Petualangan Hebat Amara Ke Dunia Paralel

Petualangan Hebat Amara Ke Dunia Paralel
Eps 36:


__ADS_3

...Happy reading 🥰......


Tidak banyak yang bisa kulakukan ditempat ini. Dinding putih yang berlapiskan besi di tambah lagi dengan mantra sihir yang menyelimuti tempat ini benar benar dibuat khusus untuk memenjarakan ku.


Sehingga tidak ada pilihan lain bagiku selain terdiam menerima nasib. Sudah kucoba beberapa kali untuk mengaktifkan mana sihir, berharap masih tersisa sedikit. Tapi sialnya semua itu berakhir sia sia.


"Dasar Sagarantana sialan!" maki ku.


Andaikan saja saat itu Sagarantana tidak mengambil mana dari tubuhku, sudah pasti saat ini aku bisa meloloskan diri dari tempat terkutuk ini.


Aku pun menghela nafas berat menyadari nasib buruk yang kini tengah menimpa diriku. Tapi setidaknya, Alvero si sialan itu tidak membiarkan ku berada di tempat ini dengan rasa sakit akibat luka yang sempat ku derita beberapa saat lalu. Jika tidak sudah dapat dibayangkan seberapa menderita nya aku saat ini.


Aku menatap sekitar. Satu hal yang dapat dipastikan. Jika mereka mengurungkan di tempat ini semakin lama maka, "Aku pasti akan menggila disini!"


Hidup di tempat serba ruangan putih merupakan salah satu tempat penyiksaan terberat. Selain itu melihat sesuatu yang selalu berwarna putih akan menganggu kesehatan mental. Membuat seseorang yang dipenjara mulai berhalusinasi dan pada akhirnya kehilangan akal. Dan mengingat semua ini adalah fakta, maka aku harus bersiap-siap.


Karena semua itu tidak boleh terjadi!


"Ketika aku kembali ke bumi, tidak akan pernah lagi kubiarkan aku ikut pergi bersama Tama kemanapun. Sudah cukup aku menderita di tempat ini karena ulahnya!" ucapku dengan nada tinggi merasa kesal dengan pria tua yang tidak lain adalah Tama.


Tapi sayangnya aku begitu bodoh. Karena kini aku malah jatuh hati padanya. Tapi aku sendiri pun sadar alasan dari perasaan ini. Semua itu tidak jauh dari masalah yang ku derita akibat perlakuan keluarga kepadaku.


Hidup tanpa pernah merasakan kasih sayang, dijauhkan dan diasingkan adalah sesuatu yang membuat ku sakit mental. Sehingga membuat ku tumbuh menjadi seorang manusia yang haus akan kasih sayang.


Lalu kemudian Tama datang dan menawarkan semua itu. Bagaimana mungkin aku tidak jatuh hati padanya?


Tapi tetap saja semua itu adalah keputusan dan perasaan yang bodoh. Namun meskipun begitu, akan selalu tersisa jauh di dalam hati kecilku. Berharap suatu saat nanti aku akan benar benar dapat merasakan kasih sayang dari keluarga ku.


Aku kembali menghela napas. Mengingat momen yang menyakitkan sangatlah menguras tenaga dan emosi. Di tambah lagi aku bukanlah anak kandung alias seorang anak haram. Lengkap sudah penderitaan yang dialami.

__ADS_1


"Ha-hahaha!" dan memikirkan semua itu seketika membuat ku merasa gila untuk sesaat. "Benar benar sangat merepotkan..." ujarku dengan nada yang mulai melirih.


Aku pun menguap, saat merasa mata ini perlu dipejamkan sebentar. Sepertinya tubuhku belum sembuh sempurna sehingga membuat ku membutuhkan waktu untuk beristirahat.


Yah, sudahlah. Lebih baik aku pergi tidur. Toh tidak ada yang bisa kulakukan saat ini.


Tapi tidak lama kemudian, sesaat setelah aku memejamkan mata. Tiba-tiba terdengar sebuah ledakan dahsyat di ikuti dengan pecahnya salah satu sisi penjara ini.


Seketika aku langsung terkesiap berusaha untuk menyelamatkan diri. Ternyata di bawah penjara ini terdapat sebuah lava panas yang siap untuk menghancurkan segala apapun yang jatuh ke dalamnya.


Aku menelan ludah, melihat lava itu dengan ngeri. Dan seketika aku langsung menggeleng kan kepala mengusir bayangan mengerikan tersebut.


