Peta 7 Jiwa : Hikma Andapi

Peta 7 Jiwa : Hikma Andapi
Crystal Snow : Ep. 11


__ADS_3

Tombak Sakti Crystal Snow adalah senjata andalan Raja Pertama Karangasem yaitu Gusti Nyoman Karang. Di masa dia memerintah, tombak itu selalu berada di sisinya. Tapi tidak semua tahu akan kekuatan tombak itu. Hanya beberapa sahabat dan lawan yang pernah berhadapan dengannya, mengetahui akan kehebatan Tombak Sakti Crystal Snow.


 


 


Tombak Sakti Crystal Snow mempunyai kekuatan dalam proses mengendalikan elemen air. Kekuatan yang ada di dalam diri Gusti Nyoman Karang sebagai Pengendali Air diperkuat dengan kehadiran tombak ini. Tombak Sakti Crystal Snow dibuat sendiri oleh Raja Pertama dari Kerajaan Karangasem. Ketika tongkat itu berada di sisinya, dia bisa menggerakkan samudra dan meluluhlantakkan gunung dengan air yang dikendalikan. Kekuatannya menjadi sangat dahsyat.


 


 


Gusti Nyoman Karang mendapat anugrah yaitu kekuatan untuk mengendalikan air. Dia bisa mengendalikan dan merubah wujud air yang cair menjadi benda padat seperti menjadi es kristal, salju dan membentuk benda-benda yang diinginkannya dengan bahan dasar air.


 


 


Karena kekuatannya inilah, dia berjodoh dan bertemu dengan Raja Siren dari Kaum Naiad Laut Bali. Mereka berteman baik. Gusti Nyoman  Karang sering mengunjungi Raja Siren semasa hidupnya.


 


 


Pada suatu saat, Raja Siren menghadiahkan Gusti Nyoman Karang batu Aquamarine atau Batu Biru Laut dan batu itu disematkan ke dalam lubang yang ada di tengah Tombak Sakti Crystal Snow. Tuhan memang mengatur segalanya, ternyata kedua benda itu berjodoh. Kekuatan Tombak Sakti Crystal Snow semakin bertambah ketika Batu Biru Laut disematkan ke dalam lubang tombak itu.


 


 


Batu Biru Laut yang mempunyai kekuatan yaitu dapat membantu menumbuhkan kebijaksanaan, mengembangkan intuisi, memperkuat mata dan telinga, memperkuat daya ingat, bahkan membantu meningkatkan kepekaan terhadap dunia supranatural.


 


 


Kedua kekuatan dari benda itu bersatu dengan baik. Karena itulah Gusti Nyoman Karang semasa hidupnya, tidak saja menjelajahi daratan di Pulau Bali tapi dia menjelajah ke seluruh samudra dan dasar laut. Malahan dia lebih sering mengeksplorasi dasar laut daripada daratan di Indonesia.

__ADS_1


 


 


Tergabungnya kedua benda itu juga mengakibatkan timbul kekuatan baru, yaitu Tombak Sakti Crystal Snow bisa mengecil, membesar, menyusut dan memanjang sesuai keinginan dari pemiliknya.


 


 


Di akhir cerita, ketika Gusti Nyoman Karang akan meninggalkan dunia, maka Batu Biru Laut memisahkan diri  dari Tombak Sakti Crystal Snow. Batu itu berjanji akan kembali, ketika Gusti Nyoman Karang akan menitis ke seorang turunannya pada saat yang tepat.


 


 


*******


 


 


 


 


Dapi merasa, saat ini kekuatannya semakin bertambah setelah dia mengeluarkan Tombak Sakti Crystal Snow. Terlebih lagi ketika Batu Biru Laut muncul dan bergabung dengan Tombak Sakti itu. Seluruh ingatan dan kekuatannya kembali, dia bahkan bisa melihat sesuatu hal yang tak bisa dilihat oleh mata manusia biasa. Saat inipun dia merasakan ada makhluk yang menguntit mereka berdua tapi dia berusaha untuk bertindak normal.


 


 


Mereka berdua menuju bangkai kapal tersebut karena ingin melihat pemandangan yang ada di sana. Mereka tetap mengambil jalur bawah agar manusia biasa tidak melihat aksi mereka.


 


 

__ADS_1


Dapi sudah menyimpan tombak sakti itu dengan cara membuatnya menjadi kecil seperti jarum dan diselipkannya ke dalam lubang telinga. Sedangkan Artha masih menyandang panah air yang dibuat oleh Dapi.


 


 


Bangkai kapal yang pangkalnya berada di sekitar 5 meter dari permukaan laut, di situlah banyak wisatawan dan pemandu wisata berenang dan menyelam. Maksimal kedalaman yang diperbolehkan oleh pemandu wisata untuk wisatawan menyelam adalah 7 meter dari permukaan laut. Sedangkan panjang bangkai kapal itu 120 meter, berarti ujungnya berada sekitar 125 meter dari permukaan laut. Wisatawan tak boleh menyelam sedalam itu, karena itulah Dapi dan Artha memilih masuk dari bawah, yaitu dari ujung kapal.


 


 


Ketika Batu Biru Laut bersatu dengan Tombak Sakti Crystal Snow, Dapi mendapatkan ingatan dari memori batu bahwa ketika Gusti Nyoman Karang wafat, batu itu kembali ke dasar laut. Dia menunggu hampir 400 tahun di dasar laut. Banyak kerajaan laut mencari keberadaannya setelah pemiliknya wafat tapi mereka tidak menemukan batu tersebut.


 


 


Ketika perang dunia kedua, di tahun 1942 kapal USAT LIBERTY terdampar di pesisir Pantai Tulamben karena diserang oleh Tentara Jepang, akhirnya bangkai kapal itu mangkrak dan tidak diambil oleh pihak Tentara Amerika. Kapal yang terbengkalai itu, awalnya berada di bibir pantai, namun karena air yang terus masuk ke dalam kapal dan abrasi yang terjadi di pantai, maka bangkai kapal itu menjadi tenggelam dan tersangkut di pinggir dasar laut di Pantai Tulamben. Di saat itulah, Batu Biru Laut naik ke atas dan bersembunyi di bangkai kapal, karena batu itu merasa waktunya untuk menunaikan janji sudah dekat yaitu bersatu kembali dengan Tombak Sakti. Namun, ternyata batu itu menunggu selama puluhan tahun untuk momen yang terjadi sekarang ini. Karena masa penantian Batu Biru Laut itulah, dengan kekuatannya, batu itu membuat bangkai kapal lebih hidup dan dihuni oleh Biota Laut. Batu itu mempunyai kekuatan magis yang membuat para penghuni laut mendekati bangkai kapal dan membuat ekosistem di sekitar kawasan itu.


 


 


Kedua pemuda itu melaksanakan rencana awal, ingin melihat Biota Laut di bangkai kapal, maka mereka tetap melaksanakan keinginan itu.


 


 


Mereka sudah mendekati ujung kapal lalu masuk ke dalam lorong - lorong kapal yang sudah dipenuhi dengan Biota Laut. Indah. Sangat indah melihat pemandangan di bangkai kapal ini. Beraneka ragam terumbu karang dan ikan dari yang kecil sampai yang besar bisa dilihat di sini. Batu Biru Laut membuat bangkai kapal menjadi indah dan bermanfaat bagi Biota Laut, juga bagi manusia di sekitarnya.


 


 


*******

__ADS_1


 


 


__ADS_2