Petualangan Hebat Amara Ke Dunia Paralel

Petualangan Hebat Amara Ke Dunia Paralel
Eps 15:


__ADS_3

...Happy reading 😘.......


Disinilah kini aku berada. Hanya berdua dengan Tama. Tapi, aku tidak menyukai suasana ini.


Tama menatap ku dengan tajam seolah memperingati ku untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.


Dan aku hanya diam mendengarkan tanpa berniat membalas dengan kata-kata.


Tama: "Aku ingatkan kepada mu sekali lagi, Amara. Jaga tingkah laku mu disini. Ingatlah bahwa Alvero telah membantu kita jadi jangan buat masalah lagi dengannya. Aku tidak mau kamu mengulangi kesalahan yang sama."


Aku tertunduk diam. Sejujurnya aku tidak peduli. Bahkan jika kami berdua diusir aku rasa itu akan jauh lebih baik.


Tama: "Dan jika kamu memiliki rasa tidak suka kepada Alvero aku mohon sembunyikan lah, setidaknya sampai aku mendapatkan tempat tinggal yang baru."


Setelah mengatakan semua itu Tama pergi meninggalkan ku.


...~~...


Aku menutup pintu dengan rapat memastikan tidak akan ada yang bisa masuk.


Aku berbaring di tempat tidur ini yang ternyata terasa cukup nyaman. Setidaknya ini lebih baik.


Tapi ada satu hal yang tidak Tama ketahui tentang Alvero.


Bahwa dia bukanlah orang yang baik.


Mungkin ini terdengar seperti kebohongan. Tapi, aku bisa merasakan aura negatif seseorang.


Dan saat aku bertemu dengan Alvero aku sudah menyadarinya. Bahwa dia bukanlah seseorang yang dapat dipercaya.


Terlebih lagi dia telah membunuh mereka semua.


Benar begitu bukan?


Aku melihat ke arah dinding. Lebih tepatnya melihat para makhluk menyeramkan yang tinggal di sana dengan wujud mereka yang mengerikan.


Menggeliat berusaha untuk pergi dari tempat ini. Tapi sayangnya jiwa mereka terkurung di tempat ini karena dendam yang masih membara.


Mereka ingin pergi tapi mereka tidak bisa memaafkan orang yang telah dengan keji membunuh mereka.


Dan aku tahu siapa pelakunya.


Dia adalah Alvero!


...~~...


Aku terbangun begitu mendengar seseorang memaksa untuk masuk ke kamarku. Berpikir apakah itu adalah ulah Tama. Tapi sepertinya itu tidak mungkin. Tama bukan orang seperti itu.


Aku memberanikan diri berjalan menuju pintu memastikan apa yang terjadi.


Tapi tidak ada siapapun di depan pintu. Sepi dan sunyi tidak ada siapapun. Ya, lagipula di tempat ini hanya ada aku, Tama dan Alvero.


Setelah memastikan tidak ada siapapun aku berjalan masuk berniat melanjutkan tidur. Tapi suara berisik dari arah timur seketika membuatku merasa penasaran.


Siapa yang berbicara di saat gelap seperti ini?


Apakah itu adalah Tama dan Alvero yang sedang mendiskusikan sesuatu?


Daripada merasa penasaran aku memilih untuk mencari tahu.


Aku berjalan mendekati asal suara.

__ADS_1


Aku langsung bersembunyi begitu melihat siapa yang mengeluarkan suara itu.


Ternyata itu adalah Alvero!


Tapi apa yang dia lakukan?


Aku mengintip tapi aku tidak melihat keberadaan Tama disana.


Itu artinya Alvero sedang sendirian.


Tapi dengan siapa Alvero berbicara?


Terlihat ditangan nya dia sedang memegang sebuah benda yang berbentuk bulat. Dan dari dalam bola itu mengeluarkan sebuah cahaya.


Ha!


Aku tahu!


Aku nyakin seratus persen itu adalah alat berkomunikasi para mahkluk Illinois.


Tidak aku sangka ternyata teknologi mereka tidak secanggih di bumi.


Meskipun tidak terdengar dengan jelas tapi aku masih bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.


Alvero: "Tama telah kembali ke Illinois dan dia membawa makhluk yang berasal dari bumi. Mahluk itu sendiri bernama Amara. Walaupun dapat aku rasakan rasa tidak sukanya kepadaku tapi itu bukan masalah. Aku nyakin dia hanyalah mahkluk lemah yang dibawa oleh Tama."


