Petualangan Hebat Amara Ke Dunia Paralel

Petualangan Hebat Amara Ke Dunia Paralel
Eps 1: Awal Mula


__ADS_3

...Happy reading!...


Aku terdiam, bingung tidak tahu harus berbuat apa. Tubuhku terasa mati rasa, seolah ada yang menindih. Dan kini didepan ku terlihat sesosok menyeramkan sedang memandang wajahku dengan mata merah yang menyorot.


Aku ingin berteriak, tapi entah kenapa suaraku tidak kunjung keluar. Aku sangat ketakutan tapi tidak ada yang bisa kulakukan. Hingga pada akhirnya aku pasrah. Berharap pagi segera tiba, mengusir mimpi buruk ku.


...~~...


Aku meringkuk di dalam selimut, tidak ingin keluar. Semalam adalah mimpi terburuk ku. Tidak bisa kubayangkan seberapa ketakutan nya diriku dengan apa yang terjadi. Hingga membuatku memutuskan untuk bolos sekolah.


Tapi itu semua hanya bertahan beberapa menit saja. Saat tiba-tiba ibuku masuk ke kamar dan memaksa diriku untuk bersiap sekolah.


Ini menyebalkan!


Aku sudah menceritakan kejadian yang baru saja menimpa diriku semalam. Tapi apa yang terjadi, ibu hanya menganggapnya sebagai alasan konyol ku untuk tidak masuk sekolah.


Aku yang malas untuk berdebat pagi ini memilih untuk mengalah dan membawa tubuhku masuk ke dalam kamar mandi, bersiap untuk berangkat sekolah.


Beberapa menit berlalu. Dirasa tidak ada yang kurang, aku memutuskan untuk turun menemui mereka.


Betapa terkejutnya aku melihat sesosok menyeramkan sedang menempel di tubuh ayahku.


Aku berteriak ketakutan. "Aaaa!" Dan kemudian tidak sadarkan diri.




Aku terbangun dan menyadari bahwa kini aku sedang terbaring di rumah sakit. Kulihat tanganku terpasang sebuah tali infus, hal ini membuatku penasaran.



Sebenarnya apa yang terjadi?



Dan sudah berapa lama aku tidak sadarkan diri?



Tidak lama seorang perawat datang menghampiri dan tersenyum ramah kepadaku.



"Syukurlah nona sudah sadar. Sekarang apa yang nona rasakan?" Tanya perawat itu dengan manis.



Aku terdiam tidak mengerti. Sejauh ini, kurasa tidak ada masalah pada tubuhku.



"Saya baik baik saja" jawabku seadanya



Perawat itu hanya membalas dengan senyuman. Dan kemudian memilih untuk memeriksa selang infus ku.



Memperhatikan apakah selang infus ku baik baik saja.



Aku yang masih merasa bingung akhirnya bertanya. "Permisi, sudah berapa lama saya tidak sadarkan diri?" Setidaknya itulah pertanyaan pertama yang ku lontarkan.



Perawat itu terdiam dan menatapku. "Nona sudah tidak sadarkan diri selama seminggu"



Jawaban itu jelas membuat diriku mematung. "Apa, selama seminggu?"



Hal ini membuatku syok. Bayangkan saja, selama ini aku bahkan sangat jarang sakit apalagi pingsan tapi kemudian dikejutkan dengan fakta dimana aku sudah tidak sadarkan diri selama seminggu.



Seketika aku teringat alasan diriku tidak sadarkan diri. Semua bermula saat aku melihat sesosok menyeramkan sedang menempel di tubuh ayahku.



Semua ini terjadi tiba-tiba dan membuatku bergidik ngeri. Apalagi saat menghubungkan nya dengan mimpi buruk yang ku alami.



Dan jika di ingat sepertinya ini memang bermula saat mimpi buruk itu terjadi.

__ADS_1



Saat diriku sedang fokus berpikir. Tiba tiba saja sang perawat bertanya, yang membuat seluruh pikiranku menjadi buyar.



"Nona?"



Aku menoleh. "Ya?"



Perawat itu kembali tersenyum. "Kata orang tua nona, jika nona sudah sadarkan diri nona bisa segera pulang. Dan untuk biaya semua sudah dibayarkan" ujarnya.



Seketika aku menghela napas. Apakah mereka tidak berpikir apa yang baru saja menimpa diriku?



