Petualangan Hebat Amara Ke Dunia Paralel

Petualangan Hebat Amara Ke Dunia Paralel
Eps 35:


__ADS_3

...Happy reading 🥰.......


Aku tersenyum. Karena pada akhirnya seperti inilah ending dari kehidupan ku. Tidak pernah ku bayangkan sebelumnya bahwa aku akan mati dengan cara yang tragis seperti ini.


"Jadi seperti inilah rasanya rasa sakit ketika kamu menemui ajalmu sendiri..."


"Benar benar tidak pernah ku duga sebelumnya..."


Dunia yang kulihat. Tempat indah yang telah di kunjungi. Banyaknya pertanyaan yang belum bisa terjawab. Mimpi yang harus ditinggalkan. Benar benar hidup yang sangat menyedihkan.


Tapi tak mengapa, setidaknya aku pernah menikmati keindahan di dalam hidupku walau hanya sebentar...


Setidaknya itulah yang kupikirkan, bahwa sebentar lagi aku akan segera mati. Tapi ternyata tidak!


Karena tidak lama kemudian muncul sebuah cahaya yang bersinar terang. Sesosok orang berjubah hitam datang dan membawaku pergi. Dia tersenyum padaku, "Bertahanlah sebentar lagi, tidak akan pernah kubiarkan kamu pergi meninggalkan diriku seorang diri lagi."


Dan aku hanya bisa terdiam tidak percaya. Ya, karena orang yang kini tengah menyelamatkan ku adalah Alvero. Seseorang yang sangat ku benci. "Kenapa, kenapa kamu masih mau bersedia menolongku...?" tanya ku dengan lirih.


Tapi Alvero hanya terdiam. Hingga pada akhirnya ku putuskan untuk memejamkan mata yang terasa sudah sangat mengantuk ini. Sepertinya saat ini aku bisa tidur dengan nyenyak di temani oleh rasa sakit yang ku derita. "Selamat tinggal semuanya..."


...~~~~...


Alvero menatap Amara yang kini telah tertidur. Dengan hati hati dia meletakkan Amara, memastikan bahwa gadis kecil itu tidak akan merasa terganggu.


Kini dia menatap kedua orang itu secara bergantian. Tapi terlebih dahulu dia menatap ke arah Tama. Alvero tersenyum kecut saat kembali menatap nanar Amara yang kini sedang terluka parah. "Baik di masa lalu maupun di masa kini kamu tetap melakukan kesalahan yang sama. Kamu tidak pernah bisa melindunginya dari segala macam bahaya."


"Dulu sekali kupikir kamu bisa melindunginya tapi apa yang terjadi setelahnya. Aku justru melihat nya tiada dengan cara yang tragis setelah berusaha untuk melindungi mu. Ahh... kenapa dulu aku bodoh sekali? Andaikan saja dulu aku bisa lebih tegas untuk tidak membiarkan dia pergi bersama mu. Mungkin saja saat itu aku tidak pernah merasakan kehilangan."


"Tapi kini aku bersyukur karena dia telah terlahir kembali. Tapi yang ku sesalkan adalah kenapa, kenapa dia justru menemui dirimu lebih dahulu daripada aku! kenapa bukan aku yang pertama bertemu dengannya?!"


"Sudah kulakukan berbagai banyak cara untuk membuat nya berada disisi ku. Tapi kenapa dia terus saja kembali kepadamu? Tapi kini tidak akan kubiarkan dia kembali lagi ke sisimu. Karena akan ku pastikan mulai saat ini dia tidak akan pernah bisa menemui mu lagi!"

__ADS_1


Alvero memejamkan mata, lalu tersenyum devil ke kepada Tama.


Wushh...


Alvero menghilang dan tiba-tiba muncul tepat dihadapan Tama. Dia memegang erat senjata di tangannya. Sebuah belati yang kecil nan tajam itu tepat menusuk.


Tadinya Alvero ingin menusuk tepat di jantung Tama, tapi sialnya belati itu justru malah menusuk tepat di telapak tangannya Sagarantana.


Karena kini Sagarantana berada di depan Tama, berusaha melindungi Tama dari serangan Alvero. Sehingga serangan Alvero tidak berhasil mengenai Tama sedikit pun. "Tidak akan kubiarkan kamu melukainya!" ujar Sagarantana.


Seketika Alvero langsung kembali menghilang, menjauh dari Sagarantana. "Kamu tidak usah ikut campur dalam urusan ku. Sagarantana!" ancam Alvero.


Tapi Sagarantana tidak akan gentar hanya karena sebuah ancaman belaka. Dia justru malah tertawa, seolah menganggap rendah saingannya.


"Kamu pikir siapa dirimu? berani beraninya kamu mengancam ku, Sang Penguasa Kerajaan Neo!" teriak Sagarantana dengan nada yang mengintimidasi.


