
...Happy reading.......
Aku berjalan menjauh. Dadaku terasa sakit mendengar apa yang ayah katakan tentang diriku. Bahwa ternyata selama ini aku, Amara adalah anak haram.
"Mira..." Panggil ayah.
Ayah berusaha mendekati diriku. Tapi aku memperingati nya.
"Jangan mendekat, kubilang jangan mendekat!"
Aku tidak ingin mendengar apapun ataupun mendapatkan perlakuan apapun dari mereka.
Hatiku terasa pedih, dan begitu sakit. Bagaimana mungkin semua ini terjadi.
"Kenapa kalian melakukan semua ini? Kalian yang melakukannya tapi Amara yang menanggung akibatnya. Apa kalian tidak punya hati, kenapa harus Amara yang menanggung kesalahan kalian, kenapa!"
"Amara tidak bersalah, Amara hanya korban keegoisan kalian!, Tapi, hiks...Amara harus... menanggung beban karena sikap kalian....hiks..."
"Ah...aku benci kalian!"
Aku berlari, tidak peduli bagaimana tanggapan mereka. Dan langsung mengunci pintu dengan rapat. Tak kan kubiarkan mereka masuk. Walaupun mereka terus menggedor pintu.
"Mira buka, tolong dengarkan penjelasan kami!"
Terdengar suara panik ayah, tapi aku tidak peduli. Karena apa?
Karena aku bukan Mira, melainkan Amara!
Selama ini aku mengganggap bahwa perlakuan mereka yang berbeda adalah kesalahan yang ku perbuat. Tapi nyatanya, aku hanya korban keegoisan mereka.
Bukan salahku jika aku adalah anak hasil hubungan terlarang. Lagipula aku tidak pernah meminta untuk dilahirkan!
Kenapa mereka begitu jahat kepadaku!
Dan tidak peduli seberapa lama pun, aku tidak akan membukakan pintu!
Ya, aku tidak peduli!
Butuh beberapa jam untuk membuat mereka menyerah dan pergi.
Sedangkan diriku, kini meringkuk di dalam selimut sembari menangis sesenggukan.
Aku ingin kembali ke tubuh asli ku. Tapi bagaimana caranya?
"Ah, sialan!"
Aku tidak berpikir sejauh ini. Lebih tepatnya diluar dugaan bahwa selama ini ternyata aku anak haram.
Tapi siapa yang melakukan pengkhianatan?
Ayah atau ibu?
Kenapa begitu pelik masalah keluarga ini?
Aku menyerah dan memilih untuk tidur. Barangkali mungkin saja besok saat aku terbangun aku sudah berada ditubuh asli ku.
Tapi sialan!
Entah kenapa sulit sekali memejamkan mata ini. Oh, ayolah. Otak, bisakah kau mengirimkan sinyal untuk tidur. Sudah cukup hatiku merasakan sakit. Jangan pula, tubuhku.
Dan ya, karena aku kesal, aku melakukan hal gila yang biasa kulakukan.
Aku melemparkan semua barang yang ada!
Akhirnya emosi ini mereda. Kulihat banyak sekali barang pecah dan berhamburan. Kacau sekali...
Ah, ini menyenangkan. Aku tidak peduli jika besok saat kami sudah bertukar tubuh Mira terkejut ketika melihat kamarnya yang sudah seperti kapal pecah.
__ADS_1
Tapi itu hanya bisa terjadi, jika kami memang kembali bertukar tubuh besok, mungkin...
Aku membaringkan tubuh ini ke kasur. Kurasa aku sudah gila, karena tersenyum dan tertawa disaat seperti ini.
Ya, hidup memang sebuah teka teki. Karena kemarin adalah sejarah, hari ini adalah petualangan dan besok adalah misteri. Tidak ada yang tahu apa yang menimpa di ke esokan harinya. Sama seperti hari ini, bukan?
Aku baru teringat sesuatu. Bukankah hari ini aku tidak melihat mahkluk menyeramkan lagi. Atau mungkin karena aku berada di tubuh yang berbeda aku tidak bisa melihat mereka.
Dan, tinggu dulu!
Kenapa hari ini aku tidak melihat Amara turun, maksud ku Mira. Seharusnya dia ikut terkejut dan keluar dari kamar memberitahukan mereka.
Bukannya malah mendekam di kamar seharian. Sepertinya ada yang aneh...
Aku memutuskan untuk keluar dan memastikan apa yang telah terjadi. Jika aku ingin kembali ke tubuh asli ku. Maka hanya ada satu jawabannya. Yaitu, dengan mencari tahu apa yang tengah terjadi!
