
“ Anita kau membuatku sangat takut” teriak Elsa, dia memberi dorongan kecil pada Anita, siapa yang tahu jika tindakannya itu akan membuat Anita terhuyung.
Detik berikutnya di aterjatuh ke pelukan Zara bukan tanah keras dan dingin, untungnya Elsa juga segera waktu, apa kalian membuat jaji dulu sebelum kesini?”.
“ apa kamu masih kuat berjalan” tanya Zara khawatir, Rafai membatunya untuk mendapatkan Kembali keseimbangan tubuhnya “ kenapa kau melakukan hal ini, Anita ini tidak terlihat seperti dirimu”.
Sementara Rafai menatapnya, Elsa mengambil pel sarung tangan dan masker yang dia pakai “ anita ayo pergi kita tidak bisa tinggal lebih lama lagi!” ajak Rafai.
Dengan muka masam anita berkata “Aku ingin sekali pergi tapi aku tidak bisa”.
“apa Rama mulai mengancammu lagi?” cerocos Zara yang didukung oleh Elsa dengan anggukan setuju.
“kalian dapat melihatnya” seru Anita.
“apa yang membuatnya mengancammu? Perihal apa?” tanya Rafai.
“dengan apa lagi dia bisa mengancamku kalau bukan Mulan, dia mengatakan akan membersihkan nama baik Mulan jika saya tidak membersihkan kamar kecil seperti perintahnya” ucap Anita dengan raut wajah penuh dendam.
Rafai menatap dengan tenang kemudian dia berkata “ Anita ceraikan Rama”.
Anita menatap takpercaya sementara Elsa berkata “ Anita seperti yang diketahui kalian tidak saling mencintai, apalagi kau telah menamparnya ditempat umum, orang dengan tempramen sombong dan angkuh seperti dia tidak akan pernah melepaskan mu”.
“kamu tidak dapat dihubungi selama seminggu! Jika tebakanku benar kamu di kurung oleh Rama di Mansion bukan?” tanya Elsa, Anita menagngguk patuh karena dia memang dikurung dan baru bisa keluar hari ini.
“apakah kau pernah berpikir jika membersihkan toilet hanyala sebuah awal? dari balas dendamnya padamu?” kata Zara.
“aku sudah menebak itu, tapia pa yang bisa aku lakukan? Aku masih ingin merebut Kembali perusahaan orang tua ku tapi tidak mungkin bagiku melakukannya tanpa bantuan pak tua Wijaya” ucap Anita sedih.
__ADS_1
Tidak perduki dengan kesedihan dan kepahitan yang dia rasakan, tapi dia tidak akan membiarkan orang lain merebut apa yang menjadi haknya, itu adalah salah satu harta yang ditinggalkan oleh orang tuanya untuk dirinya.
“ Anita kamu sangat keras kepala dan seenaknya, kamu tidak pernah memikirkan kami sebelum memutuskan hal ini!” ucap Rafai dengan memelototinya sebelum pergi meninggalkannya.
“ Rafaii…” Anita berfikir bahwa Rafai pasti sangat marah.
“ Anita kamu membuat kami kecewa!” ucap Zara.
“benar” Elsa menyetujui pendapat yang lain.
“aku hanya tidak ingin membuat kalian dalam kesulitan, hanya karena keegoisanku” Anita menjelaskan tentang dirinya sendiri.
Dia dapat celaan dari Elsa “ kamu selalu mengatakan jika kami adalah sahabat terbaik tetapi orang pertama yang kau cari saat membutuhkan bantuan bukan aku ataupun Elsa dan Rafai, kami akan pergi sekarang terserah padamu mau tingal di sini untuk membersihkan toilet atau pergi bersama kamu!” Zara menarik Elsa mereka melirik Anita sebelum pergi.
Anita bersandar kedinding dan menatap kosong kesudut ‘apa dia benar-benar mengambil keputusan yang salah?’.
‘ aku menikah dengan orang yang tidak ku cintai dan membiarkannya mengambil keperawanaanku, hanya untuk mengambil Kembali perusahaan ku? Apa itu pengorbanan yang pantas?’
