
...Happy reading.......
Aku menatap orang ini tidak mengerti. Ada yang aneh dengannya. Sepertinya aku harus sangat berhati-hati.
"Sekarang saya akan menjelaskan siapa saya yang sebenarnya. Saya harap setelah melakukan perjalanan ini, kamu tidak berteriak ketakutan"
Aku tertawa kecil, memangnya apa yang akan dia lakukan terhadapku. Adik kelas yang sok-sokan.
"Kamu memang adalah manusia yang aneh" ujarku meremehkan.
Tapi dengan kuat dia menggenggam tanganku dan menutup mataku. Dapat aku rasakan tubuh ini yang terasa seperti melayang. Dan dinding telah bergetar dengan hebat.
Tubuhku seketika kaku, bingung harus bereaksi seperti apa. Semua terjadi tanpa terduga!
Dan saat dia menyingkirkan tangannya dari mataku, saat itu juga aku terdiam mematung. "Ini mustahil!"
Aku memandang sekitar tidak percaya. Sepertinya aku kembali melihat sesuatu yang tidak bisa dijelaskan secara logis!
Kini, kami berdua sedang berada dikamar Mira dan lebih tepatnya saat ini aku sedang berubah menjadi Mira.
Aku sadar, ini adalah waktu saat diriku bertukar tubuh menjadi Mira.
Kutatap adik kelasku yang berada didekat sebuah cermin. Dan dari bayangan cermin tersebut, aku menangkap hal yang gila. Terlihat sebuah air berkabut hitam mengelilingi tubuhnya.
"Siapa kamu sebenarnya, dan bagaimana bisa kamu melakukan semua ini?"
Aku beranjak bangun dan mendekati orang itu dengan sangat hati hati. Waspada akan apa yang akan terjadi, karena bisa saja dia berusaha membunuhku saat tahu bahwa aku baru saja melintasi waktu atau mungkin karena aku pemilik buku misterius tersebut.
Seolah tahu apa yang aku pikirkan anak laki-laki itu tersenyum devil. "Kamu tidak perlu takut, bahwa aku akan membunuhmu. Perlu kamu ketahui, aku tidak akan membiarkan apa yang dianggap berharga harus disingkirkan. Kecuali, jika kamu sudah tidak lagi berguna"
Aku terdiam, berusaha mencerna apa yang sebenarnya dia maksud. "Jadi, sebenarnya aku berguna untuk apa?"
Anak laki laki itu menunjukan sesuatu. Dia mengeluarkan sebuah buku. "Buka buku itu" titahnya.
Aku mengambil buku tersebut dan membukanya.
Aku memejamkan mata saat sebuah sinar yang begitu terang keluar dari buku tersebut. Dan kini terlihat sebuah tulisan, lebih tepatnya sambungan dari halaman terakhir yang aku baca.
"Halaman ketujuh?"
Tanganku bergetar dengan hebat saat ku baca halaman yang baru saja muncul. Semua yang ada dibuku itu begitu detail menceritakan apa yang baru saja terjadi kepadaku.
"Apa ini, bagaimana bisa buku ini menceritakan kehidupan ku dengan begitu sempurna. Bahkan tidak ada sedikitpun kesalahan"
Ku tatap nanar buku tersebut. Seketika rasa takut yang begitu besar menyerang.
"Justru itulah misi yang akan kamu lakukan bersama denganku"
Aku menatap heran, apa yang di maksud. "Apa maksudmu?"
Anak laki laki itu memegang tanganku dan membawaku pergi melintasi sebuah cermin. Begitu keluar, dapat kulihat dengan jelas apa yang terjadi.
__ADS_1
Di bawah sana terlihat Mira, ayah dan ibu sedang menikmati makan bersama. Lebih tepatnya saat aku menjalani kehidupan sebagai Mira.
"Apakah kamu menginginkan kehidupan seperti itu?" ujarnya bertanya.
Aku memandang iri kebawah sana. Ku anggukan kepala tanda mengiyakan.
"Jika begitu, aku bisa membuatmu menjalani kehidupan sebagai Mira untuk selama-lamanya. Tapi, jika kamu benar benar menginginkannya!"
Aku pergi berjalan memasuki kamar Mira. Ku rebahkan tubuh ini ke sebuah kasur yang empuk. "Tapi sayangnya aku tidak menginginkan nya..." lirihku.
"Kenapa, bukankah kamu begitu iri dengan kehidupan Mira?"
"Aku memang iri dan ingin hidup sebagai Mira. Tapi disisi lain aku sadar, bahwa apapun yang terjadi Mira tetaplah Mira, dan Amara tetaplah akan menjadi Amara"
"Jadi kamu menyerah untuk dapat merasakan kasih sayang dari kedua orang tua itu?"
