnya, Ramah memiliki wajah yang tampan tapi mempunyai emosi yang mudah marah, melihat wajah Anita yang tidur dengan damai dan tenang membuat Amarahnya memudar.


Momen ini canggung ini membuat Rama hidup dalam penyesalan sepanjang malam, Rama membantu melepas pakaiannya dan memandikannya, walau dalam waktu bersamaan dia menikmati prosesnya dan membenci hal itu.


Tidak seperti kebiasaan buruk Anita saat mabuk seperti preman pasar, malam ini dia sangat penurut dan membiarkan dia memandikannya.


“ diam disini aku akan mengambilkan mu piyama” ucapnya setelah menutupi tubuhnya dengan handuk, kemudian dia pergi ke kamar Anita untuk mengambil piyama , rama menggerutu sebelum dia mengambil piyama sutra di dalam lemari, kemudian dia segera pergi.


Begitu dia sampai di kamarnya dia disambut oleh Anita yang berbaring di Atas Ranjang tanpa sehelai kain, wajahnya yang cantik bak bidadari yang turun ke bumi.

__ADS_1


Nafas Rama terasa berat, dia menyenggolnya kemudian berkata “ cepat kenakan ini, setelah itu pergi ke kamarmu”, Anita tidak memberinya respon, “ Anita jika kau tidak bangun Aku akan memukulmu” cerocos Rama marah.


Anita tertidur pulas, Rama membatu kemudian dengan terpaksa membantu Wanita pemabuk itu memakai piaman dia berencana mengantarnya ke kamarnya setelah ini, Anita tanpa sadar mengalungkan tangannya ke lehernya pada saat dia akan memindahkannya.


Dia berusaha melepas cengkraman Anita yang sangat kuat tapi gagal, karena sudah sangat kelelahan mala mini Rama memilih untuk tidur di ranjang yang sama, sementara Anita mengunci dirinya seperti gurita.


Rama yang tidak bisa bangun dia berencana menutup matanya dan tidur, dia akan memberikan pelajaran pada Wanita pemabuk ini besok pagi.


Saat bangun Anita memegang sesuatu yang berlahan membesar dan hangat, dia mengerutkan keningnya dengan malas dia membuka matanya, dia segera membuka selimut sambil dengan paksa membuka matanya untuk melihat apa yang dia pegang.


Dia sangat terkejut begitu melihat apa yang dia pengang, jantungnya seakan ingin melompat dari tubuhnya.


“apa kau belum selesai” Rama bertanya dengan tegas dengan suara serak.


Anita mendongan untuk memastikan jika itu benar Rama ‘mengapa dia ada ditempat tidurku? Mengapa aku memegang bagian tubuhnya?’.


“kenapa kau di kamarku? apa yang kau lakukan ditempat tidurku? Siapa yang memberimu izin masuk?” Tanya Anita dengan wajah cemberut.


Dengan wajah merah Rama menjawab “ ini kamarku, jika kamu tidak mau melepaskannya, anda akan menanggung akibatnya”.


“ah” dia baru sadar jika tangannya masih memegangnya, dia segera melepasnya tangannya terasa panas.


Rama mendengus pelan, dia menatapnya seperti menatap mangsa, Anita membatu dia tidak yakin dengan apa yang dia pengang dengan gagap dia berkata “ aku tidak sengaja melakukannya, aku tidak tahu bagaimana tapi aku hanya … memegang, maafkan aku, aku akan kembali ke kamarku, silahkan beristirahat”.


Dia segera bangkit dari tempat tidur untuk pergi, namun dalam hitungan detik Rama menariknya dan membuatnya jatuh ke pelukannya “apa kau mau pergi begitu saja setelah menyalakan api?” Rama mulai menciumnya dengan lembut.


Karena dia yang memulainya diawal, Rama sudah mencapai batas kemampuannya untuk menahan diri, jika dia tetap diam tidak melakukan apa-apa pada istrinya yang mempesona dia tidak akan menjadi laki-laki

__ADS_1


__ADS_2