…
“tuan muda ini dokumen untuk pertemuan tentang proyek untuk pembangunan di provinsi jawa timur , yang akan terjadi dalam waktu setengah jam lagi” asisten Niko mulai melaporkan tentang jadwalnya hari ini pada rama.
brak
“nyonya muda anda tidak bisa masuk, tuan mudah memberi perintah jika dia tidak akan menemui siapapun hari ini! Anda benar- benar tidak bisa masuk…”
“Enyah, atau jangan salahkan saya kerena menyentuh anda” Anita memerintahkan sekertaris yang sangat cerewet itu, dia berjalan maju menhindari para pengawal yang berjaga di pintu masuk, kemudian dia menendang pintu sampai terbuka.
__ADS_1
Niko menatap wajah Anita yang memiliki tatapan sedingin Es sebelum Kembali menatap Rama, dia menjadi sadar diri dia memilih diam seribu Bahasa.
“asisten Niko, aku ada hal penting yang ingin ku bicarakan dengan Rama, tinggalkan kami” ucap Anita.
Niko sedikit ragu dia melirik Rama yang mengangkat kepalanya dan menatapnya dengan tatapan tajam dan suram, dia memberi isyarat pada Niko untuk meninggalkan untuk pergi.
Setelah pintu kantor tertutup rapat, keheningan memenuhi keheningan pada ruangan mewah itu, Rama bersandar ke kursi dan memainkan pena di tangannya sambil memelototinya.
Anita menarik nafas dalam diam dia sudah melati apa yang akan dibicarakan dengan Rama , bahkan sebelum dia membuka mulut untuk bicara, Rama sudah memutuskan untuk memecah keheningan yang ada “ aku benar-benar orang yang kurang ajar, kau orang pertama yang berani menamparku!” ucap rama dengan senyum aneh.
Sangat terkejut, Anita menyeringai dengan sombong berkata “ terima kasih untuk pujiannya, ini suatu kehormatan untuk saya”.
Rama memiliki ekspresi yang dingin dan wajah yang tampan, meskipun auranya yang tampan akan terkubur jika seseorang mengamatinya dengan cermat, dia memiliki ekspresi yang rumit untuk dijelaskan termasuk sikap acuh tak acuh dan pemarah, meskipun dia terlhat sangat tampan dan mendiskriminasi.
Anita menatapnya dia merasa tiba-tiba bahwa telah mengetahui semuanya, kalau dipikir- pikir pak tua wijaya bertekad untuk membantunya untuk merebut perusahaannya dengan syarat melahirkan bayi, namun dia tidak akan melahirkan bayi dengan rama, perceraian adalah pilihan terbaik, semuanya akan selesai.
Setelah mengambil nafas Panjang dia melangkah maju kemudian menarik Rama keluar dari ruangan kantor, rama menatap dengan Aneh dan mengerutkan keningnya kemudian berteriak “ anita apa yang kau lakukan, kemana kau akan membawaku?”
“ untuk bercerai, ke pengadilan”
Setelah mendengar kalimat itu dia menjadi marah dan mendorong Anita kedinding, dengan marah dia berkata “ apa kau akan menikah setelah bercerai denganku?”.
Rasa sakit di pundaknya setelah didorong ke dinding, membuatnya merasa kesakitan “ dari awal aku tidak menginginkan pernikahan ini begitu pun dengan mu, akan lebih baik jika kita pergi ke pengadilan dan bercerai!” Anita menatap dengan tatapan dingin kemudian mencibirnya “ tuan muda wijaya jangan bilang kau tidak mau bercerai?”.
Tentu dia tidak mau
Jika mereka bercerai pak tua wijaya pasti akan sangat marah, dia harus menanggung konsekuensinya, Rama dia tanpa kata seolah-olah dia sudah di pukul pada titik yang fatal.
__ADS_1
Anita mendorongnya, kemudian menariknya keluar dari kantornya, dengan sombong berkata “ tidak perduli apapun yang terjadi kita akan bercerai hari ini! Aku tidak perduli dengan tujuanmu!”.
Pengawal dan sekertaris yang berada di luar pintu tercengang dengan apa yang dikatakan Anita, kebanyakan Wanita akan melakukan segalanya untuk bisa menikah dengan keluarga kaya, tapi kenapa nyonya muda mereka berbeda ? kenapa dia malah memilih untuk pergi?.