Pernikahan Termahal

Pernikahan Termahal
Rama menuai karma


__ADS_3

Melihat betapa keras kepalanya dia, Rama ingin sekali memberinya hukumnya, dia sudah mengepalkan tangannya dengan erat tapi dia tidak punya pilihan selain memelototinya, dia memebri isyarat Niko untuk mencegahnya pergi.


“ Kakek” sapa Rama walaupun dia sedikit ragu saat melihat Pak tua Wijaya sangat Marah.


“bajingan apa yang telah kau lakukan pada istrimu?” ucapnya dia memukul Rama dengan tongkat yang dia pegang “ dia datang kesini untuk mengatakan jika dia ingin bercerai denganmu, apa yang telah kau lakukan hah?”.


Rama masih diam walau terkena pukulan dari kakeknya, dia tetap berdiri tegak membiarkan Pak tua Wijaya memukulnya untuk melampiaskan amarahnya “aku tidak melakukan apapun padanya, aku tidak bisa menghentikannya jika dia menginginkan sebuah perceraian, kakek jangan marah kau memiliki tekanan darah tinggi”.


Pak tua Wijaya masih memukulnya dan memarahinya “ saya tidak perduli denga napa yang akan kau lakukan, entak itu mengemis, bersujud, meminta ampunan kau tidak bisa bercerai dengannya, aku memberimu waktu untuk segera memiliki bayi, jika kamu tidak bisa memberiku cicit sebaiknya kau bersiap untuk pemakamanku” Pak tua wijaya tidak punya tenaga untuk melanjutkan percekcokan itu dia memilih untuk Kembali ke kamarnya dengan bantuan pak Agus.


Rama menghela nafas Panjang dia melonggarkan dasinya kemudian berbaring di sofa menatap langit-langit rumah yang mewah dengan tatapan kosong.



Pada akhirnya, mereka pergi ke adminitrasi sipil pusat , bukan untuk berceria tetapi untuk membuat Anita menyerah untuk keinginan bercerai, para staf adminitrasi sipi mengenal Rama begitu melihanya mereka segera menyambutnya.


Rama memilih diam tidak memperdulikan mereka dia memilih duduk di sofa tanpa banyak bicara, sementara Anita menyapa setiap staf yang ada dengan sopan, sebelum menyampaikan maksud kedatangannya “ hai, kami ingin mengajukan perceraian”.


“bolehkah saya tahu apa alasan untuk bercerai?” tanya staf dengan sopan, dia sedikit terintimidasi oleh keberadaa Rama yang menatapnya dengan tatapan tajam dan kejam.


“ kami tidak saling memcintai satu sama lain, kami tidak berkomunikasi dengan baik dan kami juga sering cekcok karena masalah kecil” jawab Anita, membuat staf terkejut oleh pernyataannya.


Staf itu mengangguk paham, dia tersenyum dan berkata upaya untuk membujuknya “ perasaan akan tumbuh seiring berjalannya waktu, masalah komunikasi kalian harus sering meluangkan waktu bersama agar tahu apa yang diinginkan satu sama lain, anda melakuakn kegiatan bersama melakukan hobi yang sama agar kalian memiliki banyak kesamaan..”.

__ADS_1


Rama menganggakat alisnya menatap anggota staf dengan kagum, sementara Anita memukul meja karena marah, kemudian meninggikan volumenya dan berkata “ saya ingatkan! saya kesini untuk bercerai, bukannya untuk mendengarkan ceramah anda”.


Anggota staf reflek mundur karena terkejut, Rama memutuskan untuk menyelamatkan staf yang tidak bersalah dan menyedihkan itu “kedua belah bihak harus setuju untuk mengajukan perceraian, jika tidak anda harus pergi kepengadilan untuk mendapatkannya, saya tidak ingin bercerai jadi hentikan tindakanmu, saya tidak pernah menipu anda, atau melecehkan anda atau menghentikan kehidupan *** anda, jadi anda tidak perlu berpikir untuk bercerai dari saya”.


Rama terlihat sangat bermartabat dan membuat dia menjadi orang yang paling benar, membuat Anita putus asa dibuatnya, para staf saling berbisik setelah mereka keluar dari masalah.


“nyonya muda wijaya anda tidak bisa bercerai”.


“ jika itu terjadi Tuan muda Rama pasti akan membuat masalah di sini sejam kemudian pasti dia akan menghancurkan gedung adminitrasi sipil” ucap salah satu staf, jika dia berani memproses hal itu, itu sama sama menginginkan sebuah kematian!.