"Dan begitu kita berhasil menjebaknya aku akan langsung menculik makhluk yang berasal dari bumi itu untuk aku jadikan barang taruhan. Aku nyakin para bangsawan itu akan mau mengeluarkan uang yang banyak demi memiliki makhluk yang berasal dari bumi itu."


Aku menutup mulut tidak percaya dengan apa yang baru saja aku dengar dari mulut Alvero sendiri.


Tepat seperti yang aku duga dia bukan lah orang baik. Dia hanyalah seseorang yang ingin memanfaatkan Tama dan berusaha untuk menjebak Tama.


Dia mirip seperti ular!


Tapi untuk sekarang lebih baik aku segera pergi sebelum Alvero menyadari keberadaan ku.


Brak!


Ah, sial!


Aku tidak sengaja menjatuhkan sebuah barang.


"Siapa disana!"


Tapi saat ini tidak ada waktu lagi. Aku harus segera pergi sebelum dia melihat aku disini.


Aku berlari sekuat tenaga untuk kabur dari tempat itu.


"Hah...Hah...Hah...."


Begitu sampai di kamar aku langsung mengunci pintu dan bersembunyi di dalam selimut.


Aku harap pagi segera tiba agar aku bisa memberi tahu Tama mengenai rencana busuk Alvero.


Bahwa Alvero adalah seseorang yang licik...


...~~...


Begitu sinar pagi menerpa wajahku aku langsung bangun dan bersiap. Aku harus bangun lebih awal untuk memberi tahu kepada Tama bagaimana sifat asli dari seseorang yang dia sebut dengan seorang teman.


Aku langsung mencari kebenaran Tama.

__ADS_1


"Kenapa disaat sepenting ini selalu aja ada hambatan yang datang. Seolah dunia sedang mendukungnya."


Ah sial, si licik itu sekarang berada dibelakang ku.


Alvero: "Apakah kamu sedang mencari Tama, Amara?"


Aku berbalik ke belakang dan bersikap seperti biasa saja.


Walaupun aku tahu dia pasti sedang mencurigai ku.


Aku tersenyum manis membalas. "Ya, kamu benar. Apakah kamu tahu saat ini Tama dimana?"


Alvero: "Sebentar aku sedang mengingat nya...ah aku ingat! tadi Tama bilang dia harus pergi ke suatu tempat untuk memastikan sesuatu. Jadi, untuk saat ini dia sedang tidak ada di tempat ini..."


Aku mengerti apa yang dimaksud.


Dia dengan sengaja menekankan kepadaku bahwa Tama sedang tidak ada.


Jadi, apakah dia sudah tahu bahwa aku telah mengetahui rencana liciknya?


Tapi apapun yang terjadi aku harus tetap tenang seolah aku tidak mengetahui apapun.


Amara: "Jadi begitu. Baiklah aku permisi."


Alvero: "Tunggu dulu, Amara. Kenapa kamu begitu terburu-buru untuk pergi. Ayo ikutlah denganku. Ada yang ingin aku bicarakan berdua hanya denganmu..."


Ugh!


Aku sedikit mengeluarkan suara rintihan saat tangan Alvero dengan sengaja menekan bahuku hingga membuatku merasakan sakit di area itu.


Sepertinya dia sedang memperingati ku ya?


Tapi ancaman seperti itu tidak akan membuatku merasa ketakutan. Jika dia bisa melakukan permainan dibelakang Tama maka aku juga bisa mempermainkannya.


Tidak ada salahnya kan untuk bermain?


"Jadi apa yang ingin kamu bicarakan denganku, Alvero?"


Ekspresi wajah Alvero seketika berubah menjadi datar. Walaupun begitu aku sudah memperkirakan nya. Karena bagaimana pun dia adalah seseorang yang bermuka dua.


Alvero: "Aku tidak akan berbasa-basi Amara. Kamu hanya perlu menjawab pertanyaan yang aku ucapkan dengan jujur."


Amara: "Tentu, aku mengerti."


Alvero: "Jika boleh tahu seperti apa keadaan di bumi?"


Amara: "Hmm...?"


Aku terdiam tidak menyangka pertanyaan yang keluar dari mulut Alvero.


Bukankah seharusnya dia bertanya kepadaku. Apakah semalam aku telah mendengar apa yang sedang dia bicarakan dengan orang misterius itu.


Bukannya menanyakan tentang keadaan di bumi kepadaku!


Alvero: "Jadi apakah kamu akan menceritakan nya kepadaku Amara..."


Ah...


Aku mengerti jalan permainan nya.


Amara: "Hmm...tentu saja!"

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2