
Dahulu, Taman Tirta Gangga merupakan taman air milik Kerajaan Karangasem yang dibangun oleh Raja Karangasem yang bernama Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem Agung pada tahun 1946.
Tirta Gangga berasal dari kata “Tirta” yang bermakna air suci dan kata “Gangga” yang merupakan nama sebuah sungai suci di India.
Maksud dari pendirinya menggunakan nama itu adalah menyatakan bahwa taman wisata ini memiliki air suci yang berasal dari Sungai Gangga dan taman ini juga didirikan sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat pemeluk agama Hindu.
Tirta Gangga dibangun di lahan seluas 1,2 hektar yang memanjang dari timur ke barat di kawasan persawahan. Ada tiga bangunan yang menjadi dominasi karakternya yakni patung, bangunan kolam dan areal perkebunan. Semua bangunan tersebut memiliki makna tersirat di dalamnya.
Taman air dibangun dengan konsep penghormatan elemen alam semesta yakni Bhur Bwah Swah, kalimat ini dilantunkan dalam doa umat Hindu dalam puja Tri Sandya. Area tertinggi adalah Swah. Di areal ini ada area meditasi, di bawahnya ada kolam untuk anak-anak berenang. Empat buah menara air Versailles. Juga taman bunga lotus, Victoria.
__ADS_1
Level berikutnya adalah tengah disebut Bwah. Ada menara air besar Nawa Sanga di tengah kompleks dikelilingi patung-patung dalam epos Mahabrata. Kolam dengan menara ini bergandengan dengan sebuah kolam besar untuk tempat berenang.
Tingkatan terbawah disebut Bhur, kolam besar sebelah kiri yang dihubungkan dengan dua jembatan dan area yang disebut Demon Island di tengah-tengahnya.
Kolam yang berisi menara air paling ramai karena pengunjung bisa berjalan seperti di atas air. Ada banyak tiang penyangga dengan injakan cukup aman untuk ukuran sepasang kaki yang mengitari kolam. Membuat lebih leluasa melihat barisan ikan dan menyapa mereka di permukaan air. Ratusan ikan mas beraneka warna pasti berenang mendekati pengunjung, berharap diberi makan. Ukurannya ada yang sampai bayi mamalia. Mereka terus bergerak lincah mengitari air kolam yang jernih dan cukup dingin.
__ADS_1
Kondisi alam Tirta Gangga sangatlah sejuk, hal ini dikarenakan letaknya di kaki Gunung Agung. Keasrian dan kesejukan lokasinya inilah yang membuat wisatawan nyaman dan betah untuk berlama-lama mengunjungi obyek wisata ini. Suasana tenang dan damai Tirta Gangga sangatlah cocok sebagai pelepas lelah dan penghilang penat dari aktivitas kehidupan yang melelahkan.
Di gerbang pertama, wisatawan akan disambut oleh patung-patung yang berbaris rapi layaknya prajurit. Pengunjung dapat menyusuri kolam dengan berjalan kaki di atas kolam dengan jalan setapak yang terbuat dari batu yang tersusun rapi seperti rangkaian jembatan. Wisatawan dapat berfoto selfie dengan latar belakang patung-patung yang ada di kolam sehingga nampak lebih berkarakter.
Tak jauh dari kolam terdapat taman yang memiliki menara air yang tingginya 10 meter. Menara air ini bentuknya berundak-undak seperti atap pura. Air yang ada di kolam Tirta Gangga berasal dari sumber air yang bahkan oleh masyarakat setempat dianggap suci dan digunakan untuk kegiatan upacara adat.
Selain kolam yang terdapat air suci, ada juga kolam renang yang diperuntukkan bagi wisatawan. Kolam yang digunakan adalah kolam air sanih (alami) yang juga memiliki air jernih dan segar. Kolam renang untuk anak-anak dibedakan dengan dewasa karena kedalaman kolamnya berbeda.
Taman air ini didirikan oleh pendirinya untuk menunaikan janji kepada nenek moyangnya yang berasal dari Kerajaan Karangasem. Dia berjanji untuk melestarikan budaya Suku Bali di Negara Indonesia ini dan inilah wujud dari janji itu.
__ADS_1