Prasangka Buruk Ibu Mertuaku

Prasangka Buruk Ibu Mertuaku
bab 36


__ADS_3

"masih sempat- sempatnya bermesraan ya kalian ??" suara ibunya suami ku terdengar tiba- tiba datang merusak suasana berdua antara aku dan suami ku. kami sama- sama menoleh ke arah suara itu.


"sejak kapan ibu datang ??" ucap suami ku tanpa mempersilahkan ibunya duduk.


"baru saja, tadi waktu telpon kamu kebetulan aku lagi di rumah teman ku dekat dari sini"


"oh.." ucap suami ku singkat.

__ADS_1


"mana jatah bulanan ku bulan ini ?? dan jangan lupa mobil buat ku. tak bisa kamu beli cash di kredit aja yang penting mobil itu harus sudah ada. anggap aja sebagai imbalan aku sudah melahirkan kamu" dengan angkuh ibunya suami ku berucap seolah- olah suami ku mampu membelikannya mobil.


"tak ada lagi jatah bulanan buat ibu. anggap saja cicilan bank yang di bebankan ke gaji ku adalah jatah bulanan ibu yang sudah ku alihkan. masalah mobil, aku tak sanggup Bu. apa lagi untuk kredit. pasti cicilannya tak ada yang di bawah 3 juta. sementara gajiku sisanya cuma 1 juta lima ratus, aku harus Carikan ke mana buat cicilan mobil ibu"


"nggak usah banyak bacot. kan istri mu punya usaha. ambil aja dari keuntungan usahanya untuk bayar cicilan mobil ku. gampang kan ??


"wah wah wahhhhh.. berani sekali kamu ya ? kamu nggak malu menikmati gaji anak ku ? sementara aku yang susah payah menemani dia sampai ia dapatkan pekerjaan itu. pokoknya saya mau di belikan mobil baru. kalau tidak yaaa suruh saja suami mu itu berhenti dari pekerjaan itu..!"

__ADS_1


"baik.. mulai besok suamiku tak akan bekerja di situ lagi. sekarang pergilah dari rumah ini.." aku menunjuk ke arah pintu keluar.


ia pun segera membalikkan badan meninggal kan rumah ini. namun ketika ia sampai di pintu..


"Bu.. tunggu.." suami ku menghentikan langkahnya. dan ia kembali menghadap ke arah aku dan suamiku.


"mau apa lagi ? apa kamu setuju membelikan ibu mobil ? atau kamu mau ngasih mobil yang di pakai Rania sekarang pada ibu ? ibu nggak masalah kok Ahmad. walau mobil itu bekas di pakai Rania.." waaahhhhh percaya diri sekali nenek peyot itu berucap. sampai Dunia roboh pun aku tak akan memberikan mobil itu padanya.

__ADS_1


"ha ha ahhh.." aku tertawa sambil bertepuk tangan. ucapannya sangat menggelitik hatiku hingga mulut ku terasa gatal ingin tertawa. "mimpi jangan ketinggian Bu. apa ibu nggak malu, menghina ku. tapi mobil bekas ku mau ibu ambil ? Bu...... mobil itu pemberian ayah ku. silahkan ambil mobil itu, tapi tunggu saja polisi akan datang mencari kalian. ayah ku pasti melaporkan ke pihak berwajib tentang kasus pencurian mobil" aku menekankan ucapan ku ketika mengancamnya. wajah nampak berubah lebih sangar dari yang tadi ia tunjukkan. mungkin kini ia makin menyimpan dendam terhadap ku. tapi aku tak peduli. yang terpenting saat ini aku tak ingin mobil itu sampai ia ambil. telat sudah bulat. jika mobil itu ia ambil paksa, aku akan adukan ke ayah ku tentang perbuatannya. sudah cukup selama ini aku di hina dan ia perlakukan layaknya orang yang paling hina. ia merasa di atas awan sebab aku tak ada yang membela. namun sekarang ayah ku pasti memasang badan untuk membelaku.


__ADS_2