Prasangka Buruk Ibu Mertuaku

Prasangka Buruk Ibu Mertuaku
21. kiamat sebelum waktunya


__ADS_3

bagai mana bisa rania punya musuh sekejam itu. ia yang sangat ramah pada semua orang, apa mungkin ada yang sakit hati karenanya ??


dengan mengendap dan hati- hati melangkah aku berlalu dari pintu kamar yang kini di tempati rania. sepertinya ia benar- benar tak tau kalau aku sudah menguping pembicaraannya.


"ahmad.. ada apa sebenarnya dengan rania ??" aku menghentikan langkah ahmad yang baru datang dari arah teras rumah menuju ruang tamu di mana kini aku sedang duduk dengan penuh was- was.


"maksud ibu gi mana nih. rania gak kenapa- napa bu"


"jangan bohong ahmad. kamu pasti tau sesuatu kan ?? tadi ibu tak sengaja menguping pembicaraanya tentang pembunuh bayaran !!" ucap ku sambil menatap lekat wajah ahmad.


"haaaahhh ?? t- tidak mungkin bu. mung- mungkin ibu salah dengar"

__ADS_1


"aku tak mungkin salah dengar ahmad. ibu tau kau sedang berbohong. jadi jelas kan sekarang !!" aku sedikit menekannya agar ia mau buka suara.


"mmmm.. aku.. aku.. juga sangat kaget bu.." terdengar helaan nafas beratnya. mungkin ia sedikit lebih susah memulai dari mana.


"rania mendapat masalah dari keluarganya bu. entah siapa yang memfitnah ku dengan mengatakan pada keluarganya kalau aku seorang pecandu narkoba, dan juga aku kerja jadi preman bayaran" mata ku spotan terbelalak tak percaya ada orang sebusuk itu. karena dari 3 orang anak laki- laki ku hanya ahmad yang penurut, rajin dan juga tak tersentuh pergaulan yang tak sehat.


"kamu tak cari tau siapa orang yang sudah memfitnah mu ahmad ??"


"dan sekarang rania tak merea kasih pulang. lebih tepatnya rania di usir !!" ia kembali menimpali. kali ini aku benar- benar tak menyangka bahwa harus berada di posisi sekarang.


"ia kah ?? jangan main- main dengan ucapan mu ahmad"

__ADS_1


"tidak bu, ini benar. rania sebenarnya pamit pada keluarganya untuk liburan di padang sumatera barat. tapi setelah di izin kan ia malah ke mari. keluarganya mengetahui keberadaannya di sini. sebab itumereka murka dan tak menganggap rania lagi. yang ibu dengar masalah pembunuh bayaran, mungkin itu kakaknya yang mengancam. rania sudah lama bilang kalau kakaknya itu seperti menaruh dendam terhadapnya" aku yang medengarkan cerita ahmad tak henti- henti terperangah.


"dan karena itu juga bu. rania tak di perbolehkan beradadi kota ini. ia di jemput paksa dan meninggalkan pekerjaannya tanpa resign" dada ku terasa sesak. entah harus apa aku saat ini.


********


selang beberapa hari kami memutus kan untuk menikah kan ahmad dan rania..sebab jika d biar kan lebih lama aku takut terjadi hal- hal yang tak di ingin kan. terlebih mereka yang juga sudah sama- sama tinggal di rumah ku. walau mereka tidak tidur 1 kamar. tapi tetap saja aku was- was. bahkan selama rania di sini aku tak sedikitpun meninggalkan mereka hanya berdua saja di rumah.


hari H nya pun tiba. berbekal uang tabungan ahmad kami bisa menggelar pesta yang mewah untuknya. tepat pukul 21.09 tiba- iba mayana menarik pergelangan tangan ku dan membawa ku sedikit menjauh dari hiruk pikuk acara pesta itu. ia menyodor kan ku hp nya yang sedang memutar sebuah video..


"ya allah, kenapa merasa hidup di neraka dunia" pekiķ ku..

__ADS_1


__ADS_2