Tapi aku tidak berharap banyak, mengingat aku memang bukan siapa siapa di keluarga ini.



Aku hanya seorang anak perempuan berumur 14 tahun yang tidak memiliki sedikit pun keistimewaan dibandingkan dengan saudara kembarku yang kini bersekolah di luar negeri.



Aku tersenyum kecut dan memilih untuk bersiap pulang meski tetap saja ada kekecewaan di dalam hati kecilku.



Tapi semua pikiran itu ku tepis dengan cepat.



Tidak perlu membuang waktu untuk memikirkan seseorang yang bahkan sama sekali tidak peduli denganku!



Semua berjalan lancar sejauh ini, setelah semua persiapan telah siap. Aku memutuskan untuk keluar dari ruangan yang telah ku huni selama seminggu.



Tapi sepertinya, semua tidak berakhir seperti dugaan ku. Tepat ketika aku baru saja keluar dari ruangan ini, hal buruk kembali menimpa diriku.




Perbedaan nya kali ini mereka tidak hanya satu tetapi begitu banyak, bahkan tidak terhitung. Dan dengan bentuk yang berbeda, walaupun begitu tetap saja menyeramkan!



Aku langsung memasuki ruangan kembali dan mengunci pintu dengan rapat.



Aku mundur beberapa langkah dan mengatur napas yang kini tidak terkendali.



"Apa yang sedang terjadi?"



Kini pertanyaan itu memenuhi kepalaku.



Mereka terlihat begitu menakutkan tapi yang lebih membuatku bingung adalah, kenapa semua orang malah terlihat biasa biasa saja!



Apa mereka tidak menyadari bahwa ada mahkluk menyeramkan yang sedang menempel di tubuh mereka!



Aku mengumpulkan keberanian dan mengintip keluar jendela. Dan benar saja sosok menyeramkan berkeliaran dimana mana.



Hal ini membuatku memutuskan untuk tetap berada di ruangan ini, tidak ingin keluar.



Aku masih tidak bisa mencerna apa sedang yang terjadi. Aku pun meringkuk seorang diri. Berusaha untuk menenangkan diriku.

__ADS_1



...~~~~~~...



"Heh, apa yang sedang kamu lakukan disini!" Seru seseorang.



Seketika aku terbangun dan menoleh. Terlihat seorang pria berumur tengah menyoroti ku dengan senter.



Aku menutup mataku dengan tangan berusaha menghalau cahaya yang kini terasa silau dimataku.



"Saya tanya apa yang sedang kamu lakukan disini?"



Aku berdiri. "Saya seorang pasien disini"



Orang itu mendengus. "Saya tidak percaya. Lebih baik kamu pergi dari sini sebelum saya usir"



Aku membulatkan mata tidak terima. Tapi apalah daya, daripada ditarik paksa.



Aku mengambil tasku dan berjalan pergi. Tapi langkah kakiku kembali terhenti ketika melihat sesosok menyeramkan sedang berdiri tepat di hadapanku.



Aku diam mematung.



"Heh, kenapa berhenti!" Tanya orang itu dan berjalan mendekati diriku.



Orang itu menepuk pundak ku dan sontak saja aku berteriak.



"Aaaaaa!"



Dan akibat teriakan ku, semua orang berhamburan keluar dan melihat kami berdua.



Melihat para pasien lain merasa terganggu orang itu menarik paksa diriku keluar. "Kamu, ikut saya sekarang!" Teriaknya galak.



Brak!



"Aww!" Aku mengelus sikutku yang terasa sakit ketika orang itu mendorong tubuhku keluar hingga membuatku terjatuh dengan keras menyentuh tanah.



"Pergi kamu, dasar ngak waras!" Sarkas nya dan pergi begitu saja meninggalkan ku yang menatapnya dengan tajam.



"Elo yang ngak waras!" Balasku tidak terima dikatai tidak waras oleh orang itu.



Aku berdiri dan memperbaiki rambutku yang berantakan. Andai saja aku tidak melihat mahkluk menyeramkan itu, tidak mungkin aku berteriak yang pada akhirnya membuat ku diusir dengan paksa seperti tadi.



Tapi semua tidak berhenti sampai disini. Karena tepat ketika aku berbalik, sesosok menyeramkan itu kembali berdiri tepat di hadapanku dan kini memandang diriku.



"Mati aku!"


__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2