Prasangka Buruk Ibu Mertuaku

Prasangka Buruk Ibu Mertuaku
bab 26


__ADS_3

pov mayana.


hari ini aku ingin melihat lansung mini cafe milik rania. selama ini aku hanya memantau dari siaran lansung yang di post di akun rania. sepertinya usaha yang baru ia rintis memiliki kemajuan yang sangat pesat. walau pun aku dan kasi pernah menghancurkan etalase jualannya tepat hari pertama ia memulai usahanya.


~flash back on~


"may. tadi aku lihat si rania belanja banyak" ucap kasi saat melihat ku.


"trus.. kita harus belanja sebanyak belanjaannya si rania gitu ??"


"huuuhh dasar peot!!. maksud ku bukan itu gentong !!" kasi menjitak dahiku. belakangan ini memang kami sangat dekat karena kami merasa berada di sati misi. "tadi dia belanja buat usaha tau" selanya lagi.


"wahh gawat. kalau level hidup dia di atas kita. bisa- bisaaaaaaa...." aku menjeda ucapan ku. rasanya aku takut untuk melanjutkannya, semoga saja tak terjadi seperti apa yang aku khawatirkan.

__ADS_1


"bisa apa ?? ngomong itu jangan di gantung. nyesek tau !!"


"sttttttt.. jangan bising kak. nanti sore kita harus pastikan di rumah rania beneran mau buka usaha atau bukan" aku berbisik agar tak ada yang mendengarnya selain kasi. kasi punmengangguk kecil pertanda setuju.


sore harinya kami tancap gas menuju rumah rania. bukan berniat bertamu, hanya sekedar lewat guna memantau kondisi.


ternyata benar, di sana sudah tersusun etalase dan juga kursi dan meja. sudah di pastikan kalau ia kan usaha makanan. terbersit lah di pikiran kami untuk menghancurkan usaha rania. kasi yang memberikan ide, besok malam kami akan melempari etalasenya. sebab tanpa etalase rania tidak akan bisa melanjutkan usahanya. sementara untuk membeli baru sudah di pastikan butuh waktu lama baginya menabung.


waktu yang di tunggu akhirnya datang juga. aku dan kasi memakai baju serba panjang, masker dan helm. selumnya kami sudah melepas plat nomor polisi motor yang kami kendarai. seandainya aksi kami kepergok olehnya, ia tak akan bisa membuat laporan ke polisi. sebab polisi akan kesusahan melacak kendaraan tanpa plat nomor polisi.


taarrrrrrrr..


kedua batu ku mendarat tepat di kaca etalase milik rania. hancur lebur sudah etalase itu. kami pun lansung bergerak dengan kecepatan tinggi. setelah di rasa jarak kami dengan rumah rania sudah cukup jauh. kami pun berhenti.

__ADS_1


"hancur sudah usaha mu rania!!!" kami bersorak kegirangan karena aksi kami berhasil.


~flash back off~


'hmmmm ternyata usaha rania memang susuai dengan yang ia post di akunnya' aku bermonolog.


aku ia hidang kan menu andalan di cafenya ini. mengusung menu yang menggunakan andaliman rempah- rempah yang identik dengan suku batak. ceker mercon andaliman, ayam geprek andaliman, bakso, mie ayam dan masih banyak lagi menu yang menurutku sangat menggugah selera.


aku makan tanpa menghirau kan pandangan orang- orang di sekeliling ku. mereka pasti heran. yang makan aku sendiri tapi di meja ku terdapat banyak menu makanan.


'mereka tak tau kalau di perut ku banyak kantongnya' batin ku.


"boros amat ya hidup dia. makan aja ampek segitu banyaknya" terdengar salah satu pengunjung mini cafe ini mencibir ku. "banyak duit mungkin dia." cibir yang lain lagi.

__ADS_1


seketika makanan yang baru aku telan tercekat di tenggorokan yang membuat ku batuk- batuk tersedak makanan.


"jangan- jangan rania sedang menjebakku !!" aku gelagapan membayangkan jika benar rania menjebakku.


__ADS_2