Tapi tepat ketika tangan ini hendak membuka pintu, tiba tiba entah datang dari mana sebuah buku bersampul hitam tergeletak begitu saja di meja.
Ini semakin membingungkan
"Bukankah tidak ada buku disini?"
Ku ambil buku itu. Ada yang aneh, hingga akhirnya aku menyadari bahwa buku itu adalah milikku.
"Kenapa ini bisa ada disini? Atau mungkin Mira mengambil nya?"
Tapi sepertinya tidak mungkin. Bagaimana Mira tahu aku memiliki buku ini?
Aku mulai membuka halaman pertama.
Deg!
Aku terkejut bukan main ketika mendapati bahwa buku ini memiliki isi.
Karena aku sangat nyakin bahwa sebelumnya buku ini kosong!
Tapi itu semua hanya permulaan, karena ketika ku baca ternyata buku ini berisi semua yang baru saja menimpa diriku.
Tertulis dengan jelas isi buku ini, dimana ini bermula saat diriku bermimpi buruk, lalu melihat sesosok menyeramkan yang menempel ditubuh ayah yang akhirnya membuat diriku pingsan selama dirumah sakit, kejadian dimana aku terus melihat mahkluk menyeramkan, diusir secara paksa dari rumah sakit, bahkan hingga aku bertukar tubuh dengan Mira yang membuat diriku mengetahui fakta yang sebenarnya!
"Ini gila!"
Aku langsung melemparkan buku itu. Betapa menyeramkan saat dirimu menyadari bahwa kejadian yang menimpa dirimu tertulis dengan jelas di sebuah buku. Apalagi saat kamu tidak mengetahui siapa penulisnya!
Aku melihat ke sekitar tapi nihil, tidak ada orang disekitar ku. Hanya ada aku seorang diri. Tapi bagaimana caranya seseorang menulis kehidupan ku dengan begitu detail.
Ku beranikan diri untuk melihat kembali isi buku tersebut. Tapi semua ini terhenti saat berada di halaman ke empat.
Ya, halaman selanjutnya kosong. Tidak ada lanjutannya.
__ADS_1
Karena pada paragraf terakhir hanya tertulis, bahwa diriku kembali saat pulang dari rumah sakit...
...~~~~~~...
"Hah, tunggu dulu, apa yang terjadi?"
Tiba-tiba saja kini aku berada di depan rumah. Sedang menenteng sebuah tas dan berada di tubuh asli ku sebagai Amara.
Tunggu dulu, bagaimana bisa?
Aku melihat sekitar tidak ada apa apa. Tidak lagi kulihat sosok menyeramkan itu kembali. Semua penglihatan ku normal dan ini, pakaian yang kukenakan sama seperti saat aku kembali dari rumah sakit dua hari yang lalu!
Aku diam mematung. Kini semua tidak ada yang bisa ku cerna.
Entah mimpi atau bukan sepertinya aku mengulang waktu. Atau mungkin lebih tepatnya aku kembali ke masa lalu.
Aku melihat pintu rumah ini. Baiklah, aku mencoba memastikannya. Seharusnya bukankah aku akan mengetahui apa yang terjadi di dalam.
Aku membuka pintu dan memasuki rumah. Lalu berjalan dan melihat sebuah keluarga harmonis dari sini.
"Seharusnya sebentar lagi Mira akan datang dan mengatakan..."
"Kamu udah pulang" ujarnya menyapa.
Astaga, ini sangat gila. Tepat persis seperti di bayangan ku.
Aku menoleh dan memandang dirinya. "Ya, gue baru pulang dari rumah sakit"
Ini adalah jawaban yang sama yang ku lontarkan saat itu.
"Yaudah yuk, ikut makan bareng" ajaknya.
Aku terpaku, berusaha untuk rileks. Tapi kini aku akan memberikan jawaban yang berbeda.
Aku ingin melihat apa yang terjadi, jika semua ini tidak berjalan sesuai dengan yang seharusnya.
"Okelah, lagipula gue laper, baru pulang dari rumah sakit. Tadi nggak sempet beli diluar"
Saudara kembarku tersenyum dan langsung menarik tanganku dan membawaku untuk duduk.
Kulihat kedua orang tuaku yang tidak senang dengan kehadiran ku. Tapi kali ini aku mengetahui alasannya.
"Nah karena Amara udah pulang, sekarang mari kita makan" ujar Mira.
Dan kini kami semua sedang makan bersama.
Oh ya, ampun. Sepertinya aku mengambil keputusan yang salah.
Kini aku malah terjebak dalam suasana yang tidak kondusif.
"Siapapun tolong selamatkan aku!"
__ADS_1
Bersambung....