Aku bangun dan mengangguk tidak setuju. "Tapi itu bukan berarti aku tidak menginginkan nya. Aku hanya ingin mereka menyayangi diriku sebagai Amara, bukan sebagai Mira. Hidup menjadi orang lain bukanlah pilihan yang tepat. Lagipula aku telah memiliki seorang sahabat dan aku, tidak ingin kehilangannya"
"Aku mengerti, kamu adalah manusia yang serakah. Kamu menginginkan kehidupan orang lain tapi kamu juga tidak ingin kehilangan kehidupan yang telah kamu bangun. Kamu tidak ingin menanggung konsekuensi dari pilihan yang kamu pilih"
Aku tersenyum, ternyata anak laki-laki itu sangat pintar. Dengan tepat dia mengetahui apa yang sebenarnya kupikirkan.
"Kamu ternyata sangat pintar ya..."
"Tapi walaupun begitu kamu tetap akan menjalaninya"
Aku mengangkat alis merasa bingung dengan ucapan anak laki laki tersebut. "Apa yang akan aku jalani?"
"Ke Dunia lain?"
"Ya benar"
"Lebih tepatnya, kemana?"
"Aku akan memberi tahu saat tiba waktunya"
Aku berdiri dan berjalan mendekati. "Jika begitu jawab pertanyaanku. Siapa kamu sebenarnya, jika dilihat kamu bukan manusia biasa..."
Anak laki laki itu tersenyum ke arahku dan kemudian keluar sebuah cahaya dari tubuhnya!
Tunggu dulu dia berubah menjadi mahkluk yang aneh!
Tubuhnya yang kecil berubah menjadi sesosok manusia dewasa. Dengan tubuh yang kekar berkulit gelap eksotis, rambut berwarna abu-abu kehitaman dan wajah yang tampan nan rupawan seketika mampu membuat tubuhku bergetar dengan hebat merasakan gejolak yang luar biasa!
Aku menatap takjub, dia benar benar tampan!
Aku rasa aku akan berteriak tidak terkendali!
"Hei, kendalikan fantasi gila mu itu"
__ADS_1
Mendengar penuturan nya aku menoleh ke samping menutupi rasa malu ku.
"Malunya aku..."
"Jadi sebenarnya berapa umurmu?"
Aku menunduk merasa kikuk. Bayangkan saja melihat seorang anak laki-laki yang bertubuh kecil berubah menjadi seorang pria yang bertubuh kekar membuat jantungku merasa tidak aman.
"Umur? aku rasa aku sudah berumur sekitar seribu tahun"
Aku jelas sangat terkejut. Aku menatap dirinya dengan takjub. Dilihat dari manapun dia tidak terlihat seperti kakek kakek ataupun mengalami penuaan!
"Kamu tidak perlu merasa bingung. Ini adalah hal yang normal, karena aku bukan manusia"
Dan, bum!
Tiba tiba saja sebuah gelembung muncul dan menetas. Hal itu sepertinya membuatnya kembali ke bentuk anak laki laki.
Aku menghela napas kecewa. Padahal baru saja aku melihat seorang pria yang tampan.
"Jika begitu dari mana asalmu?"
"Aku berasal dari planet Neptunus"
Aku berpikir sejenak. Planet Neptunus, planet yang berada pada posisi kedelapan jika ditinjau dari jarak matahari.
Aku berpikir sejenak dan melihat ke arahnya. Mungkin saja itu berhubungan!
Planet Neptunus sendiri dijuluki sebagai Dewa lautan Romawi dan itu artinya!
"Hei, apakah kamu adalah Dewa dari planet Neptunus?"
Mendengar pertanyaan yang tiba tiba itu anak laki laki tersebut tertawa. "Sayangnya aku bukan seorang dewa seperti apa yang kamu pikirkan"
Aku menatap nya dengan tatapan kecewa.
"Lagipula aku tidak terlalu mengerti dengan definisi yang kamu sebut dengan dewa"
Aku merasa heran dengan perkataan nya.
"Hei, anak manusia. Sekarang beri tahu aku apa yang sebenarnya kalian maksud dengan Dewa tersebut"
Aku diam seribu bahasa. Ku tatap orang ini, maksudku makhluk dari planet Neptunus. Aku pikir sepertinya dia sama saja seperti diriku yang hidup sebagai manusia.
"Apa kamu ingin tahu apa yang kami maksud sebagai dewa itu adalah apa?"
"Ya. Tolong jelaskan"
Aku menarik napas panjang. Kini sepertinya aku akan berubah menjadi seorang guru yang akan menjelaskan sebuah materi. Dan aku sangat berharap untuk di dengarkan dengan baik!
Bersambung
__ADS_1