“saya tidak perduli, sebaiknya segera …” Rama segera menutup mulutnya agar tidak keluar kata-kata tajam darinya.


Rama menyeringai dan menghapus jarak antara mereka “ sayang sudah hentikan, anda tidak bisa mengamuk disini, anda bisa melakukannya setelah sampai di rumah” rama terdengar seperti orang yang sangat pengertian dan penyayang dan para staf melihatnya Dengan Air mata yang sudah hampir jatuh, diam- diam mereka berdoa agar kedua tamunya segera pergi secepat mungkin.


Anita ditarik keluar oleh Rama, membuatnya sangat jengkel begitu Rama melepaskannya, dia mulai memukul dada Rama, imejnya yang sopan dan Anggun hilang seketika “ Rama kau bajingan dan bajingan, aku akan memberimu pelajaran brengsek! Bajingan! Bajingan!”.


Anita memelototinya setajam yang dia bisa, Rama tertawa terbahak-bahak karena telah terhibur olehnya kemudian berkata “kau seperti ikan yang berjuang sekuat tenaga setelah terdampar oleh ombak menunggu kematian!”.


“Rama kau ..” ucap Anita dengan senyuman yang mengerikan di bibirnya, senyuman yang entak kenapa membuat Rama merasa takut, bahkan sebelum dia bereaksi, Anita sudah berhasil menendangnya dan menjaga jarak setelah itu dia menertawakan nasibnya yang malang.


“ kau mempunyai keberanian Anita” seru Rama yang menjadi pucat kesakitan dan menatapnya tajam, sementara Anita tersenyum cerah.


Melihat Rama kesakitan dan berkeringat dingin, Anita membungkuk dan tertawa terbahak-bahak kemarahannya sudah lenyap.

__ADS_1


Niko khawatir melihat bos mudanya segerah membantunya dan bertanya “tuan muda apa kau baik-baik saja? Apa perlu ke rumah sakit? UGD?”.


“DIAM” bentak Rama dia sangat malu.


Rama berbalik memelototi Anita sebelum masuk kedalam mobil, sementara Niko bertanya-tanya apa kesalahannya?.



Anita sangat frustasi karena tidak bisa bercerai, sebentar lagi ulang tahun Zara sebagai putri bungsu keluarga kaya, mereka akan mengadakan ulang tahun yang sangat mewah, yang akan di hadiri oleh pengusaha dan pejabat negara, Sebagai sahabat Zara sekaligus istri Rama Wijaya dia harus memperhatikan penampilannya.


“ An an sebelum kesini, apakah tuan muda wijaya memberimu ijin untuk keluar?” Tanya Zara saat mereka memilih beberapa pakaian yang akan dikenakan saat ulangtahunnya di salah satu desainer yang berada dipusat Mall.


Meskipun dia sudah tak lagi di kurung tapi siapa yang tahu jika Rama tidak akan berulah lagi?”.


“tidak, aku sudah tidak perlu persetujuannya” dia masih belum menemukan gaun yang pas untuknya.


Zara tersenyum cekikikan dan mencondongkan tubuhnya ke Anita kemudian berkata “ An an kau yang terbaik, akhir-akhir ini Elsa jarang sekali berkumpul dengan kita” imbuhnya dengan wajah cemberut.


“dia akan Kembali saat ulang tahun mu” seru Anita, Elsa saat ini melakukan perjalanan dinas ke luar negri, dia tersenyum dan menyenggol Zara dengan lembut.


Zara menatap gaun berwarna merah yang dibawa oleh asisten desainer kemudian berbicara pada Anita dengan penuh semangat “ An an, cepat lihat itu, bukankah ini sangat sempurna? Bukannya aku harus memakai ini saat ulang tahun ku?”.


Gaun merah dibawah lutut dengan garis leher V-neck yang membuat sentuhan dewasa pada gaun itu, kelimanya berlipat dengan kain sifon tipis di bagian punggung, membuat gaun itu terlihat manis dan sexy.

__ADS_1


“ bagus, ini sangat cocok dengan mu” ucap Anita tulus.


Zara memiliki kulit putih dan wajahnya seperti boneka membuatnya terlihat seperti remaja, gaun berwarna merah akan membuatnya menonjolkan kulitnya yang berwarna putih cerah dan membuatnya terlihat lebih feminism.


__ADS_2