Tapi kemudian fokusku teralihkan saat melihat sesuatu yang melayang di udara. Aku menutup mulut tidak percaya dengan apa yang baru saja kulihat.


Meski tidak begitu nampak tapi dapat aku pastikan sesuatu yang tengah melayang di udara itu tidak lain adalah Leonard dan Mia!


Sungguh tidak dapat dibayangkan olehku, bahwa saat ini mereka sedang bertarung hebat melawan ribuan pasukan penjaga khusus.


Tapi semua itu sepertinya tidak akan pernah terjadi!


Karena dengan gesit dan gaya bertarung yang luar biasa Mia berhasil mengendalikan kapal terbang tersebut sembari terus menyerang para ratusan penjaga hanya dalam seperkian detik!


Dan dari tempat ini aku menatap kagum mereka berdua.


Dan tidak butuh waktu semenit bagi mereka untuk bisa mengalahkan seluruh pasukan penjaga. Lihatlah ribuan pasukan penjaga itu sudah tergeletak tidak bergaya. Dan aku pun tersenyum puas melihatnya. "Rasakan itu!" ledek ku.


Setelah mengalahkan ribuan pasukan penjaga tersebut kini mereka berdua melayang terbang ke arahku. Dan aku hanya bisa terdiam membisu. Tidak tahu harus berkata apa.


Saat melihat mereka berdua seketika membuat ku teringat dengan apa yang telah kulakukan kepada mereka berdua. Aku selalu saja memanfaatkan mereka demi ambisi ku semata. Tidak peduli dengan perasaan mereka.

__ADS_1


Aku menunduk merasa malu. Tidak pantas bagiku untuk mendapatkan perlakuan seperti ini. Karena para dasarnya aku adalah seseorang yang hina.


Tapi...


Sambil tersenyum Leonard berkata, "Berhentilah bersandiwara. Aku tidak akan pernah bisa kamu tipu lagi dengan trik murahan itu." ujar Leonard lalu kemudian dibalas anggukan setuju dari Mia.


Mendengarnya sontak saja aku tertawa. "Ha! ternyata kalian pintar juga ya?"


"Tentu saja, kamu pikir kami berdua itu bodoh?" tanya Leonard tidak terima.


Dan aku pun membalas. "Memang benar kan?" jawabku tanpa merasa bersalah.


Mendengar jawabanku Leonard hanya bisa menggelengkan kepala tidak percaya. "Perlu kamu ketahui bahwa kami tidaklah sebodoh itu. Sebenarnya kami berdua sudah menyadari seluruh rencana busukmu. Kami tahu saat kamu menolong gadis yang dihakimi saat itu adalah semata-mata karena untuk memperalat nya. Saat dimana kamu membawakan kami keranjang berisi kan roti roti mahal yang telah kamu masukkan obat tidur, kami pun sudah sadar. Dan juga saat dimana kamu mendatangi rumah bordil kami juga tahu. Sampai saat ketika kamu datang dengan ingatan yang sudah di ubah kami pun tahu."


Aku pun hanya bisa tertegun mendengar pengakuan dari mereka berdua. Tidak ku sangka bahwa mereka sudah menyadarinya lebih awal. "Tapi kenapa kalian memilih untuk berpura-pura tidak tahu?" tanyaku penasaran.


Leonard pun tersenyum. Dia menjawab, "Itu karena kami berdua juga melakukan hal yang sama kepadamu. Jujur saja aku dan Mia memiliki kekuatan untuk dapat menggali ingatan seseorang kapanpun kami mau. Dan setiap saat kami berdua selalu menggali ingatan yang kamu alami tanpa sepengetahuan kamu."


Mendengarnya aku pun terkejut. Jadi inilah kekuatan yang sebenarnya dari kelompok minoritas. Pantas saja mereka sangat diasingkan oleh masyarakat.


"Tapi kamu tidak perlu khawatir. Kami mahkluk minoritas hanya akan menggali sesuatu yang penting saja." jelas Leonard.


Aku pun hanya mengangguk saja. Karena jujur tidak ada yang bisa kukatakan lagi. Lalu kemudian Leonard pun menawari ku tumpangan. "Baiklah, apa kamu mau ikut bergabung bersama kami berdua, mahkluk Bumi?" ajak Leonard.


Dan tentu saja tanpa berbasa-basi lagi aku langsung menaiki kapal terbang yang sekilas mirip kapal UFO itu.



Dan dengan semangat yang membara kami bertiga melesat pergi meninggalkan tempat tersebut. Aku pun tersenyum kecil, "Petualangan hebat kami datang!"

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2