
aku mengambil gambar anak kesayangan mantan ibu mertua ku itu, dia sedang berjalan dengan seorang laki-laki di pusat perbelanjaan ini, gambar yang ku ambil sangat pas. ketika di lorong yang belum selesai pemgerjaan renivasinya ************ kobar di remas oleh laki-laki pujaan hati kobar itu. setelahnya aku kembali bergabung dengan anak-anak ku, azra dan gusti.
"dari mana sih ran.. ? itu makanan mu di tinggal gitu aja" sungut gusti ketika aku naru saja menghenyakkan bokong pada kursi.
"tadi aku kebelet. he ehee"
setelah kami puas berkeliling dan bermain di wahana bermain mall itu kami memutuskan untuk pulang kerumah. azra tak ikut di mobil ku. ia lebih memilih ikut mobil gusti, tak lupa bayi davin ku mereka bawa serta.
beberapa saat kemudian kami tiba di rumah ku, setelah ku parkir kan mobil aku pansung beranjak ke cafe karena ku lihat ada keramaian yang tak biasa.
"nah.. ini dia pemiliknya. asal kalian tau, owner cafe ini memakai bahan yang tak layak untuk meraup untung selangit. lihat saja ini, masak dia guna kan ayam yang sudah busuk di seblak ku !!" wanita yang tak waras itu menunjuk wajah ku. sementara pengunjung yang lain berkerumunan semua mata mereka menuju pada ku.
"itu tidak benar.. kalian boleh cek ke dapur cafe ini, aku selalu memilih bahan yang fresh dan juga kebersihannya terjamin." elak ku.
__ADS_1
"halah.. udah ketahuan kayak gini masih aja ngelak. buat kalian semua, jangan lagi mau makan di tempat sampah seperti ini !!" rasanya aku pengen menampar wajah wanita parasit ini karena sudah memprovokasi pengunjung cafe ku. tangan ku sudah mengepal kuat.
"hei.. kau !! bukan kah kau istri dari saudara mantan suami rania ?" gusti datang dan mengalihkan tatapan semua kerumunan pengunjung cafe. "kalian dari dulu memang memusuhi rania, bahkan selalu mengancam ingin menghancurkan usaha milik rania ini" timpal gusti lagi. terdengar seluruh pengunjung cafe yang berkerumun saking berbisik. wanita itu adalah kasi, istrinya kobar. ia terlihat sangat angkuh saat ini. ia melipat tangannya di dada.
"atas dasar apa saya memusuhi dia ? ga selevel dengan ku !!" ucap kasi dengan nada merendahkan.
"oh ya ?? jadi apa maksud mu memfitnah usaha ku ?" ucap ku lantang menggeram.
"sudah ran.. jangan tersulut emosi. mohon maaf buat seluruh pengunjung atas ketidak nyamanan ini. kami bisa buktikan kalau ini semua tidak benar" gusti mencoba menepis fitnahan kasi yang menjijikkan itu. suara desas desus dari pengunjung yang saling berbisik semakin terdengar.
"tutup mulut mu bajingan !!!" hardik ku, gusti dengan sigap menangkap tangan ku yang sudah melayang dan siap mendarat di wajah kasi.
"tenang lah rania.." ucap gusti dengan berbisik. "perkenalkan.. saya saudara sepupu rania. saya tidak pernah berzina dengan owner cafe ini. saya juga tunangan dari salah satu karyawati cafe ini. itu tunangan saya." gusti menunjuk azra yang saat itu juga berada di sana sambil menggendong bayi davin. "cafe ini di lengkapi dengan cctv yang keberadaannya kami tutupi agar bisa mencegah hal-hal buruk dari orang yang iri seperti ini." mendengar ucapan gusti, kasi tercenung. berusaha menyembunyikan kegugupannya. "sebentar semua.. saya akan periksa melalui monitor keamanan kami terlebih dahulu." ucap gusti sambil berlalu pergi menuju ke rumah ku. ya.. di kamar kec di rumah ku terdapat monitor kamera cctv cafe ini. tak lama gusti kembali.
__ADS_1
"lihat ini.. cctv ini merekam pergerakan wanita ini dari awal ia masuk ke cafe ini hingga ia mengambil sesuatu dari dalam tasnya yang di bungkus dengan plastik lalu memasukkan isi bungkusan itu ke dalam mangkuk seblaknya. bisa di lihat bukan, isi plastik yang ia tuang berupa kaki dan juga tulang berulang ayam yang berbelatung !!" jelas gusti pada seluruh pengunjung. mereka setentak manggut-manggut dan lansung membenarkan ucapan gusti. entah sejak kapan kasi meninggalkan cafe ini, ketika aku menoleh mencari keberadaannya tapi tak di temukan lagi ia walau sudah ku cari keseluruh penjuru cafe.
"dasar parasit.. ngilang gitu aja karena malu !!" ucap ku kesal.
"sabar rania. kita tinggal bawa video ini ke pihak kepolisian. jangan kotori tangan kamu untuk membersihkan semua parasit itu" gusti memberiku ide untuk membawa kejahatan kasi ini ke pihak berwajib.
"benar itu kak.. kalau tak di tindak lanjuti. mereka akan terus berusaha mengancurkan kakak. kali ini beruntung ada cctv. tapi kita tak tau lain kali mereka akan gi mana lagi" sahut azra yang juga kesal dengan tingkah kasi.
****
hari ini tepat pukul sembilan pagi aku bergegas menuju kantor polisi terdekat. aku ingin membuat laporan atas perbuatan kasi tempo hari.
"baik bu.. laporan ibu akan segera kami tindak lanjuti" ucap salah satu petugas polisi yang bertugas di bagian penerimaan laporan.
__ADS_1
kali ini aku sudah bertekat. tak akan memberi maaf pada keluarga tak bermoral itu. sudah cukup rasanya membiarkan mereka semena-mena terhadap ku.