Mendengarnya Alvero justru juga ikut tertawa. "bagus sekali lelucon yang kau buat. Sagarantana. Tapi ingatlah bahwa kamu bukan siapa-siapa tanpa bantuan dariku. Semua yang berhasil kamu dapatkan bukalah semata-mata berkat hasil kerja keras mu, melainkan bantuan dariku." jawab Alvero dengan senyum devil nya.


Tapi itu dulu. Sekarang dia adalah Sagarantana yang hebat. Dia adalah seorang pemimpin yang luar biasa! dan seorang pemimpin tidak akan pernah takluk oleh bawahan nya sendiri.


Dengan kekuatan sihir luar biasa yang berhasil dia dapatkan dari Amara, Sagarantana berniat menyerang Alvero. "Kau tahu, dengan kekuatan yang kumiliki saat ini. Tidak ada lagi alasan bagiku untuk mematuhi dirimu lagi."


Dan dengan sombongnya Sagarantana mengatakan semua itu.


Alvero yang sadar bahwa mana sihir milik Amara telah dicuri seketika merasakan amarah yang memuncak. Dia menggertakan giginya merasa emosi. "Berani-beraninya kau mengambil mana milik Amara!"


Kemudian terjadilah pertarungan yang sengit di antara mereka berdua. Tempat itu kini telah berubah menjadi tempat adu duel untuk mereka berdua.


Angin kencang yang luar biasa hebat berhembus menghancurkan apa yang ada di tempat itu. Cahaya kegelapan dari mana terlihat di mana mana. Baik di antara mereka berdua saling menunjukkan kegigihan untuk saling bertarung.


"Uhuk!"

__ADS_1


Dan seperti yang telah tertuliskan di dalam takdir bahwa yang kuatlah yang akan menang. Alvero tertawa, menertawakan kehidupan Sagarantana yang begitu menyedihkan. "Andaikan kamu tetap menuruti ku, pasti hidupmu tidak akan berakhir seperti ini."


Sagarantana pun menatap tajam kearah Alvero. Dengan darah yang mengucur deras dari mulutnya dia melepaskan belati yang kini telah tepat menusuk di jantungnya.


Street!


"Uhuk- uhuk!" Sagarantana pun langsung muntah darah hebat. Tubuhnya pun kejang kejang akibat racun yang ada di belati tersebut. Dia menatap tajam Alvero, merasa tidak terima dengan nasibnya. "Si--alan kau, Alverooo!" ucap Sagarantana dengan tertatih-tatih dalam berbicara.


Dan tepat sebelum dia menemui ajalnya. Sagarantana berkata, "Tapi sayangnya, apapun yang telah kamu lakukan pasti pada akhirnya gadis kecil itu akan tetap kembali kepada Tama. Baik dimasa lalu ataupun masa kini, gadis kecil tidak akan pernah menjadi milikmu..."


Dan setelah mengatakan semua itu Sagarantana pun memejamkan mata, menemui ajalnya.


Dengan tangan yang telah berlumuran darah Alvero berjalan ke arah Amara yang sedang terbaring tidak berdaya. Dia menatap wajah cantik Amara dengan senyuman yang penuh kekecewaan. "Kenapa kamu tidak pernah bisa mencintai ku? kenapa baik dimasa lalu maupun dimasa kini kamu selalu kembali ke sisinya? Apa yang kurang dariku? Aku selalu berusaha ada untuk melindungi mu. Tapi kenapa kamu justru lebih memilihnya? kenapa bukan aku yang kamu pilih? kenapa?!"


Alvero pun memeluk tubuh Amara. Hingga tanpa sadar dia telah menangis . Satu hal yang tidak akan pernah Amara ketahui adalah...


Bahwa Alvero jauh lebih mencintai nya daripada siapapun. Apapun akan Alvero lakukan demi Amara. Bahkan perasaan cintanya jauh melebihi Tama.


Tapi meskipun begitu, Alvero justru juga semakin di benci oleh Amara. Alvero menatap nanar ke arah Tama. Lalu kemudian dia menuliskan sesuatu di buku hitam itu dengan pena ajaib tersebut.


Tama yang melihatnya berusaha untuk menghentikan aksi Alvero. Tapi sayangnya Matra yang Alvero pasang untuknya membuat Tama tidak bisa bertindak. "Jangannnn!" teriak Tama.


Tapi Alvero tidak peduli.


Dengan perasaan sakit yang luar biasa Alvero menuliskan sesuatu di buku tersebut. Dia menulis, "Mulai saat ini, aku, Alvero akan menukar takdir dengan Anamra Tamaka. Ritual Pistos yang dilakukan oleh Tama dengan Amara akan tergantikan menjadi Alvero dengan Amara. Bahwa mulai saat ini aku, Alvero akan menjadi pelindung bagi Amara!"


Setelah menulis semua itu, buku hitam itu pun bersinar dengan terang. Lalu kemudian sebuah suara kecil yang lembut terdengar. "Baik, permintaan perubahan takdir berhasil di tuliskan."


Dengan memandikan cahaya Alvero tersenyum. "Mulai saat ini akan ku pastikan kamu akan selalu tersenyum, Amara..."


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2